Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pilih Investasi yang Terukur

Minggu, 24 April 2016 | 06:17 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sebelum menanamkan uang di sejumlah instrumen investasi, sebagai investor kita perlu memahami situasi yang tengah kita jalani. Sebab, semua instrumen yang kita pilih harus sepadan dengan kondisi dan karakter kita agar memperoleh hasil yang sesuai harapan.

 

Hal itulah yang membuat Presiden Direktur PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance) Suwandi Wiratno Siahaan memutuskan belum berinvestasi langsung di instrumen saham.

 

Sebagai seorang profesional di perusahaan multifinance dia menyadari perlu menjaga keseimbangan antara waktu bekerja dan berinvestasi. Oleh sebab itu, Suwandi yang

Gemar olah raga golf menilai, saat ini bukan waktu yang tepat bagi dia untuk berinvestasi langsung di saham. Sebaliknya, di tengah kepadatan aktivitas yang dijalani dia memilih instrumen reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi.

 

“Dalam berinvestasi saya selalu menerapkan pola investasi terukur. Artinya, tetap memperhatikan dan mengukur risiko yang ada. Kalau digambarkan dalam skala 1-10, ya mungkin sebagai investor saya berada di angka 6-7,” tutur dia kepada Investor Daily, Kamis (21/4).

 

Suwandi memaparkan, selain reksa dana dia memiliki portofolio investasi di bidang properti dan surat berharga negara (SBN) seperti obligasi Negara ritel (ORI). Di samping itu, Suwandi yang pernah mengenyam pendidikan S2 di Golden Gate University, Amerika Serikat, ini berinvestasi secara langsung berupa menanam modal atau usaha patungan bersama teman yang dia percayai.

 

“Kendati memiliki banyak portofolio, dalam menjalani perencana keuangan saya selalu berupaya membagi porsi investasi setiap instrumen berada di kisaran 20-30% masing-masing. Jadi memang tidak ada yang dominan, guna meraih hasil optimal,” ungkap dia yang juga menjabat ketua umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

 

Dia juga tengah mengerem investasi di sektor properti. Sebab, di tengah pasar properti yang belum baik, dia menghawatirkan peningkatan investasi di sector tersebut tidak mendatangkan hasil yang baik. “Jadi saya rem dulu,” ujar dia.

 

Berbagai pemahaman dan sikap diterapkan dalam berinvestasi, menurut Suwandi, tidak terlepas dari ajaran yang dia dapatkan dari kakak pertama. Bagi dia, figur sang kakak tersebut sangat berarti dan membuka beragam pandangan tentang jejak karir, hidup, maupun pola perencanaan keuangan.

 

“Saya berbeda 18 tahun dengan kakak pertama. Saat saya masih sekolah, dia sudah menjadi pengusaha dan figur yang bertanggung jawab. Dia juga yang menegaskan saya untuk memilih jalur pengusaha atau profesional?” ungkap Suwandi.

 

Selain figur kakak, menurut dia, kegiatan bersosialiasi turut andil dalam mengembangkan wawasan berinvestasi. Sebab, Suwandi memandang memang penting bagi seseorang untuk menjalani kehidupan sosial.

 

“Dengan bersosialisasi kita dapat menambah wawasan, sehingga secara bersaman dapat membuat dana investasi yang kita hasilkan sebagai investor juga dapat berkembang,” ujar dia. (dka)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN