Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.

Partisipasi Perempuan Meningkat di Pasar Keuangan Digital

Rabu, 28 April 2021 | 20:11 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  – Partisipasi perempuan di pasar keuangan terus mengalami peningkatan. Pendidikan menjadi salah satu kunci peningkatan literasi, dan pemanfaatan teknologi membuat perempuan menjadi tangguh di era digital.

Hal itu disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dalam webinar yang digelar IGICO Advisory dan D'ORIGIN Financial & Business Advisory dalam rangka peringatan Hari Kartini, bertema “Perempuan Tangguh di Era Digital” di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Hadir pula sebagai pembicara dalam acara tersebut adalah Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh K Harmanda,  Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn, dan CEO MNC Sekuritas Susy Meilina.

Dalam pidato kuncinya, Destry mengatakan di era Kartini modern saat ini banyak tokoh perempuan Indonesia sudah menduduki posisi penting dan strategis. “Kabar gembira dari hasil Laporan Tahunan Grant Thornton tahun ini, yang menunjukkan Indonesia berada pada peringkat ke-7 sebagai negara dengan posisi manajemen senior perempuan paling banyak secara global," ucap Destry.

Laporan itu, lanjut Destry, juga menunjukkan populasi perempuan sebagai chief financial officer (CFO) di Indonesia mencapai 56% tahun ini, naik dari tahun lalu sebesar 48%. “Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari perjuangan Ibu Kartini, agar perempuan diberikan kesempatan menempuh pendidikan dan mencapai kesetaraan dengan laki-laki,” tandasnya.

Di sisi investasi, Destry menjelaskan, perempuan memiliki peranan yang penting, di mana partisipasi kaum perempuan di pasar keuangan mengalami kenaikan, khususnya melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN).

Sesuai data Kementerian Keuangan, kontribusi perempuan pada penjualan ORI terus meningkat. Pada penjualan ORI017, sebagian besar yakni 55,87% dari total investor adalah perempuan. Persentase tersebut meningkat jadi 57,82% pada ORI18.

Data terbaru dalam penerbitan Sukuk Ritel SR 014 juga didominasi oleh perempuan, di mana 58,25% investornya adalah perempuan. Sementara itu, Data KSEI per Maret 2021 menunjukkan investor perempuan di pasar modal sebesar 38,63% (Rp 206,15 triliun), masih di bawah laki-laki sebesar 61,37%.

“Pemanfaatan teknologi oleh perempuan masih dapat terus dioptimalkan dan memiliki ruang tumbuh yang masih besar. Data International Finance Corporation dan USAID menyebutkan, 47% Indonesia aktif berinternet, tetapi cenderung belum untuk hal-hal yang produktif,” kata Destry.

 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN