Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jamkrindo. Foto:beritajogja.com

Jamkrindo. Foto:beritajogja.com

Oktober, Bisnis Penjaminan Jamkrindo Capai Rp 177,99 Triliun

Prisma Ardianto, Rabu, 27 November 2019 | 08:45 WIB

JAKARTA, investor.id – Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) hingga Oktober 2019 mencatatkan realisasi bisnis penjaminan mencapai Rp 177,99 triliun. Nilai tersebut tumbuh 19,89% secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan, pencapaian tersebut disokong dari penjaminan non-Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang berkontribusi sebesar 70,29%. Lini bisnis tersebut senilai Rp 125,11 triliun atau tumbuh 23,79% (yoy) hingga Oktober 2019.

Adapun lini penjaminan KUR menyumbang 29,71% dari total penjaminan kredit. Sampai Oktober 2019 segmen itu tumbuh 11,56% (yoy) atau mencapai Rp 52,88 triliun. Randi menyatakan, sejumlah kinerja tersebut telah sesuai dengan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun 2019.

"Semuanya on the track dengan RKAP 2019. Volume masih on the track, rugi laba masih on the track. Artinya, kalau kami ditarget Rp 100 ya kami dapat Rp 100 lebihlah. Sudah pasti," kata Randi di Gedung Jamkrindo, Jakarta, Selasa (26/11).

Berdasarkan paparan data perusahaan, realisasi penjaminan hingga Oktober 2019 mencapai 97,6% dari total RKAP sebesar Rp 182,36 triliun. Dengan rincian, realisasi non-KUR telah terlampaui dari target atau mencapai 102,24%. Selain itu, realisasi penjaminan KUR terhadap RKAP 2019 sebesar 88,13%.

Menurut Randi, hingga akhir tahun ini pertumbuhan penjaminan tidak lebih dari 20% (yoy). Sebab, pihaknya hanya mengikuti ritme dari penyaluran kredit perbankan. Adapun industri perbankan hingga akhir tahun dinilai lebih selektif guna menjaga likuiditas.

Di samping itu, beberapa bank juga mengalami permasalah mengenai kenaikan pada non performing loan (NPL). "Jadi mereka lebih selektif, artinya speed-nya menjadi lebih pelan. Saya kira sisa dua bulan ini tinggal fine tuning saja tetapi tidak akan pernah ada lonjakan," ujar dia.

Untuk tahun 2020, Randi mengungkapkan, pihaknya masih optimistis penjaminan tumbuh dua digit. Hal tersebut juga telah diperhitungkan dengan proyeksi adanya pelambatan ekonomi nasional dan terpaan resesi yang melanda global. Pasalnya, Perum Jamkrindo hanya menyasar segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dinilai tidak telalu berdampak mengenai fenomena tersebut.

"Kalau yang atas saya tidak bisa (rambah) seperti korporasi. Para vendor, supplier yang menengah itu pasti mereka bisa bergulir lebih cepat. Tapi kalau infrastruktur kami bisa masuk lewat sinergi BUMN," kata Randi.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA