Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 dan Launching Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), Senin (5/4). (Foto: Nida Sahara)

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 dan Launching Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), Senin (5/4). (Foto: Nida Sahara)

OJK Dukung Percepatan Digitalisasi Keuangan

Senin, 5 April 2021 | 13:26 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut berperan aktif dalam mengakselerasi digitalisasi keuangan dan ekonomi melalui penerbitan road map inovasi keuangan digital 2020-2024. Selain itu, terdapat empat poin penting yang dipaparkan OJK dalam rangka mendorong percepatan digitalisasi keuangan di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan, dukungan penuh sudah dilakukan dengan menerbitkan action plan berupa road map inovasi keuangan digital 2020-2024. Beberapa poin sudah dituangkan dan bagaimana implementasinya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

Dalam road map tersebut, Wimboh menyadari bahwa digitalisasi keuangan maupun ekonomi tidak bisa dihindari, tidak ada jalan lain kecuali mengikutinya.

"Poin pertama, kami harus mengatur dan mengarahkan, minimal regulasinya principle based. Mengarahkan agar sistem keuangan stabil, kalau tidak, distorsi besar sekali, untuk itu kami sangat concern bagaimana perkembangan produk digital, baik di keuangan maupun non keuangan," terang Wimboh dalam Pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 dan Launching Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), Senin (5/4).

Hal tersebut sangat penting dilakukan agar sektor keuangan tetap terjaga baik. Di sisi lain, OJK juga mengamati dan sangat concern terhadap kebutuhan masyarakat yang harus terlindungi. Sehingga masyarakat mendapatkan benefit paling banyak dalam menerapkan maupun mengakuisisi produk digital.

Poin kedua, Wimboh juga menjelaskan bagaimana bisa keuangan digital memberdayakan (empower) masyarakat dan juga pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar mendapat keuntungan maksimal dari digitalisasi tersebut. "Tetapi dalam koridor stabilitas sistem keuangan dan ekonomi kita terjaga," ujar Wimboh.

Selanjutnya, pada poin ketiga, OJK menginginkan supaya dalam road map inovasi keuangan digital yang telah diterbitkan bisa menjangkau masyarakat luas, termasuk daerah-daerah terpencil yang saat ini secara fisik susah dapat akses.

"Dengan digital dilayani dengan berbagai produk keuangan yang ada, sehingga ini akan bermanfaat meningkatkan inklusi keuangan kita ke depan. Ini dalam rangka program inklusi keuangan Indonesia," sambung dia.

Poin terakhir, menurut Wimboh, Indonesia juga harus patuh terhadap koridor environment standard terkait pengembangan ekonomi dan keuangan digital. "Kita harus comply terhadap ESG (environmental, social, and governance), seluruh dunia sudah concern dengan ESG ini, dan pasar juga sudah jalan duluan. Prinsip-prinsip itu akan bisa kita lakukan kalau ada infrastruktur yang lengkap," jelas Wimboh.

Dia menyebut, perlu kolaborasi antar semua pihak, kementerian dan lembaga, agar fokus pada edukasi dan pengguna. "Kita sadar perlu develop integrasi data, terutama big data, bagaimana regulasi ini disinergikan," ujar Wimboh.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN