Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan memperlihatkan uang dolar AS diantara uang rupiah di sebuah bank di Jakarta, belum lama ini.   BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan memperlihatkan uang dolar AS diantara uang rupiah di sebuah bank di Jakarta, belum lama ini. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Rupiah Diprediksi Bergerak di 14.785-14.925

Jumat, 11 September 2020 | 09:45 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi (11/9/2020) melemah 45 poin atau 0,3% menjadi Rp14.900 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.855 per dolar AS.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analyst Bank Mandiri dalam sambungan telepon dengan BeritaSatuTV di acara IDX Opening Bell, Jumat (11/9/2020) mengatakan, tekanan terhadap rupiah hari ini masih cukup besar.

“Kemarin rupiah ditutup melemah 14.800, hari ini saya lihat tekanan masih cukup besar ya sudah di 14.900. Terakhir rupiah di level 14.900 itu bulan Mei lalu ketika pemberlakuan PSBB pertama. Jadi tekanan terhadap pasar spesifik di Indonesia, seperti kemarin setelah muncul pengumuman PSBB jilid dua di Jakarta,” katanya.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Rully menilai hari ini rupiah masih ada potensi untuk melemah. Rupiah masih aka nada di rentang yang cukup lebar karena ketidakpastiannya masih sangat tinggi.

“Rentangnya saya perkirakan hari ini berkisar di 14.785 sampai 14.925,” sambungnya.

Menurut dia, jika PSBB diberlakukan pekan depan maka tekanan terhadap rupiah akan tetap besar. Namun di sisi lain, biasanya kalau tekanan cukup besar akan ada kebijakan untuk menstabilkan nilai tukar oleh Bank Indonesia.

“Kita harapkan sih rupiah belum akan menyentuh 15.000. Cuma tekanannya pasti akan sangat besar ke depannya, terutama di minggu depan,” jelasnya.

Terhadap mata uang dunia lainnya, Rully menilai secara umum rupiah juga tertekan. “Kita lihat terhadap dolar Singapura sekarang di kisaran 10.900, sementara terhadap euro 17.632. Spesifik memang isunya di Indonesia,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN