Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mantan Direktur Utama Bank BRI-Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Asmawi Syam (tengah) bersama Guru Besar Universitas Indonesia Profesor Rhenald Kasali (kanan), menyerahkan buku: Leadership in Practice: Apa Kata Asmawi Syam, kepada Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (8/10/2019). Di dalam buku ini, Asmawi Syam menguraikan bagaimana perjalanan kariernya selama 37 tahun dari staf hingga menjadi CEO di Bank BRI. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Mantan Direktur Utama Bank BRI-Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Asmawi Syam (tengah) bersama Guru Besar Universitas Indonesia Profesor Rhenald Kasali (kanan), menyerahkan buku: Leadership in Practice: Apa Kata Asmawi Syam, kepada Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (8/10/2019). Di dalam buku ini, Asmawi Syam menguraikan bagaimana perjalanan kariernya selama 37 tahun dari staf hingga menjadi CEO di Bank BRI. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

MANTAN DIRUT BRI ASMAWI SYAM LUNCURKAN BUKU

Pemimpin Tak Berani Eksekusi adalah Pemimpi

Abdul Aziz, Rabu, 9 Oktober 2019 | 07:30 WIB

JAKARTA, investor.id –  “Kalau punya ide tapi tidak berani eksekusi, ia hanya pemimpi. Kalau berani eksekusi, itu baru namanya pemimpin,” ujar Asmawi Syam, mantan direktur utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, pada peluncuran bukunya, Leadership in Practice: Apa Kata Asmawi Syam, di Jakarta, Selasa (8/10).

Selain mengupas berbagai pemikiran tentang pentingnya mengeksekusi sebuah rencana, buku Leadership in Practice: Apa Kata Asmawi Syam membahas secara mendalam proses kaderisasi yang harus dijalankan korporasi. Lewat buku tersebut, Asmawi Syam juga menuturkan perjalanan kariernya selama 37 tahun di BRI, dari posisi staf hingga menjadi chief executive of ficer (CEO).

Banyak kisah inspiratif yang dituangkan Asmawi, termasuk suka duka selama menakhodai BRI, bank pelat merah dengan laba tertinggi di Tanah Air. Bagi pria kelahiran Makassar, 64 tahun silam ini, kehebatan seorang pemimpin bukan terletak pada kepiawaiannya membuat visi, program, atau peta jalan (roadmap), melainkan pada kemampuannya sebagai eksekutor.

“Seorang CEO boleh saja tidak punya visi yang bagus, atau roadmap yang bagus. Visa bisa dia dapatkan dari meng-hire konsultan. Yang terpenting, dia harus bisa mengeksekusi. Eksekusi adalah tugas CEO.

“Kalau Anda tidak bisa lebih baik, ya buatlah berbeda. Kalau tidak bisa berbeda, ya lebih berani. Itu semua juga tidak ada gunanya kalau tidak ada eksekusinya,” tandas Asmawi.  

Penggunaan internet. Foto ilustrasi: IST
Penggunaan internet. Foto ilustrasi: IST

Kepemimpinan Era Digital

Asmawi Syam juga menyoroti era digital yang memantik perubahan secara cepat. Pada era digital seperti sekarang, para pebisnis, pembuat kebijakan, hingga masyarakat harus siap dengan cara-cara baru. Tidak hanya proses bisnis yang berubah, gaya kepemimpinan pun harus berubah agar adaptif terhadap perkembangan zaman.

Itu sebabnya, gaya kepemimpinan yang birokratis, lamban, dan rumit tidak bisa lagi sejalan dengan cepatnya perubahan. “Dalam era digital dan disrupsi teknologi dibutuhkan gaya kepemimpinan yang tangkas dan cekatan, serta berorientasi pada solusi,” tutur Asmawi Syam.

Buku Leadership in Practice: Apa Kata Asmawi Syam merupakan hasil kolaborasi Asmawi dengan akademisi yang juga pakar pemasaran Prof Rhenald Kasali. Tak mengherankan jika buku ini punya perspektif yang lengkap dari sisi praktik dan teori.

“Buku ini adalah hasil konvergensi dari dua expertise yang berbeda. Prof Rhenald seorang pakar dan guru besar ilmu manajemen, sedangkan saya adalah praktisi perbankan. Kami dipertemukan dalam buku Leadership in Practice ini,” ujar Asmawi.

Rhenald Kasali mengungkapkan, buku tersebut berisi kristalisasi pengalaman seorang bankir senior yang memiliki kekuatan tidak hanya dalam visi dan penyusunan roadmap, tetapi juga eksekusi. “Tidak banyak pemimpin yang memiliki kemampuan semacam ini,” kata dia.

Rhenald Kasali, Guru Besar Ilmu Manajemen FE-UI
Rhenald Kasali, Guru Besar Ilmu Manajemen FE-UI

Senada dengan Asmawi, Rhenald Kasali menekankan pentingnya eksekusi. Seorang pemimpin tidak boleh terlalu lama berkutat pada ide dan roadmap, tetapi ragu-ragu saat akan mengeksekusi. Soalnya, keragu- raguan akan memunculkan risiko kehilangan momentum, sehingga ia bakal tertinggal oleh kompetitor yang bergerak lebih cepat. Rhenald mencontohkan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Ide itu telah lama mencuat, bahkan sejak era Presiden Soekarno. Namun, tahapan dari ide hingga menyusun roadmap memakan waktu puluhan tahun.

Namun, ketika sekarang dieksekusi atau diputuskan, masih saja muncul pro dan kontra. “Jika sekarang muncul perdebatan, itu artinya tahapan eksekusi ingin ditarik mundur lagi ke tahap ide dan roadmap. Jika terus seperti itu, kita tidak akan maju,” papar dia.

Peran Milenial

Dirut BNI Asmawi Syam. Foto: IST
Mantan Dirut BRI Asmawi Syam. Foto: IST

Dalam soal kaderisasi, Asmawi Syam menggarisbawahi dominasi jumlah generasi milenial di korporasi yang telah menimbulkan gap dengan pekerja senior. Pemimpin harus bisa menjembatani kelompok milenial dan yang lebih senior agar sama-sama bisa berkontribusi optimal bagi perusahaan.

“Harus saling menghargai. Tapi, pesan saya, berikan peran kepada milenial dalam pengambilan keputusan jangka panjang, karena merekalah yang akan memegang estafet kepemimpinan di masa depan,” tandas Asmawi.

Rhenald Kasli menambahkan, sebagai generasi yang tumbuh di era digital, keberadaan milenial bisa menjadi aspek penting dalam sebuah perusahaan. Sebab, mereka lebih bisa memahami denyut nadi perkembangan teknologi yang bergerak begitu cepat.

“Pada era mobilisasi dan orkestrasi ini, penguasaan terhadap data dan teknologi menjadi kunci. Di situlah generasi milenial bisa berkontribusi,” ucap dia.

Kisah Inspiratif

Salah satu kisah inspiratif yang diceritakan Asmawi Syam dalam buku Leadership in Practice: Apa Kata Asmawi Syam yaitu saat ia harus tegas tapi tetap cerdas menyelesaikan permasalahan kredit di Singaparna, Tasikmalaya. Juga saat ia menyelesaikan kasus kredit di Surabaya serta menyelamatkan aset dan evakuasi tim BRI ketika Timor Timur bergejolak.

Di luar itu, Asmawi Syam adalah sosok penting dalam perjalanan bisnis BRI, misalnya saat meluncurkan kartu kredit perdana. Asmawi juga berperan penting saat membawa BRI masuk industri strategis dengan mendanai proyek di PT Dirgantara Indonesia/ PT DI (Persero) dan PT Pindad (Persero), serta membantu program transformasi PT KAI (Persero).

Momen penting lainnya yang hadir sepanjang karier Asmawi Syam adalah ketika satelit BRlsat diluncurkan pada era kepemimpinannya tahun 2016. Itulah satellite banking pertama di dunia yang kemudian menjadi backbone program digitalisasi BRI.

Selain berkarier di BRI, Asmawi Syam pernah menjabat sebagai CEO PT Askrindo (Persero) dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dalam sambutan peluncuran buku Leadership in Practice: Apa Kata Asmawi Syam, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan, buku tersebut dapat menjadi acuan teori atau pegangan bagi setiap pembuat keputusan.

“Kepemimpinan itu bukanlah atasan, tapi sesuatu yang lebih tinggi. Kepemimpinan itu bagaimana sesuatu yang bisa diikuti dan ditaati,” kata dia.

Wapres Jusuf Kalla. Foto: IST
Wapres Jusuf Kalla. Foto: IST

JK juga bercerita sedikit mengenai keputusan Asmawi merambah sektor korporasi saat ia memimpin BRI. “Saya (pernah) tanya, kenapa BRI juga sasar korporasi? Dia (Asmawi) jawab, bagaimana nanti kalau rakyat maju, kita juga harus biayai nasabah kita kan?” tutur JK.

Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie juga sempat menuliskan kata sambutan pada buku tersebut sebelum ia berpulang pada 11 September 2019. Habibie menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Asmawi atas kontribusinya terhadap PT DI hingga bisa terbang tinggi. Juga kepada Pindad untuk membiayai proyek alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan transformasi PT KAI.

Atas keputusan-keputusannya selama memimpin BRI, menurut Habibie, Asmawi Syam layak mendapat julukan sebagai tokoh perbankan yang peduli pada industri strategis nasional. “Untuk membuat keputusan seperti itu butuh kualitas kepemimpinan yang tidak hanya inovatif atau kreatif, tapi juga sosok yang kuat,” ujar Habibie.

Habibie mengaku sependapat dengan konsep kepemimpinan Asmawi. “Seorang pemimpin harus memiliki visi dan ide yang jelas, harus membangun roadmap, dan mengeksekusinya dengan berani,” tandas dia. (c04)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA