Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mitsubishi Xpander (ist)

Mitsubishi Xpander (ist)

PPKM Hambat Produksi Xpander, Inden Sentuh Dua Bulan

Kamis, 19 Agustus 2021 | 19:52 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang kini bernama PPKM level 4 menghambat produksi Mitsubishi Xpander. Alhasil, masa tunggu (inden) untuk mendapatkan Xpander berkisar 1-2 bulan.

Selama PPKM darurat, berdasarkan catatan Investor Daily, aktivitas produksi di pabrik tidak bisa maksimal, karena ada pembatasan. Sejauh ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) baru menguji coba produksi penuh di pabrik yang berada di kawasan PPKM level 4. Jika kasus baru Covid-19 tak melambung, industri di Jawa dan Bali bisa beroperasi penuh seperti sedia kala. 

Director of Sales And Marketing PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia Tetsuhiro Tsuchida (MMKSI) menuturkan, permintaan Xpander meningkat tajam, seiring insentif pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP) untuk mobil bermesin di bawah 1,5 liter, seperti Xpander. Diskon PPnBM mencapai 100% selama Juni-Agustus 2021 untuk mobil di kelas itu dan menciut menjadi 25% selama September-Desember 2021. Dengan PPnBM-DTP 100%, harga Xpander turun Rp 14-18 juta. 

“Kami mohon maaf, karena konsumen harus menunggu. Sekaranng, pabik kami kesulitan untuk berproduksi, karena ada PPKM. Secara umum, inden Xpander sudah dapat kami penuhi sampai akhir bulan ini. Namun, untuk varian dan warna tertentu Xpander, konsumen harus menunggu 1-2 bulan. Kami terus berupsaha dan berkordinasi dengan pabrik agar secepat mungkin mengirim mobil ke konsumen,” tegas dia.

Seiring dengan itu, dia belum bisa memberikan proyeksi penjualan pada Agustus 2021. Sebab, masih ada faktor positif dan negatif. Selaiin itu, PPKM masih berjalan dan belum tahu kapan kebijakan ini berakhir.

Fokus MMKSI, kata dia, tetap mendorong pabrik memaksimalkan produksi untuk memaksimalkan produksi. MMKSI masih melihat prospek pasar mobil solid dan terus memantau setiap perkembangan yang ada.

Juli 2021, penjualan ritel Mitsubishi mencapai 9.122 unit, naik 4,8% dibandingkan Juni, dengan pangsa pasar 15,4%. Ini merupakan total penjualan bulanan dan pangsa pasar tertinggi Mitsubishi Motors di Indonesia pada tahun fiskal 2021.

Di segmen kendaraan penumpang, MMKSI mencatat penjualan 6.080 unit, sedangkan di segmen kendaraan niaga ringan, MMKSI membukukan penjualan 3.042 unit. Xpander, termasuk varian Xpander Cross, mendominasi penjualan MMKSI, dengan porsi 50% lebih, diikuti L300 sebesar 22,6% dan Pajero Sport 16,3%.

Irwan Kuncoro, Director of Sales And Marketing MMKSI, menambahkan, PPKM darurat mengurangi permintaan mobil. Tetapi, dia melihat, situasi pandemi Covid-19 akan membaik. Selain itu, PPKM perlahan direlaksasi.

“Ini membuat kami optimistis tren pasar semester I akan berlanjurt pada semester II. Memang, dari sisi insentif PPnBM akan berkurang. Tetapi, kami masih melihat potensi permintaan Xpander dan Pajero Sport, yang baru saja keluar versi penyegarannya,” kata dia.


 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN