Menu
Sign in
@ Contact
Search
Logo SK Innovation terlihat di depan kantor pusatnya di Seoul, Korea Selatan pada 3 Februari 2017. (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji/File Photo)

Logo SK Innovation terlihat di depan kantor pusatnya di Seoul, Korea Selatan pada 3 Februari 2017. (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji/File Photo)

Hyundai Motor, SK Sepakati Suplai Baterai EV untuk Amerika Utara

Selasa, 29 Nov 2022 | 19:03 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SEOUL, investor.id – Hyundai Motor Group Korea Selatan (Korsel) telah menandatangani perjanjian untuk sumber baterai kendaraan listrik (EV) di Amerika Utara dari produsen baterai SK On, kata perusahaan itu pada Selasa (29/11).

Kemitraan ini mengikuti penandatanganan Undang-Undang Pengurangan Inflasi Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2022, yang akan mewajibkan produsen mobil untuk memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Perusahaan harus mendapatkan persentase tertentu dari mineral penting untuk baterai EV mereka dari AS atau mitra perdagangan bebas AS, untuk memenuhi syarat mendapatkan kredit pajak kendaraan listrik AS yang baru.

Baca juga: Hyundai Motor Group Terus Mendukung Usaha Sosial di Indonesia

Advertisement

Dalam sebuah pernyataan, unit baterai SK Innovation Ltd. yakni SK On mengatakan bahwa berdasarkan ketentuan nota kesepahaman (MoU), mereka akan menyediakan baterainya ke pabrik grup mobil di AS setelah 2025 untuk produksi kendaraan listrik.

Dikatakan, kemitraan akan memungkinkan kedua perusahaan untuk lebih memenuhi kualifikasi kredit pajak AS yang disyaratkan oleh Undang-Undang Pengurangan Inflasi.

Mulai tahun depan setidaknya 40% dari nilai mineral penting untuk baterai harus berasal dari AS atau mitra perdagangan bebas AS untuk menerima kredit pajak kendaraan listrik hingga US$ 7.500 per unit kendaraan. Ambang batas ditetapkan meningkat menjadi 80% pada 2027.

Baca juga: JV Hyundai Motor dan LGES Pertimbangkan 2 Pabrik Baterai Baru di AS

“Kami berharap pasokan baterai EV yang stabil dari SK On juga akan memungkinkan kami untuk berkontribusi pada pengurangan emisi dan memenuhi tujuan iklim di pasar,” kata Hyundai dalam pernyataan resminya, Selasa.

Undang-undang baru mengharuskan EV dirakit di Amerika Utara agar memenuhi syarat untuk kredit pajak. Dengan demikian, Hyundai Motor Co. dan afiliasinya Kia Corp., serta produsen mobil besar Eropa dikeluarkan dari subsidi karena mereka belum membuat kendaraan di sana.

Kementerian Perdagangan Korsel mengatakan pada Selasa bahwa Hyundai Motor sedang mempertimbangkan untuk membangun EV di pabriknya yang ada di AS untuk memenuhi syarat kredit pajak EV federal AS.

Pada Oktober 2022, grup otomotif tersebut memulai pembangunan pabrik EV dan baterai baru di Georgia. Perusahaan berharap produksi komersial mulai dikerjakan pada semester I-2025 dengan kapasitas tahunan sebesar 300.000 unit.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com