Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mesin di jalur perakitan baki baterai (dipotret) saat tur di pembukaan Pabrik Baterai kendaraan listrik Mercedes-Benz, satu dari tujuh lokasi yang memroduksi baterai untuk model Mercedes-EQ yang sepenuhnya listrik, di Woodstock, Alabama, AS pada Maret 15 2022. (FOTO: ANTARA / REUTERS / Elijah Nouvelage)

Mesin di jalur perakitan baki baterai (dipotret) saat tur di pembukaan Pabrik Baterai kendaraan listrik Mercedes-Benz, satu dari tujuh lokasi yang memroduksi baterai untuk model Mercedes-EQ yang sepenuhnya listrik, di Woodstock, Alabama, AS pada Maret 15 2022. (FOTO: ANTARA / REUTERS / Elijah Nouvelage)

AS Alokasikan Rp 43,5 Triliun untuk Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Rabu, 4 Mei 2022 | 11:28 WIB
Grace El Dora

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mengalokasikan lebih dari US$ 3 miliar atau sekitar Rp 43,5 triliun untuk membiayai produksi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/ EV).

Mengutip Reuters pada Rabu (4/5), dana tersebut akan dialokasikan oleh Departemen Energi dari anggaran infrastruktur senilai US$ 1 triliun atau sekitar Rp 14 ribu triliun yang ditandatangani oleh Presiden AS Joe Biden. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendirikan dan memperbaiki pabrik baterai.

Baca juga: Sambut Pemudik Pakai Kendaraan Listrik, PLN Operasikan 126 SPKLU di 48 Kota

Namun, dana tidak akan digunakan untuk mengembangkan tambang domestik baru untuk memroduksi lithium, nikel, kobalt, dan mineral permintaan tinggi lainnya yang dibutuhkan untuk membuat baterai. Beberapa dari proyek tersebut menghadapi tantangan lokal dan terikat dalam tinjauan lingkungan dan hukum administrasi.

“Sumber daya ini adalah tentang rantai pasokan baterai, yang mencakup produksi, daur ulang mineral penting tanpa ekstraksi, atau penambangan baru,” kata Gina McCarthy, penasihat iklim nasional Biden pada Rabu.

Ford Motor menyambut baik pengumuman pendanaan tersebut. Menurut mereka, investasi lebih dari US$ 3 miliar itu akan memperkuat rantai pasokan baterai domestik, menciptakan lapangan kerja, dan membantu produsen AS untuk bersaing di kancah global.

“Kami punya peluang untuk memiliki teknologi ini di AS dan investasi yang diumumkan ini akan membantu kami mewujudkannya,” kata penasihat umum Ford Steven Croley dalam pernyataan resminya.

Diketahui, Biden menginginkan setengah dari kendaraan yang dijual di AS adalah kendaraan listrik pada 2030. Hal ini diharapkan akan meningkatkan pekerjaan manufaktur, mengungguli Tiongkok di pasar yang tumbuh dengan cepat sehingga mengurangi emisi karbon.

Pemerintah juga menjadikan langkah tersebut untuk menjamin kemandirian energi dan mengurangi tekanan inflasi jangka panjang akibat serangan Rusia ke Ukraina.

Baca juga: Garap Baterai Kendaraan Listrik Rp 85 T, CATL Bentuk JV dengan Antam (ANTM) dan IBC

“Saat kita menghadapi kenaikan harga minyak dan gas, penting untuk dicatat bahwa kendaraan listrik akan lebih murah dalam jangka panjang untuk Amerika," kata Mitch Landrieu, Koordinator Infrastruktur Gedung Putih.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN