Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mitsubishi Xpander. (ist)

Mitsubishi Xpander. (ist)

Mitsubishi Bikin Xpander Hybrid, Investasi Rp 11 Triliun

Jumat, 12 Maret 2021 | 07:00 WIB
Leonard Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Mitsubishi Motors Corporation (MMC) berencana investasi Rp 11,2 triliun di Indonesia akhir 2025. Dana itu digunakan untuk memproduksi dua mobil elektrifikasi, yakni Xpander hybrid atau Xpander plug in electric vehicle (PHEV) sekaligus menambah kapasitas pabrik di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Komitmen itu disampaikan MMC saat bertemu Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yang melakukan kunjungan kerja ke Jepang dalam rangka memacu investasi dan ekspor perusahaan Negeri Sakura di Indonesia.

Menperin menjelaskan, dengan investasi itu, kapasitas produksi terpasang pabrik MMC di Cikarang naik dari saat ini 220 ribu unit menjadi 250 ribu unit per tahun.  Mitsubishi juga berkomitmen menambah sembilan negara tujuan ekspor, sehingga totalnya mencapai 39 negara.

Dalam pertemuan tersebut, Menperin juga mendorong agar Mitsubishi melakukan ekspor mobil ke Australia, mengingat Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Australia (IA-CEPA) telah berjalan.

"Ini misi pemerintah Indonesia datang ke Jepang, yakni melobi prinsipal otomotif untuk memperluas pasar ekspor. Hasilnya, Mitsubishi berencana menambah pasar ekspor sekaligus kapasitas pabrik dan memproduksi mobil listrik," kata Agus dalam konferensi per virtual, Rabu sore (10/3).

Selain dengan Mitsubishi, Menperin memiliki agenda pertemuan dengan produsen sepatu asal Jepang Asics, asosiasi bisnis Jepang Keidanren, dan Japan External Trade Organization (Jetro).

“Sejauh ini, hasil pertemuannya berjalan sangat baik dan positif. Ada kesepakatan dari masing-masing pihak. Prinsipnya, Indonesia melihat Jepang sebagai mitra strategis dan sangat penting. Jepang juga melihat Indonesia sebagai kekuatan politik dan ekonomi penting,” ujar dia.

Dalam pertemuan dengan Keidanren dan Jetro, Menperin memaparkan kemudahan berusaha yang ditawarkan Indonesia, yang didukung oleh penyederhanaan aturan melalui Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Pengusaha Jepang menilai, UU ittu meningkatkan kepercayaan diri para investor dan calon investor. Dengan adanya UU Ciptaker, level kemudahan berusaha di Indonesia akan jauh lebih baik.

 

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN