Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
SPBU - Jual Pertamax

SPBU - Jual Pertamax

PERFORMA MESIN TERJAGA

Pemakaian BBM RON Tinggi Justru Lebih Hemat

Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:45 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Sudah saatnya pandangan sebagian masyarakat bahwa bahan bakar minyak (BBM) dengan RON tinggi lebih mahal dan boros diluruskan. Pasalnya, pada kendaraan keluaran baru dengan kompresi mesin tinggi, BBM berkualitas seperti Pertamax justru lebih hemat.

“Intinya, semakin tinggi oktan, jika dipadu dengan mesin yang kompatibel, yaitu mesin berkompresi tinggi, penggunaan BBM dapat lebih hemat serta menghasilkan polusi lebih rendah,” kata pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu, Sabtu (1/8/2021).

Menurut pengajar Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut, BBM berkualitas sering diidentikkan dengan RON tinggi. Kualitas BBM yang semakin baik tersebut, tidak dapat dilepaskan dengan tingkat teknologi pembakaran di mesin dan besarnya kapasitas mesin.

“Logikanya, semakin sedikit bensin yang dibakar, semakin sedikit polusi yang dihasilkan. Semakin sempurna pembakaran di mesin, semakin sedikit pula polusi yang dihasilkan,” jelas Yannes.

Sebagai gambaran, lanjut dia, kompresi mesin kendaraan modern yang menggunakan bensin, saat ini sudah berkisar 9:1-10:1. Bahkan, beberapa sudah sampai 14:1. Semakin tinggi kompresi mesin, campuran bahan bakar dan udara akan semakin padat dan semakin sedikit emisi gas buang, sehingga semakin sempurna pembakaran yang dihasilkan.

Tidak hanya itu, dia menuturkan, di mesin kendaraan keluaran baru, juga dipasang injektor sebagai pengganti karburator. Hal ini untuk menghasilkan pengabutan yang lebih halus dan mampat pada ruang bakar dengan tingkat kestabilan partikel dan densitas yang semakin baik.

Namun sebaliknya, menurut Yannes, mesin kompresi tinggi yang umumnya digunakan mobil terbaru, ledakan apinya juga tinggi. Jika dipaksakan pakai BBM oktan rendah, ditambah busi tipe panas, akan menyebabkan pembakaran tidak sempurna, karena BBM akan terlalu cepat terbakar sebelum terpercik api dari busi.

"Ini akan menimbulkan knocking pada mesin, kemudian jika berkepanjangan akan terjadi penumpukan kerak di ruang bakar mesin."



 

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN