Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana

OJK Rilis Roadmap Pengembangan Perbankan 2020-2025

Kamis, 18 Februari 2021 | 12:44 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I) 2020-2025 yang merupakan lanjutan dari Master Plan Sistem Jasa Keuangan yang juga telah diluncurkan pada pertemuan tahunan industri jasa keuangan. RP2I merupakan arah kebijakan untuk mendorong pengembangan perbankan ke depan untuk menghadapi tantangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, roadmap ini juga telah disampaikan kepada semua pimpinan perbankan. Dia menyebut, dalam dua tahun ini akan tercatat dalam sejarah karena sangat fenomenal, dengan menyaksikan pandemi Covid-19 yang merevolusi ekspektasi akan layanan perbankan.

RP2I dirilis untuk bisa membantu perbankan dalam menghadapi tantangan ke depan, terutama akibat pandemi Covid-19. Terdapat empat pilar dalam RP2I 2020-2025 yang diterbitkan. Pilar pertama yakni penguatan struktur dan keunggulan kompetitif, dalam pilar tersebut OJK akan mendorong bank untuk meningkatkan permodalan.

"Permodalan ini jadi sangat penting, tanpa modal kuat mustahil kita bisa mengikuti perkembangan yang masif. Dengan berbagai tantangan tadi, kita juga ingin mengakselerasi konsolidasi perbankan, kita anggap konsolidasi ini juga sudah keharusan di tengah tantangan ke depan," terang Heru saat meresmikan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025 secara virtual, Kamis (18/2).

Selain itu, perbankan juga diminta memperkuat penerapan tata kelola dan efisiensi. OJK juga mendorong perbankan untuk berinovasi dalam produk dan layanannya. Hal tersebut juga sejalan dengan ekspektasi nasabah yang sudah beralih pada transaksi digital.

Pilar kedua, akselerasi transformasi digital. Perbankan diminta untuk memperkuat tata kelola dan manajemen risiko teknologi informasi, mendorong penggunaan IT sebagai game changer seperti open API, cloud, blockchain, super app dan sebagainya. Selain itu juga mendorong kerja sama terkait teknologi dan mempercepat implementasi digital bank.

Pilar ketiga, penguatan peran perbankan terhadap ekonomi nasional. "Ini penting agar bank kita di samping kuat berdaya saing, resilient, juga harapan kita semua bank bisa mendukung ekonomi nasional, kita tekankan peran bank bisa mendukung perekonomian," ucap Heru.

Pilar keempat, penguatan pengaturan, perizinan, dan pengawasan. OJK akan memperkuat pengaturan dengan menggunakan pendekatan principle based, memperkuat perizinan melalui pemanfaatan teknologi. Lalu, meningkatkan pengawasan dengan pemanfaatan teknologi yang optimal melalui suptech, serta memperkuat pengawasan konsolidasi bank.

"Kita ubah mindset kita sebagai pengawas, kita juga harus berinovasi dalam pengawasan dan bersifat forward looking, dan mengedepankan suptech," pungkas Heru.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN