Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi transaksi dengan menggunakan QRIS pada OVO. (Youtube)

Ilustrasi transaksi dengan menggunakan QRIS pada OVO. (Youtube)

September, Transaksi QRIS Tembus Rp 800 Miliar

Selasa, 17 November 2020 | 20:59 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Nilai transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menembus nilai Rp 800 miliar sampai dengan September 2020. Nilai itu dicatatkan oleh lebih dari 10 juta transaksi.

Kinerja QRIS itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Djamin Nainggolan pada suatu webinar. Dia menyatakan mendukung inisiatif menghadirkan QRIS oleh Bank Indonesia (BI) dan pihak yang terkait.

Menurut Djamin, QRIS bisa menunjang sistem pembayaran digital dibandingkan mesin modern ritel lainnya. Di samping itu, masih banyak UMKM yang tidak pernah tersentuh layanan sistem pembayaran digital. Dalam hal ini, QRIS mendukung ekspansi pembayaran serta mampu meningkatkan transaksi digital UMKM di Indonesia.

Tidak sampai di sana, kata dia, bahkan pemain fintech dan bank pun sebelumnya memiliki uang elektronik dan fasilitas pembayaran sendiri-sendiri. Kehadiran QRIS saat ini mampu mewadahi semua layanan uang elektronik. Sampai saat ini QRIS turut mencatatkan pencapaiannya dalam sistem pembayaran di Indonesia, khususnya bagi UMKM.

"Per September secara transaksi memang ada penurunan yakni pada Maret 2020 saat PSBB. Namun pada September 2020 sudah baik. Dengan telah dicabutnya PSBB mudah-mudahan bisa memecahkan rekor. Sedangkan secara amount, meski secara jumlah transaksi lemah, tapi amount-nya lebih tinggi. Artinya mereka, pengguna, lebih nyaman menggunakan QRIS untuk ticket size yang lebih tinggi," demikian kata Djamin, Selasa (17/11).

Dia menambahkan, sampai saat ini jumlah yang menggunakan layanan QRIS naik dari 4,7 juta menjadi 5 juta merchant. Jumlah itu diyakini masih akan meningkat seiring dengan kebiasaan masyarakat terkait protokol kesehatan dan dorongan pemerintah bertransaksi secara non tunai.

Namun demikian, Djamin mengatakan, jumlah merchant aktif juga perlu terus didorong ketika secara kuantitas target 5 juta merchant telah dicapai.

"PR berikutnya bagaimana caranya agar merchant itu aktif. Saat ini banyak yang punya produk keuangan tapi gak mengerti fungsinya. PR kita tidak hanya akuisisi jumlah merchant, tapi bagaimana edukasi menggunakan dengan benar. Karena cyber crime itu ada dimana-mana," pungkas dia.

Perry Warjiyo. Foto: IST
Perry Warjiyo. Foto: IST

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga menyampaikan, bank sentral pada tahun 2019 memulai transformasi digital pada sistem pembayaran dengan meluncurkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Saat ini hal tersebut telah mengalami kemajuan yang luar biasa dengan berbagai inisiatif-inisiatif.

Salah satu inisiatifnya, kata dia, adalah QRIS, yang telah mencapai lebih dari 5 juta merchant di seluruh Indonesia. Karena menurut Perry, digitalisasi yang salah satunya diaplikasikan lewat QRIS merupakan salah satu kunci sumber pertumbuhan ekonomi ke depan. Selaras dengan transformasi digital yang digagas oleh Presiden RI Joko Widodo.

Di samping itu, Direktur Bisnis Komersial BRI Syariah Kokok Alun Akbar menuturkan, QRIS menjadi solusi ketika banyaknya metode pembayaran non tunai. Pihaknya menggandeng berbagai merchant di berbagai bidang untuk penggunaan layanan tersebut.

"BRI Syariah mendukung sepenuhnya penggunaan sistem QR Code Indonesian Standard (QRIS). Untuk implementasi QRIS, BRI Syariah telah bekerja sama dengan 3.411 merchant. Kami yakin, jika QRIS tersosialisasi dengan baik dan digunakan maksimal oleh masyarakat Indonesia, QRIS kedepannya akan membantu peningkatan ekonomi," kata dia melalui keterangan tertulis.

Dia menilai, QRIS tidak hanya menghadirkan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi. Adanya QRIS di mobile banking BRI Syariah dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas layanan pembayaran ritel non tunai yang inklusif, khususnya untuk UMKM.

"Transaksi dapat tercatat secara real time, dan menghindarkan merchant dari uang palsu sehingga menambah rasa aman bagi pembeli maupun penjualan. Kesimpulannya, bertransaksi menggunakan QRIS INsya Allah mudah, nyaman, aman, dan berkah," tandas Kokok.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN