Sabtu, 25 Maret 2023

Suzuki Jepang Investasi US$ 35 Miliar Hingga 2030 untuk EV

Grace El Dora
26 Jan 2023 | 20:00 WIB
BAGIKAN
Logo Suzuki Motor Corp. ditampilkan di Tokyo Motor Show ke-45 di Tokyo, Jepang pada 25 Oktober 2017. (Foto: REUTERS/Toru Hanai)
Logo Suzuki Motor Corp. ditampilkan di Tokyo Motor Show ke-45 di Tokyo, Jepang pada 25 Oktober 2017. (Foto: REUTERS/Toru Hanai)

TOKYO, investor.id – Suzuki Motor Corp. akan menginvestasikan 4,5 triliun yen (US$ 34,8 miliar) hingga tahun fiskal 2030 dalam penelitian, pengembangan, dan belanja modal untuk membuat kendaraan listrik (EV) baterai.

Produsen mobil Jepang yang dikenal membuat mobil “kei” kompak mengatakan akan menginvestasikan 2 triliun yen dalam elektrifikasi dan teknologi mengemudi otonom, sambil mengalokasikan 2,5 triliun yen untuk membangun pabrik baterai EV dan untuk fasilitas energi terbarukan.

Menurut pernyataan resmi perusahaan, dari uang yang dialokasikan untuk elektrifikasi, sebanyak 500 miliar yen akan diinvestasikan untuk produksi baterai.

Baca juga: Inflasi Jepang Mencapai 4% Desember 2022

Pengumuman Suzuki datang setelah produsen mobil Jepang lainnya meluncurkan tujuan serupa untuk mengejar saingan Eropa dan Amerika Serikat (AS) di pasar EV baterai yang tumbuh cepat.

Mazda Motor Corp. pada November 2022 meluncurkan rencana pengeluaran US$ 10,6 miliar untuk melistriki kendaraannya.

Suzuki mengatakan akan memperkenalkan EV baterai pertamanya, termasuk kendaraan sport kecil dan mobil mikro “kei” di Jepang pada tahun fiskal 2023. Dengan mempertimbangkan pelanggan yang sadar biaya, presiden perusahaan Toshihiro Suzuki mengatakan dirinya ingin menjual kendaraan sekitar 1 juta yen.

Suzuki berencana memperkenalkan EV baterai di Eropa dan India, serta sepeda motor listrik baterai pertamanya secara global pada tahun berikutnya.

Perusahaan ini bertujuan untuk memanfaatkan kerja samanya dengan raksasa mobil Toyota Motor Corp. untuk merebut pangsa pasar EV India yang lebih besar, yang mendapatkan momentum.

Baca juga: Defisit Perdagangan Jepang 2022 Mencapai Rekor karena Biaya Energi

Suzuki berencana belajar dari Toyota bagaimana menggunakan teknologi EV untuk membuat mobil listrik kecil, kata Suzuki saat berkunjung ke India bulan ini.

Namun, Presiden Toshihiro Suzuki mengatakan produsen mobil tidak mengabaikan jajaran kendaraan hybrid dan pembakaran internal. Ia menunjuk pada kurangnya infrastruktur pengisian daya, biaya EV yang tinggi, dan kekhawatiran akan sumber daya baterai yang terbatas.

Untuk India, pasar utama Suzuki, diperkirakan EV akan mencapai 15% dari jajaran kendaraannya pada tahun fiskal 2030. Sementara mobil bermesin pembakaran internal yang menggunakan biofuel dan etanol sebagai bahan bakar akan mencapai 60%.

“Kami akan menempatkan kendaraan untuk berbagai rentang harga, untuk berbagai orang, untuk berbagai daerah,” kata Toshihiro Suzuki.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 menit yang lalu

Haedar Imbau Warga Muhammadiyah Lakukan Jihad Ekonomi Masif dan Terstruktur

Jihad ekonomi menjadi salah satu putusan dalam Muktamar Muhammadiyah di Makassar pada 2015.
Finance 17 menit yang lalu

Direksi Makin Solid, Ini Strategi BTN Kejar Target Laba Rp 3,3 Triliun

BTN optimistis on the track mewujudkan visi perseroan menjadi The Best Mortgage Bank di Asia Tenggara pada tahun 2025
National 31 menit yang lalu

Bantuan Operasional Pendidikan Dini Islam Rp381 Miliar Bakal Cair

Pencairan BOP RA tahap I. akan diperuntukkan bagi 28.841 RA seluruh Indonesia.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Ajinomoto Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup di Adeging Pura Mangkunegaran 2023

PT Ajinomoto Indonesia mengajak masyarakat untuk bisa menerapkan pola hidup sehat di Adeging Pura Mangkunegaraan 2023
Business 1 jam yang lalu

Senangnya Pedagang Tanah Abang, Omzet Melesat 80% Setelah PPKM Dicabut

Memasuki hari ketiga di bulan Ramadan, kondisi Pasar Tanah Abang sudah kembali dibanjiri pengunjung.
Copyright © 2023 Investor.id