Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, dalam forum INVESTOR DAILY SUMMIT 2021, hari ke-2 Rabu (14/7/2021). Investor Daily Summit 2021 mengangkat tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Investor Daily/David Gita Roza

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, dalam forum INVESTOR DAILY SUMMIT 2021, hari ke-2 Rabu (14/7/2021). Investor Daily Summit 2021 mengangkat tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Investor Daily/David Gita Roza

Harga Mobil Listrik Idealnya di Bawah Rp 300 Juta

Rabu, 14 Juli 2021 | 16:26 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Saat ini harga mobil listrik (electric vehicle/EV) masih dianggap mahal dibandingkan dengan mobil konvesional. Harga mobil EV yang paling murah adalah Renault Twizy dengan harga Rp 408 juta.

Idealnya, mobil EV dijual dengan harga di bawah Rp 300 juta, jika ingin berkembang di Indonesia.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan, pasar potensial untuk otomotif roda empat di RI masih berkutat di harga Rp 300 juta ke bawah. Kendaraan internal combustion engine (ICE) seperti Avanza, Xenia, Agya, dan Ayla masih memiliki porsi terbesar di Indonesia. Bila mobil EV mampu dijual dengan harga itu, masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah mampu membeli mobil tersebut.

"Mobil LMPV atau LCGC adalah kendaraan dengan pasar terbesar di Indonesia. Kalau mobil ramah lingkungan ingin berkembang di Indonesia, kita harus menekan harga mobil tersebut di kisaran Rp 250 juta – Rp 300 juta," kata Nangoi dalam acara Investor Daily Summit (IDS) 2021 Sesi 4: Mendorong Industri Otomotif Ramah Lingkungan, yang disiarkan secara daring, Rabu (14/7).

Dia menerangkan, dalam upaya mengurangi emisi gas buang, tidak semua kendaraan bisa diubah menjadi bertenaga listrik dalam pengembangan. Kendaraan angkutan berat dan jarak panjang masih butuh waktu yang lebih lama untuk menjadi kendaraan listrik.

"Tapi ada alternatif lain menggunakan biodiesel, untuk kendaraan besar. Karena dalam upaya pengurangan gas emisi ini tidak bisa single solution, melainkan harus ada beberapa alternatif lain, seperti biodiesel," jelas Nangoi.

Terlebih, lanjut dia, perkembangan kendaaraan di luar internal combustion engine (ICE) masih belum signifikan, karena masih tingginya harga. Meski begitu, penjualan mulai ada peningkatan.

Gaikindo mencatat, penjualan mobil battery electric vehicle (BEV) di 2019 masih belum ada peredarannya, lalu mulai meningkat pada 2020 menjadi 120 unit, dan pada periode Januari-Juni 2021 meningkat menjadi 488 unit. Sementara untuk penjualan mobil hybrid (HEV) juga mengalami peningkatan dari 1.108 unit di 2020 menjadi 1.378 unit pada periode Januari - Juni 2021. Begitu juga dengan plug in hybrid (PHEV) dari 6 unit pada 2020 menjadi 34 unit di Januari - Juni 2021.

“Di 2020, mulai berkembang kendaran-kendaraan hybrid, plug-in hybrid, maupun baterai, dan di 2021 sampai pertengahan tahun terlihat juga kendaraan hybrid sudah mencapai 1.378 unit, serta kendaraan baterai sudah mencapai hampir 500 unit. Ini terlihat sekali bahwa animo masyarakat mengarah ke sana,” kata Nangoi.

Terkait industri otomotif secara umum, dia menilai, potensinya masih sangat besar. Apalagi rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru 99 per 1.000 penduduk. Saat ini jumlah kepemilikan mobil di Indonesia adalah 99 per 1.000 orang. “Ini angka yang cukup rendah, dan kita masih punya potensi yang luar biasa untuk maju. Di Thailand sudah 275 per 1.000, bahkan Malaysia 490 per 1.000 penduduk,” tutup Nangoi.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN