Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi internet.

Ilustrasi internet.

WaspadaEmail PhishingAtas Nama Lembaga Jasa Keuangan

Selasa, 31 Mei 2022 | 13:33 WIB

JAKARTA, investor.id - Modus penipuan lewat email phishing yang mengatasnamakan lembaga jasa keuangan kian marak.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dengan mewaspadai email phishing.

Advertisement

Diketahui, email phishing adalah salah satu modus penipuan di dunia maya dengan cara mengelabui korban dengan menyamar antara lain sebagai karyawan atau lembaga jasa keuangan yang resmi untuk menjebak korban agar memberikan data pribadi, data akun, atau data finansial.

Menurut OJK, pelaku kejahatan email phishing mengincar data pribadi seperti username, password, nomor kartu kredit/debit, kode pin ATM, kode OTP. Serta kode CCV/CVC (tiga angka di belakang kartu kredit).

Pelaku email phishing juga mengincar masa berlaku kartu kredit/debit, nomor KTP atau paspor, tanggal lahir serta informasi pribadi lainnya.

Agar tidak terkecoh, masyarakat diminta untuk memperhatikan ciri-ciri email phishing. Menurut OJK, email phishing biasanya menggunakan nama akun email yang mirip dengan email resmi. Untuk itu, klik detil alamat pengirim email untuk memastikan keaslian pengirim.

"(Email phishing) meminta data pribadi seperti kata sandi, OTP, nomor katu debit/kredit atau lainnya. Ingat bahwa lembaga jasa keuangan tidak akan meminta data tersebut kepada nasabah," tulis OJK pada akun resminya, Senin (30/5).

Lebih lanjut, email phishing juga memberi tautan/link atau file palsu.

"Email phishing biasanya akan meminta targetnya untuk mengklik link/tautan atau mengunduh file dengan iming-iming untuk mendapat diskon, melihat berita dan lainnya," lanjut OJK.

Tak hanya itu, email phishing akan mendesak korban untuk cepat mengambil keputusan dengan berbagai alasan. Misalnya, adanya tranaksi mencurigakan sehingga harus segera memblokir kartu atau masa promo yang akan cepat habis. Rayuan-rayuan ini membuat korban panik sehingga tidak sempat berpikir lama.

Lantas bagaimana jika Anda menerima email dengan ciri-ciri di atas?

"Segera hubungi layanan konsumen lembaga jasa keuangan tersebut untuk memastikan bahwa email yang diterima benar dan aman," jelas OJK.

"Yuk amankan keuangan kita. Selalu jaga kerahasiaan data pribadi," tutup OJK.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN