Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kesepakatan untuk pabrik Hyundai senilai US$ 5,5 miliar di Georgia mendekati persetujuan akhir. (FOTO: AP)

Kesepakatan untuk pabrik Hyundai senilai US$ 5,5 miliar di Georgia mendekati persetujuan akhir. (FOTO: AP)

Upah Hyundai Korsel Naik 9% Setelah Umumkan Investasi Besar

Rabu, 20 Juli 2022 | 16:09 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SEOUL, investor.id – Hyundai Motor Co. dan serikat pekerja yang mewakili tenaga kerja Korea Selatan (Korsel) telah menyegel kesepakatan upah yang akan meningkatkan gaji tahunan sekitar 9%, hanya beberapa hari setelah produsen mobil berkomitmen untuk investasi besar membangun pabrik mobil Korea baru pertama dalam hampir 30 tahun.

Serikat pekerja, salah satu yang terbesar di Korsel dengan lebih dari 46.000 anggota, mengatakan pada Selasa (19/7) malam waktu setempat bahwa total 62% dari anggota pemungutan suara menyetujui kesepakatan tentatif yang dicapai minggu lalu, sementara 38% menolaknya.

Advertisement

Baca juga: Hyundai Motor Segera Bangun Pabrik EV di Korsel, Pertama Sejak 1996

Kesepakatan itu dicapai setelah 15 putaran pembicaraan yang dimulai pada Mei 2022. Usulan itu muncul setelah Hyundai mengumumkan rencana membangun pabrik kendaraan listrik (EV) khusus di negara tersebut.

“Dengan kesepakatan terakhir, kami berharap perusahaan dan serikat pekerja dapat berkolaborasi secara erat dan berbagi visi untuk memimpin industri mobilitas masa depan,” kata Hyundai Motor dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, Rabu (20/7).

Para pekerja serikat telah memilih awal bulan ini untuk kemungkinan pemogokan atas tuntutan upah yang lebih tinggi, di tengah kemarahan bahwa manajemen memprioritaskan investasi luar negeri. Pekerja Hyundai Motor terakhir mogok pada 2018.

Serikat pekerja telah mendesak Hyundai untuk berinvestasi di negara itu untuk mendukung bisnis baru, termasuk mobilitas udara perkotaan, kendaraan yang dibuat khusus, serta manufaktur suku cadang mobil terkait kendaraan listrik. Salah satu tuntutannya adalah pembangunan fasilitas manufaktur terkait EV.

Pada Mei 2022, Hyundai Motor Group, yang mencakup Hyundai Motor dan Kia Corp., mengatakan akan menginvestasikan 63 triliun won (US$ 48 miliar) di Korsel hingga 2025.

Baca juga: Jajal Mobil Listrik Hyundai, Presiden Jokowi: Halus, Enggak Ada Suaranya

Secara terpisah, grup mobil Korsel tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan menginvestasikan lebih dari US$ 10 miliar di Amerika Serikat (AS) pada 2025. Ini mencakup rencananya untuk menginvestasikan US$ 5,5 miliar di Georgia, AS untuk membangun fasilitas EV dan baterai.

Saham Hyundai Motor naik 1,3% pada perdagangan pagi, dibandingkan kenaikan 1,2% pada benchmark KOSPI.

(US$ 1 = 1.306.0200 won)

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN