Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Zooming with Primus - Melindungi Dana Nasabah Bank, live di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Sumber: BSTV

Zooming with Primus - Melindungi Dana Nasabah Bank, live di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Sumber: BSTV

YLKI Terima Banyak Pengaduan Soal Lembaga Keuangan

Jumat, 27 November 2020 | 10:13 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id --  Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi.mengatakan, pihaknya telah menerima banyak pengaduan masyarakat mengenai lembaga jasa keuangan.Hal ini disebabkan minimnya literasi keuangan masyarakat.

“Pengaduan yang masuk, jasa keuangan mendominasi 60%, salah satunya perbankan, lalu asuransi dan leasing,” kata Sularsi dalam acara Zooming with Primus dengan tajuk “Menjaga Dana Nasabah” yang disiarkan di BeritaSatu TV, Kamis (26/11).

Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

Acara yang dipandu Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu itu juga menghadirkan pembicara Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Sarjito, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Didik Madiyono.

Dia mengungkapkan, selain lembaga keuangan tersebut, pengaduan yang masuk ke YLKI juga mayoritas terkait pinjaman online. Untuk pengaduan perbankan, pengaduan yang disampaikan adalah penagihan karena tidak mampu membayar angsuran.

“Kedua, fraud, ini salah satu yang terjadi di era digital. Masyarakat literasinya minim, belum memahami menggunakan transaksi elektronik, ini menjadi permasalahan tersendiri,” ucap dia.

Profil nominal simpanan dan jumlah rekening
Profil nominal simpanan dan jumlah rekening

Pihaknya mengharapkan, masyarakat dan nasabah diberikan edukasi dan literasi untuk melakukan transaksi, khususnya transaksi digital. Perbankan juga diminta untuk secara aktif memberi literasi terkait produk yang hendak ditawarkan kepada nasabah secara jelas.

“Literasi dari sisi konsumen sendiri, ini sering terjadi, dan kami tangani di YLKI,” lanjut dia.

Selain itu, lembaga jasa keuangan juga perlu menjelaskan kepada nasabah atau konsumen sebelum menawarkan produk. Hal tersebut supaya konsumen memahami apa hak dan kewajiban, serta risiko yang bisa ditimbulkan.

“Produk bank ini secure untuk customer atau tidak? Ada jaminan keamanan ketika mudah membuka rekening, pertanyaannya bagaimana security- nya?,” tutur Sularsi.

Dia mengaku, di YLKI juga menerima pengaduan konsumen yang mengalami pembobolan dana di bank. Dalam kasus tersebut, YLKI menggunakan penyelesaian alternatif, yakni melalui mediasi.

Sularsi, Kabid Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dalam Zooming with Primus - Melindungi Dana Nasabah Bank, live di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Sumber: BSTV
Sularsi, Kabid Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dalam Zooming with Primus - Melindungi Dana Nasabah Bank, live di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Sumber: BSTV

“Kalau sampai ke pengadilan belum, tapi pernah ada kasus penggunaan kartu kredit tapi penggunaan transaksinya itu di Australia itu masuk pengadilan. Tapi kita di

YLKI selesaikan melalui mediasi, kalau pengadilan itu butuh waktu panjang,” pungkas dia.

Sepanjang 2019, YLKI mencatat telah menerima 1.871 pengaduan konsumen. Pengaduan itu didominasi masalah di sektor perbankan hingga pinjaman online. Lima besar pengaduan masuk untuk kasus yang meliputi bank, pinjaman online, perumahan, belanja online, dan leasing.

Berdasarkan jumlahnya, pengaduan untuk perkara bank menempati porsi teratas dengan jumlah 106 kasus.

Berturut-turut diikuti perkara pinjaman online sebanyak 96 kasus, perumahan 81 kasus, belanja online 34 kasus, dan leasing sebanyak 32 kasus. Rata-rata pengaduan kasus yang berkaitan dengan perbankan meliputi gagal bayar, penagihan kartu kredit yang dianggap tidak sopan, serta dana nasabah hilang lantaran server bank bermasalah.(b1/jn)

Baca juga

https://investor.id/finance/undangundang-pdp-tingkatkan-perlindungan-nasabah

https://investor.id/finance/lps-tidak-jamin-individu-nasabah

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN