Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Xpander jadi salah satu andalan Mitsubishi di segmen Small-MPV

Xpander jadi salah satu andalan Mitsubishi di segmen Small-MPV

Diskon PPnBM Masuk Tahap II, Begini Estimasi Harga Xpander

Rabu, 2 Juni 2021 | 22:50 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) mobil baru masuk tahap II, Mei-Juni 2021, ditandai dengan penurunan diskon PPnBM dari 100% menjadi 50%. Insentif ini terbukti mampu memompa penjualan mobil selama Maret-April 2021, lantaran potongan harga mobil signifikan, hingga Rp 60 juta lebih untuk model bodi sedan.

Lalu, bagaimana harga-harga mobil penikmat insentif itu setelah memasuki tahap II? Mari ambil contoh LMPV papan atas nasional, Mitsubishi Xpander. Pada tahap I, potongan harga Xpander Rp 14-18 juta, sedangkan tahap II, berdasarkan perhitungan salah satu dealer Mitsubishi di Jakarta, berkisar Rp 6-8 juta.

Berikut daftar lengkap estimasi harga Xpander nonputih dengan diskon PPnBM 50%.

- Xpander Ultimate A/T: Rp 278.900.000/ potongan Rp 8.385.000
- Xpander Sport A/T: Rp 275.000.000/ potongan Rp 8.350.000
- Xpander Sport M/T: Rp 265.000.000/ potongan Rp 8.090.000
- Xpander Exceed A/T: Rp 257.000.000/ potongan Rp 7.785.000
- Xpander Exceed M/T: Rp 246.400.000/ potongan Rp 7.450.000
- Xpander GLS A/T: Rp 248.900.000/ potongan Rp 7.500.000
- Xpander GLS M/T: Rp 237.900.000/ potongan Rp 7.110.000
- Xpander GLX M/T: Rp 221.400.000/ potongan Rp 6.695.000

Harga Mitsubishi Xpander Cross

- Xpander Cross Premium A/T: Rp 229.500.000/ potongan Rp 9.070.000
- Xpander Cross A/T: Rp 286.500.000/ potongan Rp 8.840.000
- Xpander Cross M/T: Rp 276.500.000/ potongan Rp 8.480.000

Presiden Direktur PT Mitsubishi Krama Yudha Sales Indonesia (MMKS) Naoya Nakamura menuturkan, berkat penerapan program insentif PPnBM, permintaan terhadap Xpander dan Xpander Cross meningkat tajam, diluar perkiraan. Ini mengakibatkan penundaan proses pengiriman mobil ke konsumen.

“Untuk itu saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen yang masih menunggu unitnya dikirim, karena permintaan yang sangat tinggi ini. Kami melakukan usaha terbaik untuk mengakselerasi dan menyesuaikan permintaan dan ketersediaan, serta memastikan konsumen segera mendapatkan unit yang sudah dipesan,” ungkap Naoya Nakamura.

Kementerian Perindustrian telah menerbitkan Keputusan Menperin Nomor 839 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas penyerahan barang kena pajak yang tergolong mewah ditanggung oleh pemerintah pada Tahun Anggaran 2021.

Dalam keputusan ini, pemerintah memperluas relaksasi PPnBM tidak hanya untuk mobil 1.500 cc ke bawah, tetapi juga 1.500 cc sampai 2.500 cc dengan pembelian komponen dalam negeri (local purchase) di atas 60%. Terdapat delapan mobil bermesin 1.500-2.500 cc yang mendapatkan relaksasi PPnBM. Jika ditambah dengan mobil bermesin di bawah 1.500 cc, total mobil yang mendapatkan insentif ini mencapai 29.

Diskon PPnBM mobil 1.500-2.500 cc hanya berkisar 25-50%, lebih rendah dari mobil bermesin di bawah 1.500 cc sebesar 0% untuk tahap awal. Insentif mobil di bawah 1.500 cc diberikan secara progresif. Selam tiga bulan pertama (Maret-Mei 2021), tarif PPnBM 0%, kemudian untuk tiga bulan kedua, diberikan diskon PPnBM 50% dari tarif dan untuk tiga bulan ketiga diberikan diskon 25% dari tarif.

Adapun insentif PPnBM mobil 2.500 cc diberikan dalam dua skema. Pertama, untuk kendaraan 4x2, diskon PPnBM mencapai 50%, dari 20% menjadi 10% untuk tahap I (April-Agustus 2021) dan diskon 25%, dari 20% menjadi 15% untuk tahap II (September-Desember 2021). Skema kedua, diskon PPnBM kendaraan 4x4 mencapai 25%, dari 40% menjadi 30% untuk tahap I (April-Agustus 2021) dan 12,5%, dari 40% menjadi 35% untuk tahap II (September-Desember 2021).

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN