Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Blockchain (ist)

Ilustrasi Blockchain (ist)

Peran Blockchain dan Kripto Dalam Masa Depan Pembayaran Sistem Perbankan

Rabu, 9 Juni 2021 | 20:53 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Selama satu dekade terakhir, sistem pembayaran telah bertransformasi dengan begitu cepat. Dari pembayaran lintas batas real-time, menuju penggunaan blockchain, mata uang kripto, termasuk juga Libra dan Diem milik Facebook. Belum lama ini, juga muncul Central Bank Digital Currencies (CBDC) dan stable coin.

Terkait hal tersebut, blockchain dan mata uang kripto pun dinilai akan memainkan peran penting dalam masa depan pembayaran sistem perbankan. Anish Jain, selaku Managing Director dan CEO dari WadzPay memberikan pemahamannya melalui diskusi di Virtual Fintech Forum 2021 dengan tema 'Masa Depan Pembayaran Sistem Perbankan: Peran Blockchain dan Kripto', Rabu (9/6).

Menurut Anish, mayoritas pembuat blockchain saat ini lebih berfokus pada model hybrid, yang menempatkan blockchain sebagai pusat dari ekosistem dan melengkapinya dengan teknologi tradisional lainnya, karena kebanyakan instansi melakukannya. “Banyak yang perlu diperbaiki agar blockchain bisa benar-benar bersaing dengan sistem pembayaran tradisional saat ini,” kata Anish dalam keterangan tertulisnya.

Anish berpendapat, blockchain berupaya untuk mengisi peran tertentu yang tidak bisa diisi oleh sistem pembayaran tradisional yang berlapis-lapis dan menyebabkan tingginya biaya yang ditimbulkan oleh sistem pembayaran itu sendiri. Blockchain berusaha membawa masyarakat unbanked karena berbagai alasan tadi ke dalam ekosistem keuangan, menggunakan pendekatan hybrid.

“Kebanyakan penggunaan awal blockchain adalah dari perspektif konsumen. Semua fitur yang dimiliki blockchain misalnya, bisa dimasukan ke dalam smart money yang bisa digunakan dalam kebutuhan transaksi barang-barang sosial sehari-hari. Misalnya saja di tengah wabah pandemi dan orang memerlukan dana bantuan, penggunaannya sangat relevan dibanding penggunaan uang kas maupun aplikasi pembayaran lainnya,” ujar Anish.

Adapun terkait munculnya Mata Uang Digital Bank Sentral atau CBDC dan dampaknya terhadap sistem pembayaran yang ada, menurut Anish hal tersebut masih memberikan manfaat kepada masyarakat, misalnya terkait pemerataan kesejahteraan dan distribusi akses yang sama terhadap kredit.

“Pemerintah dan Bank Sentral akan menyukai CBDC karena kemudahan, penghematan biaya dan juga pengawasannya. Namun, banyak bagian dari masyarakat umum masih akan lebih memilihnya sebagai solusi alternatif,” kata dia.

Anish pun berharap dari sisi konsumen, ke depan, pembayaran, transfer dan penyelesaian transaksi akan bisa dilakukan dalam hitungan jam, bukan tiga hari seperti yang masih terjadi sekarang. Hal itu akan membawa efisiensi yang sangat besar.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN