Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pefindo Biro Kredit Luncurkan Produk Scoring Alternatif

Pefindo Biro Kredit Luncurkan Produk Scoring Alternatif

Permintaan Credit Score Naik, Penyaluran Kredit Mulai Menggeliat

Kamis, 29 April 2021 | 13:30 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Aktivitas penyaluran kredit dipercaya mulai menggeliat selama tiga bulan pertama 2021. Hal itu terindikasi dari meningkatnya permintaan credit score dan informasi kredit debitur oleh lembaga keuangan untuk keperluan analisa kredit. Sinyal positif tersebut menyiratkan bahwa aktivitas penyaluran kredit mulai pulih secara berangsur-angsur baik dari sisi permintaan dan penawaran.

Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit – IdScore Yohanes Arts Abimanyu mengungkapkan, permintaan (inquiry) credit score dan laporan kredit yang diterima pihaknya terus menunjukkan tren peningkatan dari waktu ke waktu.

"Inquiry yang masuk selama kuartal I-2021 tercatat meningkat 26% dibanding kuartal IV-2020. Jumlah tersebut mencapai hampir 80% dibanding inquiry pada periode yang sama tahun 2020, saat belum terjadi pandemi," ujar Abimanyu di Jakarta, Kamis (29/4).

Pada kuartal II-2020 saat awal terjadinya pandemi Covid 19, nilai permintaan laporan kredit dan credit score mengalami penurunan yang signifikan namun mulai berangsur-angsur naik pada kuartal III dan IV hingga kuartal I-2021.

Program vaksinasi merupakan salah satu faktor kunci yang mendukung pulihnya aktivitas bisnis. Di sisi lain, berbagai stimulus yang digelontorkan pemerintah, bank sentral dan regulator seperti: penghapusan PPnBM kendaraan bermotor, penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate serta pelonggaran ketentuan uang muka kredit kendaraan bermotor dan properti, menunjukkan hasil positif yang akan terus mendorong optimisme pertumbuhan kredit tahun ini.

Dalam kondisi saat ini, lembaga keuangan penyalur kredit dan pembiayaan diharapkan tetap mencermati profil risiko debitur dengan melakukan asesmen secara cermat dan terukur. "Meskipun terjadi peningkatan permintaan, kualitas portofolio kredit tetap harus menjadi fokus utama guna memastikan kestabilan cash flow, kesehatan keuangan dan keberlangsungan bisnis ke depan," tambah Abimanyu.

Naiknya permintaan kredit menuntut kebijakan pemberian kredit yang prudent serta kecukupan manajemen risiko agar risiko gagal bayar dapat diantisipasi sejak dini guna mencegah kenaikan NPL dan penurunan kualitas portofolio kredit. Semua jenis informasi dan data dapat dimanfaatkan secara optimal dalam analisa kredit guna menghasilkan credit scoring serta gambaran profil risiko debitur yang akurat.

"Namun demikian, proses analisa haruslah menggunakan data valid. Penggunaan credit scoring harus menggunakan data dari sumber yang valid dan kredibel agar keputusan yang diambil tepat dan tidak merugikan debitur karena ketidakakuratan data," tambah Abimanyu.

Lebih jauh Abimanyu melanjutkan, ditengah maraknya pemanfaatan credit scoring seperti saat ini, perlu dipastikan agar data yang digunakan berkualitas dan memadai, berasal dari sumber terpercaya serta didukung metodologi teruji, sehingga profil debitur yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

"Masyarakat juga dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pengecekan credit scoring pribadi agar tidak dirugikan dalam proses pengajuan kredit," pungkas Abimanyu.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN