Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran mobil listrik dan PHEV Toyota. (ist)

Jajaran mobil listrik dan PHEV Toyota. (ist)

Pendekatan Multipathway Percepat Pencapaian Target Net Zero Emission

Kamis, 28 Juli 2022 | 10:38 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pendekatan dengan sejumlah teknologi (multipathway) di berbagai sektor, seperti otomotif dan energi bisa mempercepat pencapaian target net zero emission 2060. Pendekatan ini akan memberikan dampak yang maksimal, karena membuka kesempatan bagi semua kalangan untuk dapat berkontribusi dalam pencapaian target tersebut.

Di sektor otomotif, pendekatan multipathway tercermin pada solusi teknologi kendaraan elektrifikasi lengkap, yang mengkombinasikan kendaraan rendah emisi, seperti mobil murah ramah lingkungan (LCGC) dan flexy engine, hybrid electric vehicle (HEV), plug in hybrid electric vehicle (PHEV), battery electric vehicle (BEV), dan fuel cell electric vehicle (FCEV), serta menawarkan konsep mobilitas baru.

Advertisement

“Dengan multipathway, semua lapisan masyarakat dapat berkontribusi pada pengurangan emisi dalam mobilitas,” ujar Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto di Seminar Nasional 100 Tahun Industri Otomotif Indonesia mewujudkan net zero emission di Indonesia “Pariwisata Hijau dan Berkelanjutan Bali Menuju Net Zero Emission di Indonesia” di Universitas Udayana (Unud), Badung, Bali, Rabu (27/7/2022) yang dikutip dari siaran pers.

Dia menegaskan, Toyota Indonesia berkomitmen mendukung kebijakan global dan pemerintah Indonesia sebagai kontribusi mengurangi emisi CO2. Ada beberapa cara yang dilakukan Toyota, antara lain memproduksi produk rendah emisi CO2 menuju era elektrifikasi, menerapkan inovasi teknologi rendah emisi CO2 dalam proses manufaktur, melakukan perbaikan terus-menerus untuk efisiensi energi, memanfaatkan energi baru terbarukan secara bertahap, dan menerapkan logistik hijau.

Dia menegaskan, industri otomotif tengah bertransisi menuju era elektrifikasi dan rendah emisi. Toyota bersama pemerintah, akademisi, serta semua pihak berupaya memastikan transisi ini berjalan mulus dan seminimal mungkin berdampak negatif terhadap rantai suplai yang telah eksis saat ini, sehingga sektor otomotif tidak mengalami deindustrialisasi.

“Satu hal yang pasti, kesiapan SDM (sumber daya manusia) menjadi salah satu faktor penting menuju era baru industri otomotif Indonesia dalam menciptakan daya saing,” tegas dia.

External Corporate Affairs Director TMMIN Bob Azam menyatakan, aktivitas seminar nasional di Unud menjadi bentuk partisipasi aktif berbagai pemangku kepentingan pendukung, seperti sektor pendidikan, industri pariwisata, serta industri otomotif nasional untuk mewujudkan cita-cita pemerintah mencapai target masa depan Indonesia bebas emisi.

Kolaborasi triple helix berupa sinergi positif pemerintah, akademisi, dan industri dapat menjadi solusi nyata mencapai netralitas karbon yang merupakan target nasional yang harus dicapai pada 2060. Target net zero emission menjadi sebuah tantangan tersendiri yang tidak mudah dicapai tanpa kolaborasi membangun dari semua pihak juga andil serta partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam upaya Indonesia dan dunia yang lebih bersih sehingga bisa dinikmati tidak hanya untuk saat ini, namun berkelanjutan di masa depan.

Kehadiran kolaborasi triple helix juga menjadi penopang untuk pembentukan ekosistem hijau yang menjadi langkah awal guna mencapai target netralitas karbon. Tatanan kehidupan yang menyeluruh dari proses hulu, hingga hilir, tentunya memerlukan kolaborasi dan dukungan seluruh stakeholder.

“Pembentukan ekosistem hijau menjadi wujud nyata dalam upaya mengurangi karbon sebagai musuh bersama. Kami ingin mendukung pemerintah, civitas akademika, dan industri untuk mengembangkan sistem mobilitas yang ramah lingkungan di Bali sebagai best practice destinasi wisata hijau,” ujar Bob.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN