Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ekspor Toyota Indonesia melalui Pelabuhan Patimban. (ist)

Ekspor Toyota Indonesia melalui Pelabuhan Patimban. (ist)

Melesat 48%, Ekspor Toyota Indonesia Lampaui Torehan sebelum Pandemi

Jumat, 15 April 2022 | 11:00 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Selama kuartal I-2022, Toyota Indonesia membukukan ekspor 10 unit model mobil utuh (completely built up/CBU) sebanyak 73 ribu unit ke empat benua. Jumlah itu melonjak 48% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebanyaak 49 ribu unit.

Jumlah itu bahkan lebih besar 58% dari performa ekspor sebelum pandemi Covid-19 pada 2019 sebanyak 46 ribu unit. Pencapaian positif ini didukung oleh peningkatan permintaan model kendaraan Toyota, seperti Toyota Veloz dan model lainnya di negara tujuan ekspor, antara lain Timur Tengah dan Asean.

“Ekspor Toyota kuartal I-2022 dibayangi ketidakpastian ekonomi global yang salah satunya dipengaruhi perang Rusia dan Ukraina. Namun demikian, kami terus berupaya berkontribusi terhadap ekspor otomotif nasional dengan selalu menjaga dan meningkatkan kualitas produk,” ujar Bob Azam, direktur corporate affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Kamis (14/4/2022).

Toyota Indonesia, kata dia, juga memastikan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) dilakukan terus-menerus. “Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia telah memberikan kebijakan-kebijakan yang mendukung daya saing produk otomotif Indonesia di pasar global,” ungkap Bob.

Pemerintah Indonesia mencanangkan target ekspor 1 juta unit kendaraan CBU dari Indonesia pada 2025. Demi mencapai target tersebut, pemerintah akan terus membuka keran investasi, menjadikan Indonesia sebagai salah satu ekspor i, hingga memberikan kemudahan regulasi bagi pelaku industri otomotif di dalam negeri agar dapat memperluas pasar ekspor baik dari prinsipal maupun ke negara tujuannya.

Sebagai salah satu industri prioritas, Bob menjelaskan, pemerintah sudah memberikan berbagai fasilitas dan infrastruktur pendukung, seperti Pelabuhan Patimban guna menambah volume ekspor. Industri otomotif Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi terpasang mencapai 2,5 juta per tahun dengan 1,5 juta SDM potensial yang berperan dari hulu hingga hilir rantai industri otomotif.

Di sisi lin, memasuki era elektrifikasi, Bob menyatakan, Toyota Indonesia siap memulai produksi kendaraan listrik berteknologi hybrid di pabrik Karawang yang juga ditujukan untuk pasar ekspor. Selaras dengan dukungan terhadap target pemerintah dalam mencapai netralitas karbon, Toyota Indonesia bertekad untuk menyediakan teknologi elektrifikasi yang saling melengkapi melalui konsep multi-pathway, mulai dari flexy-engine, FCEV, BEV, PHEV, HEV, hidrogen, biofuel, hingga LCGC.

“Pilihan teknologi ini disiapkan agar masyarakat dapat berkontribusi di masing-masing segmen dan bersama-sama mengurangi emisi di Indonesia sesuai porsi,” tegas Bob.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN