Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Target Pembiayaan Pegadaian

Target Pembiayaan Pegadaian

Pegadaian Terima Gadai Saham

Primus Dorimulu, Jumat, 26 April 2019 | 10:43 WIB

JAKARTA – Dalam waktu dekat, PT Pegadaian (Persero) akan meluncurkan produk gadai efek. Pemodal yang membutuhkan uang tunai boleh menggadaikan efeknya, saham, maupun obligasi, pada PT Pegadaian. Tidak semua saham bisa digadaikan, melainkan hanya saham likuid yang ada di LQ-46.

“Ada tiga produk baru Pegadaian dan dua di antaranya akan diluncurkan 28 April 2019,” kata Dirut PT Pegadaian Kuswiyoto dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).

Tiga produk baru itu ialah gadai efek saham dan obligasi, pickup and delivery service, dan digital lending. Gadai efek masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedang dua lainnya diluncurkan 28 April.

Lewat produk pickup and delivery service, Pegadaian bisa memberikan pinjaman uang kepada nasabah yang tidak bisa datang ke kantor Pegadaian dengan mengirimkan barang yang digadai lewat Gojek atau Grab. Barang tiba, uang ditransfer.

Sedang digital lending adalah peer to peer (P2P) lending atau pinjaman dari pengguna ke pengguna. Pegadaian menyediakan dana untuk dipinjamkan kepada pihak yang membutuhkan lewat sistem digital. Tapi, kata Kuswiyoto, sekitar 80% nasabah Pegadaian belum mengenal digital.

Pegadaian Meningkat
Pegadaian Meningkat

 

Oleh karena itu, Pegadaian saat ini masih fokus pada pegadaian konvensional. Pegadaian digital dilakukan perlahan-lahan sesuai kebutuhan nasabah. “Saat ini, kami siap dan terus mempersiapkan pelayanan digital,” ujar Kuswiyoto.

Tapi, pelaksanaan harus disesuaikan dengan kondisi nasabah. Pihak Pegadaian menargetkan pelayanan digital menjadi 40% tahun 2023, dan bisa lebih cepat jika masyarakat sudah siap.

Ada lima produk yang sudah berjalan, yakni tabungan emas, gadai bebas bunga, amanah, arrum haji, dan rahn tasjily tanah. Dengan emas senilai Rp 615.000, masyarakat sudah bisa menabung. Produk amanah adalah pinjaman berbasis syariah kepada para karyawan dan semua orang yang berpendapatan tetap untuk membeli sepeda motor dan mobil.

Mereka yang hendak naik haji bisa merencanakannya jauh-jauh hari, cukup hanya dengan menggadaikan 3,5 gram emas setara Rp 2 juta dan minimal tabungan emas hanya Rp 6.500. Pengembalian dana ini bisa dilakukan satu hingga lima tahun.

Produk lain yang sudah dilaksanakan adalah rahn tasjily tanah, yaitu menggadaikan tanah untuk mendapatkan pinjaman. Produk ini diprioritaskan bagi para petani dan pengusaha mikro dan kecil.

Meski tetap di bisnis inti pegadaian, kata Kuswiyoto, bisnis PT Pegadaian sudah meluas dan mulai mendekati peran bank. Jika pada masa lalu, Pegadaian hanya melayani mereka yang membutuhkan dana untuk keperluan mendesak, kini Pegadaian menawarkan dana pinjaman untuk kegiatan bisnis.

“Beda pegadaian dan bank hanya pada tabungan. Pegadaian tidak menerima dana pihak ketiga,” kata Kuswiyoto.

Tapi, dalam meminjamkan dana, pegadaian sudah sama dengan bank. Pihak bank bahkan menawarkan pinjaman kepada Pegadaian untuk disalurkan kepada masyarakat.

Go Public

Kuswiyoto, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero). Foto: Investor Daily/IST
Kuswiyoto, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero). Foto: Investor Daily/IST

 

Kinerja keuangan Pegadaian hingga tahun 2018 menunjukkan tren yang terus meningkat. Jumlah nasabah meningkat dari 6,2 juta tahun 2014 ke 10,6 juta tahun 2018. Pada periode yang sama, posisi pinjaman naik dari Rp 27,8 triliun ke Rp 40,8 triliun. Aset menggelembung dari Rp 35,4 triliun ke Rp 52,8 triliun. Sedang laba bersih yang pada tahun 2014 sebesar Rp 1,8 triliun, pada 2018 mencapai Rp 2,8 triliun.

“Dengan kinerja yang terus membaik ini, Pegadaian sesungguhnya sudah siap go public,” ujar Kuswiyoto.

Dia mengakui, go public sudah direncanakan sejak lima tahun silam. Namun, hingga kini masih lampu hijau dari pemerintah sebagai pemegang saham. Ke depan, Pegadaian akan mendapat banyak pesaing. OJK sudah memberikan izin operasi 18 perusahaan pegadaian baru dan menerima pendaftaran 67 perusahaan.

Menurut Kuswiyoto, pihaknya tidak masalah dengan hadirnya pemain baru. Apalagi ruang lingkup Pegadaian swasta dibatasi maksimal hanya beroperasi hingga provinsi. Sedang Pegadaian sudah beroperasi skala nasional.

Ancaman serius Pegadaian, kata Ari, datang dari dana-dana murah pemerintah. Kredit usaha rakyat (KUR), misalnya, hanya 7%. Pemerintah juga mengucurkan dana desa dan berbagai program sosial. Oleh karena itu, Pegadaian harus juga memperluas pasar dengan menyalurkan pinjaman untuk kegiatan bisnis.

Pegadaian juga memiliki tiga anak perusahaan. Satu di antaranya adalah hotel dengan nama Pesona Indonesia. Saat ini sudah ada sembilan hotel.

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN