Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pilihan ban yang tepat saat cuaca ekstrem dapat mencegah risiko kerusakan ban dan menghindarkan dari kecelakaan

Pilihan ban yang tepat saat cuaca ekstrem dapat mencegah risiko kerusakan ban dan menghindarkan dari kecelakaan

Cuaca Ekstrem Bisa Berdampak Buruk pada Ban

Jumat, 16 Juli 2021 | 17:00 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id – Musim peralihan dari kemarau ke penghujan biasanya ditandai cuaca yang tidak stabil. Bulan Juni-Agustus biasa disebut merupakan puncak musim kemarau di Indonesia. Namun, musim kemarau tahun ini tidak seperti biasanya, karena berpotensi basah, sebab ada ketidakstabilan antara cuaca panas dengan hujan, serta suhu yang naik turun. Kondisi ini yang kerap disebut cuaca ekstrem dan terjadi selama sepekan terakhir.

Bagi pemilik kendaraan, situasi ini dapat meningkatkan risiko kerusakan kendaraan, khususnya bagian ban yang mengalami kontak langsung pada jalanan.

National Sales Manager PCR Radial Tire PT Hankook Tire Sales Indonesia Apriyanto Yuwono, mengatakan, pengendara harus cermat memperhatikan cuaca yang tidak menentu karena akan mempengaruhi suhu udara. Saat cuaca sedang panas, temperatur aspal akan naik, ini meningkatkan risiko ban overheat lebih cepat, sehingga ban bisa rusak. “Sementara, saat cuaca hujan, suhu akan turun dan mengakibatkan turunnya tekanan udara pada ban sehingga konstruksi ban bisa rapuh saat digunakan. Selain itu, ban yang melaju di aspal basah bisa mengalami hydroplaning. Ban tidak mampu menepis genangan air, kemudian tergelincir keluar dari jalur.”jelas Apriyanto.

Karena itu, untuk mengantisipasi risiko kerusakan ban saat digunakan pada cuaca ekstrem ini, Apriyanto memberikan beberapa tips untuk pengendara.

Pertama, pertahankan cara mengemudi yang baik dengan tidak mengemudi terlalu cepat, tidak melakukan kemudi tikungan (cornering) berlebihan, dan mengurangi frekuensi rem mendadak.

Kedua, cek tekanan angin ban secara berkala minimal 10 hari sekali dengan tekanan ideal berkisar dari 30-35 psi pada setiap ban. Penting untuk mengisi angin ban setiap bulannya agar ban dapat dipakai lebih lama, dan mengganti ban kendaraan dengan ban cadangan jika sudah terlalu tua atau mulai aus.

Ketiga, kelola batasan muatan kendaraan, karena ban memiliki batasan muatannya masing-masing. Karena, semakin tinggi beban, ban akan menghambat putaran fisik lebih keras ketika bergerak dan menciptakan kondisi overload pada kendaraan yang mengakibatkan panas berlebihan yang dapat merusak bentuk dan durabilitas ban.

Keempat, pilih ban yang cocok dengan kondisi cuaca keberadaan Anda dan medan yang akan ditempuh. Misal, gunakanlah ban musim panas (summer) yang menjanjikan level cengkraman yang handal di jalanan baik basah maupun kering selama musim panas. Selain itu ada ban semua musim (all-season) yang memiliki kapabilitas seimbang baik secara durabilitas dan performa dalam menghadapi musim panas maupun musim hujan.

“Guna mencegah dampak buruk dari cuaca dan suhu yang tidak stabil mendekati musim kemarau ini, kami gencar merekomendasikan penggunaan ban musim panas (summer) dan segala musim (all-season). Kedua ban ini cocok untuk menghadapi cuaca panas dan hujan dalam jarak tempuh yang jauh. Salah satu produk ban summer dan all-season Hankook adalah Ventus Prime3 dan Ventus V2 concept2.” ujar Apriyanto.

Meskipun ban musim panas dan ban segala musim memiliki kegunaan yang sama dalam menghadapi cuaca panas dan hujan, perlu diketahui bahwa ada perbedaan struktur ban dan juga performa yang spesifik dari keduanya. Ban musim panas didesain untuk memberikan stabilitas dalam berkendara. Dibuat dari senyawa kompon campuran karet, bentuk ban tidak mudah berubah saat digunakan di jalanan bertemperatur tinggi. Keunggulan tersebut cocok bagi kendaraan berperforma tinggi (high-performance).

Sementara itu, ban segala musim didesain untuk menghasilkan traksi optimal dengan menyeimbangkan kapasitas seperti cengkraman ban, pengereman, dan tikungan demi memberikan kenyamanan berkendara khususnya saat musim hujan. Ban ini biasanya punya alur yang lebih dalam dan desain tapak yang simetris, sehingga pengendara punya banyak opsi memaksimalkan keausan berbagai sisi ban saat rotasi.

Jika Anda menginginkan ban yang dapat digunakan jangka panjang dan mampu beradaptasi dengan baik saat musim panas dan hujan maka ban segala musim adalah pilihan terbaik. Sementara jika Anda memiliki kendaraan high-performance dan ingin merasakan pengalaman berkendara yang ekstrim pada musim kemarau sebaiknya menggunakan ban summer.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN