Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Honda Brio menggunakan pelek HSR. (ist)

Honda Brio menggunakan pelek HSR. (ist)

Ini Bahaya Menggunakan Pelek Mobil Palsu

Selasa, 13 Juli 2021 | 16:06 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Bagi pencinta otomotif, modifikasi adalah suatu hal yang biasa dilakukan guna mempercantik tampilan mobil dari sisi luar maupun dalam. Salah satu komponen yang menunjang tampilan mobil dari sisi luar adalah pelek.

Namun, di pasar, ada pelek orisinal, replika, dan TW. Lalu, apa beda tiga pelek ini. HSR Wheel, pemain pelek lokal, memberikan tips membedakan ketiga velg itu dan mengungkap bahaya menggunakan pelek replika alias palsu.

Pelek replika merupakan pelek yang diproduksi semirip mungkin dengan pelek aslinya, mulai dari model, logo, hingga nama, sedangkan pelek TW adalah penyebutan lain dari pelek replika, artinya sama, yaitu pelek yang diduplikasi. Kata TW merupakan singkatan dari Taiwan, di mana negara tersebut memang dikenal sebagai negara pembuat pelek replika.

Adapun pelek orisinal adalah pelek yang dari sisi desain, nama, logo dibuat oleh merek itu sendiri. Artinya, tidak ada unsur duplikasi karena hasil desain dan produksi tim internal masing-masing, sehingga kualitas lebih terjamin.

Direktur Pemasaran HSR Wheel Hendra Wijaya mengatakan, komponen yang menyangkut keamanan berkendara ada baiknya jangan diganti asal-asalan. Walaupun mobil tampil keren dengan pelek replika, hal ini percuma, jika mengorbankan sisi keamanan. Bahkan, hal tersebut akan membuat kerugian yang lebih besar ke depannya.

“Pelek adalah komponen yang menunjang keamanan dan keselamatan penumpang di dalam mobil. Makanya proses pembuatan pelek tidak bisa sembarangan, semuanya harus diperhitungkan secara matang,” ucap Hendra, belum lama ini.

Itu sebabnya, dia menilai, konsumen menghindari penggunaan pelek replika yang berisiko. Walaupun aman di kantong, belum tentu aman buat diajak berkendara.

Hendra menjelaskan, ada dua faktor yang menjadi pembeda antara pelek replika dan orisinal. Biasanya dari harga dan kualitas. Pelek replika biasanya memiliki harga yang lebih murah dibandingkan pelek orisinalnya. Pelek orisinal harganya pasti lebih tinggi karena melibatkan banyak proses, mulai dari proses konsep desain, riset bahan, pengujian kekuatan, hingga proses produksi.

Tahap-tahap ini, kata dia, sangat memakan waktu dan biaya, sedangkan replika hanya menduplikasi desain pelek orisinal dan diproduksi kembali dengan metode casting agar menekan harga.

Faktor kedua, kata dia, adalah sisi kualitas. Demi menekan biaya, biasanya pelek replika cenderung kompromi di bahan, metode produksi, quality control, dan finishing kurang rapi dibandingkan pelek asli.

Di sisi lain, HSR memiliki beberapa series pelek dengan desain asli yang dibuat dan diimplementasikan oleh tim R&D HSR Wheel, mulai dari Myth Series, NX Series, Boroko Series, Invation Series, RAI-S Series, dan sebentar lagi akan keluar FE Series.

Di sisi lain, guna mendukung pemerintah menekan penularan Covid-19 serta membantu pihak-pihak terkait, HSR Wheel melalui lembaga kitabisa.com membuat kegiatan CSR bertema HSR Untuk Indonesia.

Dalam kegiatan ini, setiap orang yang melakukan donasi dengan kelipatan Rp 100 ribu, akan mendapatkan satu tiket emas yang nantinya diundi untuk mendapatkan satu set pelek HSR Wheel. Donasi ini akan diselenggarakan mulai dari 10 Juli – 18 September 2021.



 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN