Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan transaksi di salah satu bank peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Nasabah melakukan transaksi di salah satu bank peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Purbaya: LPS Kelola Investasi Sesuai UU

Jumat, 4 Juni 2021 | 17:37 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa pengelolaan aset LPS termasuk juga dana dari masyarakat telah dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 24 tahun 2004 tentang LPS.

Menurut dia, berdasarkan amanat Undang-Undang, LPS hanya dapat menempatkan aset pada surat berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia dan/atau Bank Indonesia (BI).

“Selain SBN, di dalam aset LPS kami juga telah menyiapkan dana setiap tahun untuk mengantisipasi apabila perbankan ada masalah, ada sejumlah dana triliunan rupiah yang kami siapkan dalam bentuk cash dan dapat digunakan langsung untuk membantu perbankan setiap saat apabila diperlukan,” jelas Purbaya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/6).

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 

Perihal SBN, pihaknya pun menjelaskan bahwasanya SBN adalah instrumen investasi yang bersifat likuid atau mudah dicairkan. Selain itu, LPS siap mengawal perbankan Indonesia apabila terjadi masalah.

"Kami mempunyai Nota Kesepahaman dengan bank sentral dan sudah kami tes secara riil. Intinya Rp 148 triliun dana kami itu likuid. Jadi, dana masyarakat di perbankan itu dijamin oleh dana yang likuid dan siap mengawal perbankan nasional," tutur dia.

Pihaknya menyebut, hasil investasi LPS setiap tahun juga cukup baik, sekitar lebih dari Rp 12 triliun. "Artinya pengelolaan dana kami dan dana dari masyarakat juga sangat baik dan kami jamin tidak ada penyimpangan-penyimpangan aneh," tegasnya.

Lebih lanjut, sehubungan dengan penurunan tingkat bunga penjaminan, Purbaya berharap akan terjadi transmisi kebijakan moneter yang lebih baik dan berdampak positif untuk lebih mendorong sisi supply maupun demand bagi perekonomian.

“Dengan sudah diturunkannya bunga penjaminan LPS, maka suku bunga deposito akan semakin turun dan perbankan dari segi cost-nya juga akan turun sehingga ada ruang bagi perbankan untuk menyalurkankan kredit dan menurunkan bunga pinjaman, sehingga korporasi akan lebih tertarik untuk meminjam dari perbankan,” tutupnya.    

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN