Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sri Utami, nasabah inspiratif prasejahtera BTPN Syariah, sedang memperlihatkan tempat usaha pembuatan bantal dan guling kepada awak media yang berkunjung ke di Kelurahan Tegalsari, Semarang pada 20 Agustus 2019. (Foto: Investor Daily / Happy Amanda Amalia)

Sri Utami, nasabah inspiratif prasejahtera BTPN Syariah, sedang memperlihatkan tempat usaha pembuatan bantal dan guling kepada awak media yang berkunjung ke di Kelurahan Tegalsari, Semarang pada 20 Agustus 2019. (Foto: Investor Daily / Happy Amanda Amalia)

Upaya Nasabah BTPN Syariah Meraih Mimpi (bagian pertama)

Usaha Bantal Sri Utami Tembus ke Pasar Modern

Happy Amanda Amalia, Minggu, 8 September 2019 | 08:05 WIB

SEMARANG, investor.id – Peran wanita, disadari sangat penting bagi semua orang karena kehadirannya mampu menciptakan kebahagiaan keluarga. Di pelosok negeri ini, tersebar wanita-wanita perkasa yang disebut sebagai “Ibu” yang turut berjuang demi keluarga mewujudkan hidup yang lebih baik, meraih sejahtera.

Walau berasal dari keluarga pra-sejahtera, para ibu ini tetap memiliki mimpi besar baik untuk keluarganya maupun untuk lingkungan sekitar. Tidak ingin berpangku tangan dan hanya berharap kepada suami, para wanita yang didominasi ibu rumah tangga itu mulai menggerakkan tangan-tangan terampilnya sehingga melahirkan sejumlah karya, mulai dari bantal, mebel, souvenir, laundry, mukena, tas anyama, batik, songket, sampai makanan ringan.

Untuk memulai usaha-usaha tersebut, tentunya dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Dan umumnya, rintangan awal bagi para ibu adalah soal ketersediaan modal, yang kemudian membuatnya terpaksa mengubur impiannya.

Adalah BTPN Syariah yang sampai saat ini menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang memfokuskan diri melayani keluarga pra-sejahtera produktif (unbankable). Melalui model bisnis BTPN Syariah yang unik, yaitu mengkombinasikan misi bisnis dan sosial (do good do well) itulah, keluarga pra-sejahtera jadi memiliki kesempatan untuk mengejar mimpinya.

Beberapa waktu lalu, Investor Daily bersama beberapa media nasional dan lokal berkesempatan memenuhi undangan BTPN Syariah mengunjungi Semarang untuk melihat bagaimana bank itu menjalankan bisnis pembiayaan sekaligus berinteraksi dengan para nasabah inspiratif di Semarang.

Nasabah inspiratif pertama yang ditemui adalah Sri Utami yang menjalankan usaha bantal, sarung bantal, bantal sofa, seprei, bed cover, dan peralatan rumah tangga di Kelurahan Tegalsari, Semarang. Usaha yang dirintis bersama suami bernama, Rhino itu dimulai sejak 1995, dan kini sudah menghasilkan omset Rp 125 juta-150 juta per bulan.

Sri mengaku bergabung dengan BTPN Syariah hampir dua tahun terakhir, sejak Agustus 2017. Sebelumnya dia adalah nasabah dari Bank Sahabat Purba Danarta – yang telah diakuisisi oleh BTPN.

“Pembiayaan awal yang saya ambil dari Bank BTPN Syariah sekitar Rp 8 juta, kemudian bertambah Rp 40 juta, setelah itu Rp 50 juta,” ujar dia.

Perjalanan Sri merintis usaha bantal juga tidak melulu berjalan mulus, apalagi tempat usahanya sempat dilanda musibah kebakaran. Padahal dirinya dan suami, saat itu baru membeli bahan baku. Musibah yang menghanguskan semua bahan baku dan tempat usaha itu, kata Sri kemungkinan dikarenakan oleh keponakannya yang bermain korek api.

Setelah musibah tersebut, Sri dan suami memutuskan mencari tempat usaha baru dan merintis lagi dari awal. Untuk mendapat modal awal pun diakui oleh Sri sangat sulit karena bank-bank umumnya meminta agunan.

Pasangan suami istri yang dikaruniai tiga anak ini kemudian mulai menawarkan bantal yang diperdagangkan usai pulang kerja di bagian administrasi sekolah. Dengan diantar suami menggunakan mobil, Sri kerap keluar kota membawa bantal, guling, seprei, dan lainnya.

“Kita cari langganan dulu pakai mobil sama bapak (suami, red). Jadi setiap sore setelah pulang kerja, kita ke Delanggu, sambil bawa anak juga untuk jualan barang-barang itu. Kalau sisa ya dibawa pulang lagi. Jadi berangkat sore, pulang malam,” ujarnya.

Sebagai perempuan, Sri mengatakan tidak ingin sekedar meminta tetapi juga ikut membantu merintis usaha bersama-sama keluarga. “Bapak sekarang jadi PNS honorer, jadi kita saling bantu. Bagian mana yang saya bisa bantu, ya saya kerjakan, seperti kulakan, mencari bahan baku, kain, nanti Bapak yang mencari dacron,” katanya

Sri Utami (kanan)sedang melihat pekerjaan karyawannya yang sedang menjahit guling pada 20 Agustus 2019. Ibu Sri adalah nasabah inspiratif prasejahtera BTPN Syariah yang menjalankan usaha pembuatan bantal dan guling di Kelurahan Tegalsari, Semarang. (Foto: Investor Daily / Happy Amanda Amalia)
Sri Utami (kanan)sedang melihat pekerjaan karyawannya yang sedang menjahit guling pada 20 Agustus 2019. Ibu Sri adalah nasabah inspiratif prasejahtera BTPN Syariah yang menjalankan usaha pembuatan bantal dan guling di Kelurahan Tegalsari, Semarang. (Foto: Investor Daily / Happy Amanda Amalia)

.

Usaha yang dimulai perlahan ini kemudian mendapat bantuan dari BTPN Syariah dan kini Sri dan suami tidak perlu repot-repot mengantarkan barang-barang dagangan ke pelanggan, cukup diletakkan ke supermarket-supermarket besar di Jawa Tengah saja. Dengan demikian, omset yang diperolehnya lebih jelas dan pasti karena sudah terikat kontrak dengan 22 supermarket besar di seluruh Jawa Tengah.

“Di bank sebelumnya, kita mengangsur sebulan sekali. Tetapi setelah mengenal BTPN Syariah, kita bisa mengangsur dua minggu sekali dalam pertemuan yang diadakan setiap dua minggu sekali. Administrasi juga nggak terlalu sulit. Jadi kita sangat terbantu dan lebih mengembang dengan tambahan modal. Kita juga manfaatkan car free day di Semarang untuk jualan untuk tambah modal juga,” kata Sri yang saat ini memiliki 6 karyawan 12 SPG.

“Alhamdulillah usaha Mitra Jaya yang UMKM ini, tapi sudah bisa tembus ke pasar-pasar modern. Merek kita juga jadi lebih bisa dikenal masyarakat,” tambah Rhino,

Terkait menghadapi persaingan usaha, baik Sri dan Rhino setuju untuk selalu berinovasi baik dalam bentuk, warna, maupun corak produk bantal guling, Apalagi kompetisinya ketat karena datang dari perusahaan-perusahaan besar. Sri juga memanfaatkan media online untuk memasarkan produknya.

Saat ditanya alasan tetap bertahan menjadi nasabah BTPN Syariah, Sri mengungkapkan bunga ringan dan pelayanan kekeluargaan dari BTPN Syariah yang membuatnya nyaman.

“Bunganya ringan, paling senang dengan angsuran dua minggu sekali. Disamping itu, mbaknya (Community Officer/CO) yang datang ke rumah, pelayanan terjamin dan kita nggak perlu datang ke bank, mereka langsung datang ke rumah membuat kita nyaman. Jadi kita selalu berusaha semaksimal mungkin untuk membayar angsuran dengan lancar. Pendekatannya juga persuasif, kekeluargaan,” katanya.

Sedangkan Rhino menambahkan bahwa dirinya dan istri juga berusaha banyak membantu masyarakat, khususnya teman-teman di lingkungan sekitar dengan mensosialisasikan tentang BTPN Syariah.

“Jadi warga kami sekarang banyak yang ingin punya usaha dengan meminta bantuan kepada BTPB Syariah, agar dibantu permodalannya. Di tingkat kecamatan, saya juga merekomendasikan agar dapat dibantu lewat BTPN Syariah. Karena saya juga ketua PKL (pedagang kaki lima) di Semarang dengan anggota sebanyak 1.000-an lebih, sudah ada kerja sama dan kesepahaman dengan BTPN Syariah. Dan sekarang banyak teman yang telah bergabung dalam kelompok-kelompok. Dan saya berharap ke depannya, BTPN bisa membantu memperluas bantuan untuk masyarakat di daerah Semarang,” tambahnya.


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA