Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
COO GetPaid Indonesia  Hilton Lie : EWA membantu perusahaan mempertahankan loyalitas dan produktivitas karyawan

COO GetPaid Indonesia Hilton Lie : EWA membantu perusahaan mempertahankan loyalitas dan produktivitas karyawan

GetPaid Tawarkan Solusi EWA untuk Atasi Masalah Keuangan Karyawan

Sabtu, 18 Juni 2022 | 14:39 WIB
Windarto (redaksi@investor.id)

Jakarta, Investor.id – Menjaga keseimbangan neraca keuangan merupakan salah satu hal penting dalam mengelola keuangan keluarga apalagi bagi karyawan yang pendapatan utamanya berasal dari gaji bulanan. Alokasi pengeluaran biasanya sudah diatur sedemikian rupa untuk kebutuhan biaya hidup, menabung, investasi, pendidikan anak, asuransi, hingga dana pensiun. Tidak hanya itu, kadang pendapatan itu pun harus disisihkan untuk membayar cicilan utang seperti KPR atau kendaraan.

Namun adakalanya ada kebutuhan keuangan yang mendesak dan cukup besar sehingga tidak dapat dipenuhi dari biaya operasional harian yang sudah ditetapkan dalam rencana keuangan. Jika menunggu tanggal gajian masih cukup lama, sementara menggunakan jasa pinjaman online (pinjol) ada bunga yang harus dibayarkan, apalagi bila pinjol tersebut ilegal, pasati akan menjadi beban yang menggangu neraca keuangan keluarga.

Nah, ada solusi untuk mengatasi persoalan tersebut yang biasa disebut dengan earned wages access (EWA), yakni sebuah solusi yang memungkinkan karyawan untuk mencairkan akumulasi gaji berjalan sekalipun belum tanggal gajian. Karyawan tidak dikenakan bunga atau biaya keterlambatan, namun hanya dikenakan biaya transaksi yang memanfaatkan layanan ini.

Dalam bahasa sederhana, EWA merupakan kasbon online, bedanya, EWA diberikan oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan perusahaan tempat karyawan bekerja, dimana perusahaan ini menalangi kebutuhan keuangan karyawan sebelum tanggal gajian.

Salah satu Start up yang menawarkan jasa EWA adalah PT Digital Gaji Asia (GetPaid). Ada tiga keunggulan solusi yang ditawarkan yakni bebas biaya untuk perusahaan, mudah digunakan, dan kendali pada karyawan. Seperti disebutkan sebelumnya, karyawan yang menggunakan jasa GetPaid hanya dikenakan biaya transaksi saja, bukan bunga seperti layaknya pinjaman online.

Survei yang dilakukan terhadap perusahaan yang menggunakan layanan ini menyimpulkan GetPaid membantu perusahaan mempertahankan dan meningkatkan produktivitas. Sebanyak 72% staf perusahaan mengatakan, mereka menjadi lebih loyal kepada perusahaan setelah menggunakan GetPaid. Sebanyak 95% karyawan mengatakan stress mereka berkurang setelah menggunakan GetPaid. Sebanyak 66% karyawan mengatakan sedikit tenang setelah menggunakan GetPaid, dan sebanyak 61% menyebut GetPaid membantu masalah kebutuhan dana.

COO Getpaid Indonesia Hilton Lie menjelaskan, untuk memperoleh jasa EWA ini, perusahaan harus bekerja sama dengan GetPaid untuk memastikan orang yang akan menggunakan layanan merupakan karyawan di tempat tersebut. Nantinya perusahaan memberikan limit berapa besaran dana yang bisa dicairkan sebelum tanggal gajian. Misalnya dalam 20 hari karyawan memiliki kesempatan untuk menggunakan dana senilai batas yang ditentukan. Sebagai contoh EWA yang diberikan sebesar Rp2 juta, maka pada tanggal 1 hari kerja karyawan boleh menarik dana sebesar Rp100 ribu. Jika kesempatan tersebut tidak digunakan, dananya akan diakumulasi pada kesempatan berikutnya. Jadi misalnya akan diambil pada tanggal 10 hari kerja, maka nilai yang bisa diambil sebesar Rp1 juta.

Menurut Hilton, pembatasan limit EWA dan pembatasan pencairan ini dilakukan untuk menjaga neraca keuangan dari pengguna agar tetap aman dan menjadi bagian manajemen keuangan agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.

Adapun biaya transaksi atau biaya admin yang dikenakan ada tiga pilihan. Pertama sebesar 4% dari nilai transaksi, kedua, flat fee sebesar Rp36 ribu setiap transaksi berapapun nilai yang diambil. Ketiga, sebesar Rp76 ribu selama sebulan. “Ini yang membedakan kami dengan perusahaan sejenis yang biasanya hanya memberikan satu opsi saja untuk fee transaksi,” tutur Hilton.

Memang, diakui Hilton, layanan EWA ini masih memerlukan edukasi kepada masyarakat, sebab selain faktor penggunaan teknologi, dalam benak masyarakat layanan yang ditawarkan GetPaid dianggap serupa dengan pinjaman online (pinjol). “Kendalanya masalah edukasi, mindset-nya masih KTA atau pinjol. Jadi kami terus melakukan edukasi ke lapangan,” tutur Hilton pada HR Gathering di Jakarta (16/6).

Regional Director Getpaid Indonesia Joses Tjohjono mengatakan, HR Gathering yang bertema “Memahami Kebutuhan Karyawan Bersama Getpaid” merupakan sarana untuk bersilaturahmi dan bertukar informasi antara karyawan GetPaid dan HR dari beberapa perusahaan. “Diharapkan dengan pertemuan ini dapat terjalin sinergi untuk memberikan fasilitas yang mensejahterakan sehingga karyawan dapat lebih produktif dalam bekerja. Harapan saya dengan memanfaatkan fasilitas layanan EWA, dapat membantu masalah keuangan karyawan, serta terhindar dari jerat pinjaman online illegal” tuturnya saat memberikan sambutan.

HR Gathering ini dihadiri oleh beberapa perusahaan, antara lain, Nityo Infotech, Ninja Express, Harapan Baru Lidya, Optik Tunggal, Agro Tech, Advance Mediacare Corpora, Sinar Selaras Rezeki, Bithour, Hello Kreasi Pratama, Plastech Indonesia, Maximus Makmur Medika, dan Surya Kreasi.

Getpaid tidak membidik segmen perusahaan tertentu dalam memasarkan jasa layanannya, namun perusahaan apa saja yang memang ingin memberikan kenyamanan dan solusi keuangan kepada karyawannya dengan model EWA. Saat ini sudah ada sekitar 20 perusahaan yang menjalin kerja sama dengan GetPaid Indonesia.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN