Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
OCBC NISP Financial Fitness Index paparkan  literasi keuangan masyarakat Indonesia pada tahun 2021 baru berada di level 37,72.

OCBC NISP Financial Fitness Index paparkan literasi keuangan masyarakat Indonesia pada tahun 2021 baru berada di level 37,72.

Saat Tingkat Literasi Keuangan Milenial tak Setinggi Populasinya

Selasa, 7 September 2021 | 05:18 WIB
Fajar Widhiyanto

Jakarta - Indonesia boleh sedikit berbangga dengan bonus demografi yang dialami saat ini, jika melihat hasil sensus penduduk yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, bahwa jumlah penduduk Indonesia didominasi oleh generasi Z dan generasi milenial. Generasi Z adalah penduduk yang lahir pada kurun tahun 1997-2012, dan generasi milenial lahir pada periode 1981-1996.

Berikutnya dari survei BPS sepanjang Februari-September 2020, didapati pula fakta bahwa jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94% dari total populasi 270,2 juta jiwa. Sementara, generasi milenial mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87%.

Dengan kehadiran dan dominasi dua kelompok generasi yang relatif melek digital pada populasi domestik, Indonesia bisa menumpukan harapannya bahwa pondasi program digitalisasi untuk sejumlah sektor di masa mendatang akan jauh lebih mudah direngkuh dengan kehadiran para generasi digital savvy tersebut.

Banyak kalangan menyebut masa depan adalah periode yang tak bisa lepas dari digitalisasi. Ditambah lagi situasi pandemi yang membatasi aktivitas publik membuat masyarakat harus menyiasati kegiatan ekonominya lewat layanan digital. Tak heran banyak sektor ekonomi mulai 'menjual' layanan jasa dan produknya secara digital. Maka dominasi generasi digital savvy seperti menggelar karpet merah bagi berkembangnya digitalisasi pada industri, termasuk layanan keuangan digital.

Namun dominasi generasi digital savvy pada populasi ternyata tak menjamin tingginya tingkat literasi keuangan di masyarakat. Padahal kini hampir semua layanan keuangan telah 'dihidangkan' oleh para institusi keuangan dalam bentuk layanan digital, yang nota bene sebuah cara penyajian yang sesuai dengan karakter masyarakat digital savvy tadi.

Setidaknya berdasarkan OCBC NISP Financial Fitness Index, diketahui bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia pada tahun 2021 baru berada di level 37,72 dari total score 100. masih jauh lebih rendah dibanding Singapura yang pada tahun lalu tercatat di level 61.

OCBC NISP Financial Fitness Index sendiri merupakan sebuah riset hasil kerjasama antara OCBC NISP dan NielsenIQ, yang mengambarkan kondisi kesehatan finansial generasi muda Indonesia dengan melihat sikap dan perilaku dalam pengaturan finansial serta bagaimana cara untuk memperbaikinya.

Financial fitness Indeks yang dilansir oleh OCBC NISP ini dinilai penting karena setidaknya diketahui berdasarkan hasil survei, 46% responden merasa percaya diri bahwa perencanaan finansial mereka saat ini akan memberikan kesuksesan finansial di masa depan. Tetapi faktanya hanya ada 16% yang memiliki dana darurat untuk mempertahankan gaya hidup mereka jika kehilangan pekerjaan sewaktu-waktu.

Data lainnya menyebut 86% menyatakan rutin menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk ditabung, 43% ternyata masih meminjam uang dari keluarga atau teman dalam waktu 1 tahun terakhir. Berikutnya diketahui pula hanya 3% yang memiliki produk investasi, itupun banyak yang belum berinvestasi secara benar.

Intinya, masih ada 85,6% generasi muda terlihat “kurang sehatsecara finansial dan perlu segera melakukan check-up, sisanya terlihat “sehat” namun ternyata masih belum ideal.

Riset tersebut juga menunjukkan hanya 14,3% anak muda yang terlihat berusaha menuju “sehat” finansial, namun nyatanya kondisi mereka masih belum ideal. Hal ini salah satunya dikarenakan pemahaman para generasi muda yang masih tidak tepat dan lengkap terkait kekayaan dan bagaimana mengelola keuangan. Pemberitaan media juga menunjukan fenomena ikutan tren investasi saham, namun masih menggunakan uang hasil utang, atau nekat terjun ke crypto currency menggunakan uang sekolah atau tabungan nikah.

Disampaikan Ka Jit, Direktur Bank OCBC NISP, akses masyarakat pada produk dan layanan keuangan yang terus meningkat ternyata tidak selalu membawa dampak positif, khususnya di generasi muda jika mereka tidak dibekali dengan pemahaman keuangan yang baik.

“Riset OCBC NISP Financial Fitness Index menunjukan 85,6% generasi muda terlihat “kurang sehat” secara finansial dan perlu segera melakukan check-up, sisanya terlihat “sehat” namun ternyata PR-nya masih banyak. Generasi muda harus segera melakukan Financial Fitness Check Up sebagai langkah awal untuk memperbaiki kesehatan finansial mereka, dan jangan asal mengikuti tren keuangan atau ajakan investasi teman yang belum tentu tepat,” kata Ka Jit dalam paparan beberapa waktu lalu (19/8).

Terkait kondisi tersebut, OCBC NISP berupaya ikut berkontribusi untuk meningkatkan skor Financial Fitness Index generasi muda, dengan melansir solusi Nge-Gym Finansial. Langkah pertama bisa dimulai dengan Finansial Fitness Check Up lewat www.ruangmenyala.com yang hanya memerlukan waktu 3 menit dan bersifat rahasia, tanpa perlu menginformasikan pendapatan dan pengeluaran.

Selain itu, untuk membantu generasi muda memperbaiki kesehatan finansial, solusi Nge-Gym Finansial dari OCBC NISP juga menyediakan solusi pendampingan keuangan, mulai dari NYALA Financial Fitness Coaches, Komunitas meNYALA, platform edukasi Ruang MeNYALA dan Financial Fitness Gym.

Dikatakan Ka Jit, saatnya generasi muda untuk bangkit dan bukan sekedar mau tapi mampu meraih kesehatan finansial mereka. Pihaknya mengajak mereka untuk mengikuti program Nge-Gym Finansial dari OCBC NISP dimulai dengan mengambil smartphone, dan berikutnya melakukan Financial Fitness Check Up di  www.ruangmenyala.com.

“Sudah ada 80 kelas Nge-Gym Finansial, 4.000 anggota komunitas dan coach finansial, 250 konten video, podcast dan guidebook yang siap untuk dukung generasi muda #BangkitMerdekaFinansial. Ini bukan sekadar inisiatif bisnis, ini komitmen kami menjalankan responsible banking untuk mengajak masyarakat berdaya secara finansial,” ujar Ka Jit.

Dalam kesempatan yang sama, Inggit Primadevi, Director Customized Intelligence NielsenIQ Indonesia mengatakan, OCBC NISP Financial Fitness Index tak hanya memaparkan hasil riset kesehatan keuangan, namun menjadi tolak ukur untuk mengambil langkah kongkrit meraih kondisi kesehatan finansial.

Menurutnya hasil riset dari OCBC NISP Financial Fitness Index ini menunjukan empat faktor utama bagaimana meningkatkan kesehatan finansial generasi muda, yakni dengan membuat alokasi anggaran, membuat pencatatan sederhana pengeluaran, konsultasi dengan financial planner dan terus belajar pengaturan keuangan.


 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN