Menu
Sign in
@ Contact
Search
Hyundai Ioniq 5, salah satu mobil listrik. (dok. B-Universe Photo)

Hyundai Ioniq 5, salah satu mobil listrik. (dok. B-Universe Photo)

Orang Kaya Beli Mobil Listrik Dapat Subsidi? Tunggu Dulu...

Minggu, 15 Jan 2023 | 13:02 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id) ,Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyatakan, pihaknya tengah menggodok kriteria batasan harga mobil listrik yang berhak mendapatkan subsidi. Artinya, tidak seluruh mobil listrik bisa mendapatkan subsidi.

Hal ini sekaligus menepis anggapan banyak pihak yang menilai pemberian subsidi pembelian mobil listrik sama saja dengan memberikan subsidi kepada orang kaya.

Baca juga: Soal Rencana Investasi Tesla di Indonesia, Luhut Buka Suara

"Kebijakan ini bukan hanya akan dilakukan di Indonesia, tetapi telah dilakukan oleh banyak negara di dunia untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan," ujar dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Advertisement

Menurut Susiwijono, saat ini semua negara di Asean, khususnya Thailand, mulai aktif mendorong insentif subsidi kendaraan listrik untuk menuju transportasi rendah emisi. Bahkan, per mobil di AS mendapat subsidi setara Rp 117 juta.

"Jadi, untuk mengarah ke green energy, semua negara memberikan insentif seperti itu. Kita akan benchmark dengan banyak negara. Bahkan kita lebih rendah dari mereka,” tutur dia.

Baca juga: LG dan CATL Bangun Fasilitas BEV Rp 239 T

Susiwijono menjelaskan, kebijakan insentif pembelian mobil dan motor listrik masih terus dibahas antarkementerian dan lembaga (K/L). Salah satu hal yang dibahas yaitu mengenai batasan harga mobil listrik yang nantinya berhak mendapatkan subsidi.

“Ini perlu dikaji semuanya, jangan sampai misalnya harganya Rp 1 miliar, masa kita bantu Rp 80 juta. Mestinya kan yang mendapat subsidi adalah mobil listrik untuk rakyat. Ini semua masih dibahas, segmen mana yang akan dibantu. Ini ada kajian teknisnya, tidak asal diputuskan,” tegas dia.

Baca juga: Gelontorkan Insentif, Pemerintah Bidik 400 Ribu Mobil Listrik di 2025

Susiwijono mengaku belum bisa memastikan kapan kebijakan ini akan dikeluarkan. Proses pembahasan hingga saat ini masih terus berjalan.

“Kebijakan ini kan sudah diambil, diputuskan, besaran umumnya juga sudah diputus. Teknisnya harus dibahas antar-K/L, nanti diusulkan lagi ke atas, kira-kira seperti apa besarannya, syaratnya, parameternya,” pungkas dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com