Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, dalam forum INVESTOR DAILY SUMMIT 2021, hari ke-2 Rabu (14/7/2021). Investor Daily Summit 2021 mengangkat tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Investor Daily/David Gita Roza

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, dalam forum INVESTOR DAILY SUMMIT 2021, hari ke-2 Rabu (14/7/2021). Investor Daily Summit 2021 mengangkat tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Investor Daily/David Gita Roza

Potensi Pasar Mobil 27 Juta Unit

Selasa, 23 November 2021 | 17:03 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Potensi pasar mobil baru di Indonesia masih sangat besar, seiring rendahnya rasio kepemilikan mobil (densitas) dibandingkan negara-negara Asean lainnya. Saat ini, densitas Indonesia hanya 99 per 1.000 orang, di bawah Thailand 275 per 1.000 orang dan Malaysia 490 per 1.000 orang.

Artinya, masih ada potensi pasar sekitar 27 juta unit, jika densitas Indonesia naik menjadi 200 per 1.000 orang atau mendekati densitas Thailand. Prinsipnya, untuk menambah densitas satu orang per 1.000 penduduk, dibutuhkan penjualan 270 ribu unit, berdasarkan populasi penduduk Indonesia sebanyak 270 juta orang. Dengan demikian, jika densitas bertambah 10, dibutuhkan tambahan penjualan 2,7 juta unit.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menuturkan, peluang penguatan pasar domestik Indonesia terbuka lebar, seiring membaiknya ekonomi yang mendongkrak pendapatan per kapita. Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia mencapai US$ 4.000 lebih dan menuju ke level US$ 5.000 seperti Thailand. Jika level itu tercapai, densitas Indonesia bisa meningkat.

Selain itu, dia menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan tol yang digeber pemerintah bisa mendongkrak penjualan mobil. Alasannya, jalan tol dibuat untuk mobil atau kendaraan roda empat lebih. “Dengan maraknya pembangunan tol, naik mobil ke Surabaya kini menjadi tren. Ini menjadi katalis pertumbuhan pasar mobil. Saya yakin, jika infrastrutktur terus membaik, penjualan mobil bisa tumbuh lebih besar lagi,” ujar Yohannes dalam Economic Outlook 2021 sesi diskusi Akselerasi Pembangunan Industri 2022 yang digelar BeritaSatu Media Holdings, Selasa (23/11/2021).

Dia menuturkan, sebelum pandemi Covid-19, rata-rata penjualan mobil mencapai 1,1 juta unit dan tertinggi 1,25 juta unit per tahun. Adapun ekspor mobil utuh (completely built up/CBU) mendekati 350 ribu unit, mobil terurai (completely knock down/CKD) 800 ribu, dan puluhan juta komponen. Adapun impor mobil utuh mencapai 80 ribu. Itu artinya, industri otomotif sudah mandiri, karena sebagian besar kebutuhan domestik dipasok industri dalam negeri.

Dia menegaskan, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, penjualan mobil terjun bebas. Ini tak lepas dari pembatasan ketat mulai Maret 2020. Pada Mei 2020, penjualan mobil tinggal 4.000 unit. Ini menandakan otomotif terpuruk pandemi.

Kala itu, dia mengungkapkan, pemerintah meminta jangan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di otomotif. Itu artinya, otomotif harus bertahan, kendati penjualan tingga 5% dari kondisi normal. Dalam keadaan sulit, tidak ada PHK di otomotif, kecuali pegawai kontrak yang habis waktu. Gaji dan tunjangan hari raya (THR) tetap dibayar pemerintah.

Memasuki 2021, dia menyatakan, pasar mobil domestik mulai pulih, seiring insentif pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP) Maret 2021. Per September 2021, penjualan mobil tumbuh 68% menjadi 672 ribu unit, ditopang insetif tersebut. Bahkan, September dan Oktober 2021, penjualan mobil sudah mencapai 85 ribu, mendekati normal.

“Seiring dengan itu, industri otomotif mulai memperkerjakan kembali kembali pegawai pabrik untuk meningkatkan produksi. Apalagi, pasokan beberapa mobil kini defisit, sehingga konsumen harus inden cukup lama. Kami berusaha keras penuhi permintaan konsumen agar tak inden lama,” tegas dia.

Gaikindo, kata dia, telah menaikkan target penjualan mobil 2021 menjadi 850 ribu unit dari sebelumnya 750 ribu unit, naik dari 2020 sebanyak 532 ribu unit. Penjualan mobil 2020 ambles 28% dari 2019 sebanyak 1,03 juta unit.

Dia menuturkan, ekspor juga tumbuh 33,5% per September 2021, didorong perbaikan pasar domestik. Pulihnya otomotif menjadi lokomotif pergeraka industri lain, seperti suku cadang, perusahaan pembiayaan, asuransi, hingga jalan tol.

Yohannes melanjutkan, dengan perbaikan ekonomi dan pengendalian pandemi, kinerja industri mobil bisa lebih baik 2022. Tahun depan, Gaikindo menargetkan penjualan mobil domestik berkisar 900-950 ribu unit. “Memang, target itu tidak tinggi, karena kami jaga-jaga jika pandemi belum selesai. Intinya, kami masih bisa bertahan dengan level penjualan sebanyak itu,” kata dia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN