Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor OJK/David Gita Rosa

Kantor OJK/David Gita Rosa

Penetrasi Dana Pensiun Merosot Jadi 5,48%

Selasa, 5 Januari 2021 | 04:28 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Penetrasi dana pensiun di Indonesia tidak beranjak dari posisi 6% selama lima tahun belakangan. Bahkan penetrasi dana pensiun pada 2019 merosot menjadi 5,48%.

Hal itu dipaparkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui buku statistik dana pensiun tahun 2019 yang dirilis medio Desember 2020. OJK mengungkapkan bahwa sejak tahun 2015-2019, perkembangan rasio penetrasi peserta dana pensiun relatif stabil pada kisaran 5%-6%.

Dengan rincian sejak 2015-2019 adalah 6,16%, 6,26%, 5,93%, 6,01%, dan 5,48%. Penetrasi dana pensiun tersebut tidak termasuk peserta dalam program jaminan pensiun yang diselenggarakan oleh BP Jamsostek.

Penetrasi dana pensiun tersebut didasarkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Februari 2019 terkait jumlah tenaga kerja yang termasuk dalam kategori berusaha sendiri, berusaha dengan buruh tetap dan buruh/ karyawan/pegawai sebanyak 80.077.656 orang. Sedangkan jumlah peserta dana pensiun mencapai 4.387.673 orang.

"Dengan demikian, penetrasi jumlah peserta Dana Pensiun pada tahun 2019 terhadap jumlah tenaga kerja Indonesia secara nasional hanya sebesar 5,48%,"  tulis OJK dalam buku statistik dana pensiun tersebut.

OJK menilai, dalam lima tahun terakhir pertumbuhan kepesertaan dana pensiun menunjukan peningkatan meskipun tidak dalam jumlah yang signifikan. Tapi OJK pun memaparkan bahwa jumlah peserta dana pensiun mengalami penurunan sebanyak 247.401 orang atau turun 5,34% (yoy). Dari sebanyak 4.635.074 orang pada tahun 2018 menjadi sebanyak 4.387.673 orang pada tahun 2019.

"Dibandingkan tahun sebelumnya (2018), penurunan jumlah peserta terjadi baik untuk DPPK maupun DPLK, masing-masing menurun sebanyak 17.808 orang atau turun 1,28% (yoy) dan 229.593 orang atau turun 7,09% (yoy)," imbuh OJK.

Pada tahun 2019, komposisi kepesertaan dana pensiun masih didominasi oleh DPLK sebesar 68,61% jika dibandingkan kepesertaan DPPK yang tercatat hanya 31,39%. Sepanjang 5 tahun terakhir, persentase jumlah peserta DPLK selalu mendominasi dengan kisaran 68,01% per tahun sedangkan untuk persentase DPPK hanya 31,99% per tahun.

Terkait DPPK-PPIP yang diselenggarakan oleh DPLK, selama 5 tahun terakhir jumlah pemberi kerja/perusahaan yang mengikutsertakan pegawainya ke DPLK selalu mengalami peningkatan, namun pada tahun 2019 tercatat sebanyak 7.864 perusahaan yang jumlahnya lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 8.318 perusahaan.

Lebih lanjut, data penerima manfaat pensiun di tahun 2019 tercatat sebanyak 669.855 orang. Dengan komposisi penerima manfaat pensiun terdiri dari penerima manfaat pensiun normal bulanan sebanyak 422.649 orang atau mencakup 63,10%. Kemudian, penerima manfaat pensiun janda/duda bulanan sebanyak 143.088 orang atau 21,36%.

Lalu penerima manfaat pensiun sekaligus sebanyak 99.755 orang atau terdiri dari 14,89%. Terdapat penerima manfaat pensiun anak bulanan sebanyak 3.201 orang atau mencakup 0,48%. Serta penerima manfaat pensiun dengan pembelian anuitas sebanyak 1.162 orang atau mencakup 0,17%.

Aset Meningkat
Sementara itu, pada akhir tahun 2019, total aset neto dana pensiun naik sebesar 8,30% (yoy), dari Rp 268,03 triliun menjadi Rp 290,27 triliun.

Berdasarkan total aset neto tersebut, komposisi aset neto untuk DPPK PPMP sebesar Rp 159,32 triliun (54,89%), DPPK PPIP sebesar Rp 35,06 triliun (12,08%), dan DPLK sebesar Rp 95,89 triliun (33,03%).

Peningkatan terbesar terjadi pada DPLK sebesar Rp 13,31 triliun atau naik 16,12% (yoy). Selanjutnya DPPK PPMP sebesar Rp 6,29 triliun atau naik 4,11% (yoy), Terakhir DPPK-PPIP sebesar Rp 2,64 triliun atau naik 8,15% (yoy).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN