Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pegawai melihat pergerakan instrumen surat berharga di treasury room OCBC NISP, Jakarta.  Foto ilustrasi: IST

Pegawai melihat pergerakan instrumen surat berharga di treasury room OCBC NISP, Jakarta. Foto ilustrasi: IST

Pemerintah akan Terbitkan Sukuk Wakaf Ritel Seri ke 2

Jumat, 9 Oktober 2020 | 05:00 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan akan menerbitkan Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS) seri ritel pada Jumat (9/10). Hal ini dilakukan untuk diversifikasi pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 

CWLS merupakan suatu skema yang disusun bersama antara pemerintah bersama dengan otoritas terkait untuk mendukung dan inovasi bidang keuangan dan investasi sosial Islam di Indonesia.

"Masa penawaran akan berlangsung pada 9 Oktober sampai 12 November 20020,” ucap Dirjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman dalam seminar daring pada Kamis (8/10).

Pada Maret 2020 pemerintah telah menerbitkan  CWLS seri pertama yang bernama SW001. Dari hasil penjualan CWLS tersebut dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 50,8 miliar. BWI bertindak sebagai nadzir melakukan private placement di sukuk pemerintah. Nilai manfaatnya berupa diskonto yang dibayarkan saat penerbitan dan imbal hasil bulanan. Diskonto digunakan untuk pengembangan aset wakaf baru, renovasi dan pengadaan alat kesehatan di RS Mata di Serang, Banten.

“Imbal hasil setiap bulan digunakan untuk operasi katarak gratis untuk kaum dhuafa dengan targetnya 2.500 pasien dalam lima tahun masa tenor sukuk. Selain itu juga dialokasikan untuk pengadaan mobil ambulans,”ucapnya.

Ia mengatakan CWLS  sebagai instrumen untuk mendukung pengembangan wakaf produktif. Memulai pemanfaatan hasil investasi dana uang tersebut untuk pembentukan aset wakaf baru dan pembiayaan berbagai kegiatan sosial.  Investor yang berminat dapat membeli CWLS ritel melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU).  Empat mitra distribusi yang menawarkan CWLS yaitu  BRI Syariah, BNI Syariah, Mandiri Syariah, dan Bank Muamalat.

“Perbedaannya dengan seri CWLS sebelumnya yaitu  karena ini ritel maka bisa langsung menjangkau wakaf potensial,” ucap Luky.

Kemenkeu bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) untul melakukan upaya pengembangan dan inovasi di bidang keuangan dan investasi sosial Islam di Indonesia. Pemerintah menerbitkan sukuk negara seri sukuk wakaf atau CWLS  untuk memfasilitasi BWI agar dapat menginvestasikan wakaf uang tersebut pada instrumen keuangan yang aman yaitu sukuk negara.

“Melalui CWLS, wakaf uang baik yang bersifat temporer maupun permanen akan dikonsolidasikan dan dioptimalkan untuk membiayai berbagai kegiatan sosial,” ucap Luky

Luky mengatakan CWLS dapat mengurangi beban pembiayaan APBN yang digunakan bagi tujuan program sosial. Masyarakat bisa tetap beribadah sekaligus membangun negeri karena dana sukuk akan digunakan sesuai kebutuhan APBN.

"Sukuk Wakaf akan digunakan untuk pembiayaan APBN, jadi meringankan beban fiskal yang untuk program-program sosial kemasyarakatan," ucap Luky.

Ia menuturkan hasil kajian Bank Indonesia menunjukkan potensi dari CWLS dapat mencapai Rp 217 triliun atau sekitar 3,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Oleh karena itu pemerintah bersama otoritas terkait berupaya mengoptimalkan potensi tersebut.

“Ini menjadi tanggungjawab pemerintah bersama otoritas tetapi juga membutuhkan dukungan langsung seluruh masyarakat untuk merealisasikan potensi wakaf tersebut,” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN