Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mobil listrik Tesla Inc. diparkir di stasiun supercharger perusahaan, di Hawthorne, California, Amerika Serikat (AS), pada 4 Januari 2021. (FOTO: Patrick T. Fallon / AFP)

Mobil listrik Tesla Inc. diparkir di stasiun supercharger perusahaan, di Hawthorne, California, Amerika Serikat (AS), pada 4 Januari 2021. (FOTO: Patrick T. Fallon / AFP)

Produksi Tesla di Shanghai Berhenti, Pasokan Bermasalah

Selasa, 10 Mei 2022 | 10:17 WIB
Grace El Dora

SHANGHAI, investor.id – Produksi Tesla Inc. di pabrik Shanghai, Tiongkok berhenti karena pasokan bermasalah, menurut dua orang yang mengetahui masalah tersebut.

Penangguhan itu dilakukan hanya tiga minggu setelah pembuat mobil Amerika Serikat (AS) itu melanjutkan sebagian produksinya di pabrik Shanghai pada 19 April 2022, menyusul penutupan 22 hari yang disebabkan oleh penguncian Covid-19 di kota itu. Ini mencerminkan kompleksitas dan ketidakpastian perusahaan dalam menjaga manufaktur tetap berjalan, saat pemerintah Tiongkok memerangi virus corona.

Baca juga: Tesla Laporkan Rekor Laba, Bullish pada Output 2022

Tidak jelas kapan masalah pasokan dapat diselesaikan dan kapan Tesla dapat melanjutkan produksi, kata orang-orang yang menolak disebutkan namanya karena masalah ini bersifat pribadi. Adapun Shanghai sekarang berada di minggu keenam penguncian (lockdown).

Di antara sejumlah pemasok Tesla yang menghadapi masalah, menurut sumber, produsen wire harness Aptiv juga harus menghentikan pengiriman pasokan dari pabrik yang memasok Tesla dan General Motors setelah ditemukan infeksi di antara karyawannya.

Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Perusahaan itu menyasar peningkatan produksi di pabrik Shanghai menjadi 2.600 unit mobil per hari mulai 16 Mei 2022, menurut laporan Reuters sebelumnya. Perusahaan mobil listrik (electric vehicle/ EV) tersebut berusaha mengembalikan produksi ke tingkat sebelum lockdown.

Gangguan pada pabrik Tesla di Shanghai telah menjadi salah satu konsekuensi profil tertinggi dari tindakan pemerintah Tiongkok untuk mengendalikan wabah Covid-19 terbesarnya. Kondisi ini juga telah mengurangi konsumsi, termasuk penjualan kendaraan.

Asosiasi otomotif Tiongkok pekan lalu memperkirakan penjualan mobil di negara tersebut turun 48% pada April 2022 karena penguncian terkait target nol kasus Covid-19 menyebabkan penutupan operasional pabrik, membatasi lalu lintas ke ruang-ruang showroom, dan mengerem pengeluaran.

Baca juga: Anindya Bakrie: Kami Jajaki Kerja Sama Indonesia dengan Tesla

Pihak berwenang Shanghai telah memperketat penguncian di seluruh kota yang diberlakukan lebih dari sebulan lalu di pusat komersial dengan populasi 25 juta jiwa tersebut. Langkah ini dapat memperpanjang pembatasan aktivitas sepanjang bulan ini.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

BAGIKAN