Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan berkativitas di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta

Karyawan berkativitas di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta

SJK Harus Penuhi Prinsip Perlindungan Konsumen Sejak Mendesain Produk

Minggu, 25 April 2021 | 21:53 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meramu aturan terbaru mengenai perlindungan konsumen. Pelaku usaha di sektor jasa keuangan (SJK) harus memenuhi prinsip perlindungan konsumen dari mulai mendesain produk hingga penanganan sengketa.

Ketentuan yang dimaksud dipaparkan dalam Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) tentang Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan. Dalam hal ini, OJK telah meminta saran dan tanggapan para pelaku usaha di sektor jasa keuangan.

Beleid terbaru mengenai perlindungan konsumen sebelumnya telah diatur dalam POJK Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Pembentukan POJK dimaksud memiliki misi utama yakni untuk memenuhi aspek perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Pada POJK 1/2013, aturan perlindungan konsumen diharapkan antara lain pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) memperhatikan aspek kewajaran dalam menetapkan biaya atau harga produk dan/atau layanan, fee-based pricing minimum yang tidak merugikan Konsumen. Serta kesesuaian produk dan/atau layanan yang ditawarkan dengan kebutuhan dan kemampuan Konsumen.

Hal itu diterapkan melalui market conduct yang diterapkan secara simbang antara menumbuhkembangkan sektor jasa keuangan dengan pemenuhan hak dan kewajiban konsumen. Sehubungan dengan itu, upaya perlindungan Konsumen dan/atau masyarakat diarahkan untuk mencapai dua tujuan utama.

Pertama, meningkatkan kepercayaan dari investor dan konsumen dalam setiap aktivitas dan kegiatan usaha di sektor jasa keuangan (Market Confidence). Kedua, memberikan peluang dan kesempatan untuk perkembangan bagi PUJK secara adil, efisien dan transparan.

Di sisi lain konsumen memiliki pemahaman hak dan kewajiban dalam berhubungan dengan PUJK mengenai karakteristik, layanan, dan produk (Level Playing Field).

Namun demikian, dalam perkembangannya POJK itu itu masih memerlukan penyempurnaan. Terutama untuk mewujudkan perlindungan konsumen yang efektif, menyikapi perkembangan inovasi dan teknologi yang cepat dan dinamis di sektor jasa keuangan, menyelaraskan dengan regulasi dan kebijakan baru yang diterbitkan di sektor jasa keuangan, serta penguatan pengawasan market conduct.

Oleh karena itu, perlindungan konsumen mesti diwujudkan secara efektif, mampu mampu melindungi dan menjaga kepercayaan konsumen, penguatan regulasi, serta memastikan kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan.

Pelaku usaha di SJK harus memenuhi prinsip-prinsip perlindungan konsumen yaitu edukasi yang memadai, keterbukaan dan transparansi informasi produk dan/atau layanan, perlakuan yang adil dan perilaku bisnis yang bertanggung jawab, perlindungan aset, privasi, dan data konsumen, penanganan pengaduan dan sengketa yang efektif, serta penegakan kepatuhan.

"Pemenuhan prinsip-prinsip tersebut dilakukan dalam mendesain, menyusun dan menyampaikan informasi, menawarkan, membuat perjanjian,melayani penggunaan atas produk dan/atau layanan serta penanganan dan penyelesaian pengaduan dan sengketa Konsumen," demikian bunyi RPOJK Perlindungan Konsumen dikutip Investor Daily, Minggu (25/4).

OJK menuturkan, esensi dari aturan perlindungan tidak berubah. Diantaranya guna menciptakan sistem perlindungan konsumen yang andal.

Selain itu, turut meningkatkan pemberdayaan konsumen dan menumbuhkan kesadaran PUJK mengenai pentingnya perlindungan konsumen, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat pada sektor jasa keuangan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN