Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemandangan kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt am Main, Jerman barat, pada 11 Maret 2021. (FOTO: ARMANDO BABANI / AFP)

Pemandangan kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt am Main, Jerman barat, pada 11 Maret 2021. (FOTO: ARMANDO BABANI / AFP)

ECB: Satu dari 10 Rumah Tangga di Zona Euro Punya Aset Kripto

Selasa, 24 Mei 2022 | 19:03 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

FRANKFURT, investor.id – Hampir satu dari 10 rumah tangga Eropa telah memiliki investasi aset kripto, menurut sebuah studi Bank Sentral Eropa (ECB) yang diterbitkan Selasa (24/5). Pihaknya menyoroti permintaan tinggi untuk investasi berisiko tinggi tersebut.

Sebanyak 10% responden survei di enam negara besar zona euro, termasuk Belgia, Jerman, Spanyol, Prancis, Italia, dan Belanda mengatakan bahwa mereka memiliki aset kripto.

Baca juga: Republik Afrika Tengah akan Luncurkan Platform Investasi Kripto Legal

Proporsi pemilik aset kripto bervariasi antar negara, dengan angka serendah 6% di Prancis dan di atas 14% di Belanda.

Badan pengawas keuangan telah meningkatkan pengawasan mereka terhadap pasar kripto karena kelas aset telah tumbuh. Sementara volatilitas baru-baru ini telah menyoroti risiko yang terlibat bagi investor.

Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) dan serangan Rusia ke Ukraina memberikan latar belakang penurunan tajam harga bitcoin dan aset kripto lainnya.

“(Aset kripto atau cryptocurrency) tidak ada artinya,” tukas Presiden ECB Christine Lagarde di Belanda pada Minggu (22/).

“(Investasi) ini tidak berdasarkan apa-apa. Tidak ada aset yang mendasari untuk bertindak sebagai jangkar keamanan,” katanya, menasihati calon investor untuk tidak mengikuti ‘hype’ atau promosi sensasional.

Mayoritas kepemilikan masyarakat yang menjadi sampel bernilai kurang dari 5.000 euro (US$ 5.358), kata laporan itu, dengan kecenderungan simpanan yang lebih kecil dari itu.

Rumah tangga berpenghasilan tinggi dan rendah relatif lebih mungkin memiliki aset kripto daripada rumah tangga berpenghasilan menengah.

Baca juga: Quad Investasi US$ 50 Miliar di Indo Pasifik 5 Tahun ke Depan

“Rata-rata, pria dewasa muda, dan responden berpendidikan tinggi lebih mungkin untuk berinvestasi,” kata laporan itu.

Peningkatan jumlah investor institusional juga terlibat dalam kategori aset berisiko. Sebanyak 56% dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka memiliki beberapa eksposur, naik dari level 45% pada 2020.

Ukuran total pasar kripto mencapai tinggi lebih dari 2,5 triliun euro pada akhir 2021 dan masih tujuh kali lebih besar daripada pada awal 2020, meskipun ada penurunan baru-baru ini, kata laporan itu.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN