Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman

Perhatikan 2R dan 2L Sebelum Pilih Instrumen Investasi

Senin, 4 Oktober 2021 | 14:07 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menyampaikan, situasi yang tidak menentu akibat pandemi Covid-19 menjadi sebuah wake-up call bagi kita semua. Kondisi saat ini membuat lebih banyak orang menyadari pentingnya mempunyai cushion atau bantalan yang mampu mengurangi rasa sakit ketika kita ‘jatuh’. Cushion itu adalah kecukupan dana darurat dan investasi.

Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami tujuan investasi dan apa aja saja instrumen investasi yang cocok untuk kebutuhannya. Tanpa pengetahuan yang memadai, masyarakat bisa terjebak ke dalam skema investasi bodong.

Luky menegaskan, dalam berinvestasi, hal yang harus diingat adalah 2R yaitu return dan risk dan 2L yaitu legal dan logic. Yang dimaksud 2R return dan risk adalah imbal hasil dan risiko. Biasanya, produk yang memiliki keuntungan atau risiko yang tinggi, risikonya juga akan tinggi.

“Jangan sampai tergiur dengan produk investasi yang menawarkan return tinggi tanpa kita memahami risikonya. Sangat penting bagi investor untuk memahami risiko dari instrumen investasi yang dipilih. Jangan silau dengan keuntungan yang ditawarkan yang sifatnya mungkin tidak pasti,” kata Luky Alfirman dalam peluncuran Surat Berharga Negara (SBN) ritel 0RI020, Senin (4/10/2021).

Terkait aspek 2L yaitu legal dan logic, Luky mengingatkan agar setiap instrumen investasi yang akan dipilih hendaknya sudah dipastikan terdaftar secara resmi. Sementara logic adalah bagaimana proses bisnisnya memberikan keuntungannya. Jangan sampai kita serakah, sehingga tidak memperdulikan logis tidaknya investasi yang ditawarkan.

Salah satu alternatif investasi yang menurutnya aman, mudah dan menguntungkan adalah SBN ritel yang saat ini sudah diterbitkan secara online. Investasi ini aman karena pembayaran kupon sampai jatuh tempo dijamin oleh undang-undang dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya, serta menguntungkan karena imbal hasil yang kompetitif dan dapat dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.

“Investor SBN ritel memperoleh double return. Selain memperoleh keuntungan dari nilai investasi, di saat yang sama juga memberikan manfaat bagi masyarakat karena turut berperan nyata dalam membangun negeri melalui pembiayaan APBN,” kata Luky.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN