Menu
Sign in
@ Contact
Search
Mobil Tesla baru berada di tempat parkir pabrik Tesla di Fremont, California, AS pada 19 Oktober 2022. (FOTO: JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Mobil Tesla baru berada di tempat parkir pabrik Tesla di Fremont, California, AS pada 19 Oktober 2022. (FOTO: JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Pengiriman Tesla pada 2022 Tumbuh 40%

Selasa, 3 Jan 2023 | 13:18 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

TEXAS, investor.id – Tesla baru saja menerbitkan laporan produksi dan pengiriman kendaraan kuartal IV-2022. Tesla melaporkan 1,31 juta pengiriman pada 2022, tumbuh 40% dibandingkan tahun lalu. Ini angka-angka kuncinya.

Total pengiriman kuartal IV-2022: 405.278 unit.

Total produksi kuartal IV-2022: 439.701 unit.

Total pengiriman tahunan 2022: 1,31 juta unit.

Advertisement

Total produksi tahunan 2022: 1,37 juta unit.

Pengiriman adalah perkiraan terdekat dari penjualan yang diungkapkan oleh Tesla. Angka-angka ini mewakili rekor baru untuk produsen mobil yang dipimpin Elon Musk dan pertumbuhan pengiriman sebesar 40% dari tahun ke tahun.

Baca juga: Elon Musk Mencoba Jelaskan Mengapa Saham Tesla Merosot

Namun, angka kuartal IV-2022 jauh dari ekspektasi analis.

Menurut konsensus perkiraan analis yang disusun oleh FactSet, pada 31 Desember 2022 Wall Street mengharapkan Tesla melaporkan pengiriman sekitar 427.000 untuk kuartal terakhir 2022. Estimasi yang diperbarui pada Desember dan termasuk dalam konsensus FactSet, berkisar antara 409.000 hingga 433.000 unit.

Perkiraan yang lebih baru itu sejalan dengan konsensus yang disusun perusahaan yang didistribusikan oleh Wakil Presiden Hubungan Investor Tesla Martin Viecha. Konsensus yang diterbitkan oleh peneliti industri kendaraan listrik @TroyTeslike itu menyatakan 24 analis sisi penjualan memperkirakan pengiriman Tesla rata-rata sekitar 417.957 unit untuk kuartal tersebut (dan sekitar 1,33 juta pengiriman untuk setahun penuh).

Tesla memulai produksi di dua pabrik baru tahun ini di Austin di Texas dan Brandenburg di Jerman. Ia meningkatkan produksi Fremont di California dan di Shanghai, tetapi tidak mengungkapkan nomor produksi dan pengiriman berdasarkan wilayah.

Pada kuartal IV-2022, Tesla mengatakan pengiriman sedan Model 3 entry level dan crossover Model Y berjumlah 388.131, sedangkan pengiriman sedan Model S kelas atas dan SUV Model X berjumlah 17.147.

“Selama cakrawala multi tahun, kami berharap dapat mencapai pertumbuhan tahunan rata-rata 50% dalam pengiriman kendaraan. Tingkat pertumbuhan akan bergantung pada kapasitas peralatan kami, waktu kerja pabrik, efisiensi operasional, serta kapasitas, dan stabilitas rantai pasokan,” kata Tesla dalam presentasi pemegang saham kuartal III-2022, Selasa (3/1).

Periode yang berakhir 31 Desember 2022 ditandai dengan tantangan bagi Tesla termasuk wabah Covid-19 di Tiongkok, yang menyebabkan perusahaan menghentikan sementara dan mengurangi produksi di pabrik Shanghai.

Selama kuartal IV-2022, Tesla juga menawarkan potongan harga yang tajam dan promosi lainnya di Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan di tempat lain untuk memacu permintaan meskipun hal itu dapat menekan marginnya.

Dalam surat elektronik (surel) baru-baru ini kepada staf Tesla, Elon Musk meminta karyawan untuk secara sukarela mengirimkan sebanyak mungkin mobil ke pelanggan sebelum akhir 2022. Dalam surel tersebut, Musk juga mendorong karyawan untuk tidak “diganggu” oleh apa yang dia sebut sebagai “kegilaan pasar saham”.

Baca juga: Saham Tesla Jatuh 28% Sejak Elon Musk Mengambil Alih Twitter

Saham Tesla jatuh lebih dari 45% selama enam bulan terakhir.

Pada Desember, beberapa analis menyatakan keprihatinan tentang melemahnya permintaan kendaraan listrik Tesla, yang relatif mahal dibandingkan dengan meningkatnya jumlah produk hibrida dan listrik sepenuhnya dari pesaing.

Bersama dengan sejumlah pesaing mulai dari veteran industri Ford dan GM untuk memulai Rivian, Tesla siap untuk menuai keuntungan dari Undang-Undang (UU) Pengurangan Inflasi yang dicanangkan Presiden AS Joe Biden tahun ini. UU tersebut mencakup insentif untuk produksi dalam negeri dan pembelian mobil listrik sepenuhnya.

Pemegang saham ritel dan analis sama-sama mengaitkan beberapa penurunan harga saham Tesla pada 2022 dengan apa yang disebut “Twitter overhang”.

Musk menjual kepemilikan Tesla senilai miliaran dolar tahun lalu untuk membiayai pembelian bisnis media sosial Twitter. Kesepakatan itu ditutup pada akhir Oktober. Musk menunjuk dirinya sendiri sebagai CEO Twitter dan telah menimbulkan kontroversi, dengan membuat perubahan besar pada perusahaan dan platform media sosialnya.

Saham Tesla mulai naik lagi di hari-hari terakhir Desember 2022, untuk mengantisipasi rekor pengiriman kuartal IV-2022 dan setahun penuh.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com