Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perencana Keuangan Safir Senduk dalam program Lunch Talk Beritasatu TV bertajuk

Perencana Keuangan Safir Senduk dalam program Lunch Talk Beritasatu TV bertajuk "Jangan Buru-Buru Cairkan JHT", 29 Juli 2022.

Alasan Banyak Peserta Cairkan JHT Sebelum Jatuh Tempo

Jumat, 29 Juli 2022 | 19:39 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Perencana Keuangan Safir Senduk mengungkapkan, banyak masyarakat yang mencairkan dana jaminan hari tua (JHT) di awal lantaran tidak memiliki  simpanan. Pemicunya adalah gaya hidup  boros serta tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik.

Karenanya, kata Safir, penting untuk menyisihkan  penghasilan yang diterima untuk disimpan atau ditabung.  Ketika mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), seorang pekerja tidak sampai harus mencairkan dana JHT yang sejatinya untuk persiapan masa tua. 

"Setiap manusia mengalami kejadian-kejadian yang ada dalam hidupnya, mulai dari lahir, sekolah, bekerja, menikah, melahirkan. Program JHT adalah untuk menyiapkan event kita di hari tua nanti. Yang terjadi, banyak dari kita yang mencairkan JHT buru-buru. Alasanya karena mereka tidak punya simpanan, salah satunya karena boros, tidak punya perencanaan keuangan," kata Safir Senduk dalam program Lunch Talk Beritasatu TV bertajuk "Jangan Buru-Buru Cairkan JHT", Jumat (29/7/2022).

Safir juga mengingatkan pentingnya mencairkan JHT di masa tua atau usia pensiun, bukan ketika masih usia produktif. Bila terlalu dini mencairkan dana JHT, berbagai risiko akan ditanggung di masa tua nanti. "Program JHT ini bagus sekali dan sudah menjadi praktik internasional. Negara mengurusi rakyatnya, memikirkan rakyatnya melalui JHT. Yang harus kita lakukan adalah, jangan cairkan di awal karena risikonya nanti tidak bisa terbayar," kata Safir Senduk

Ketika pekerja mengalami PHK, Safir mengatakan mereka sebetulnya bisa memanfaatkan program jaminan kehilangan pekerjaan (JKP), di mana salah satu manfaatnya berupa uang tunai selama 6 bulan. Namun karena sudah tidak punya penghasilan, gaya hidupnya pun harus disesuaikan.

"Mindset-nya adalah, jangan mentang-mentang sudah ada JKP, lalu pada saat di PHK pengeluaran kita tetap sama seperti ketika masih bekerja. Begitu pengeluaran kita tetap sama, tetapi dapatnya lebih sedikit, kemudian kita complain, tidak begitu. Jadi kita harus melakukan penyesuaian gaya hidup," ujarnya.

Pengeluaran sendiri menurutnya ada tiga macam, yaitu pengeluaran wajib, pengeluaran karena kebutuhan, dan pengeluaran karena keinginan. "Yang harus didahulukan itu wajib dan butuh. Kebiasaan kita adalah setiap kali dapat penghasilan, fokus kita yang ingin dulu, puaskan dulu emosinya, baru kemudian bayar yang wajib dan butuh. Jadi kuncinya pada saat di PHK, stop dulu inginnya, kita fokus pada wajib dan butuh, dan di masa sekarang ini fokus pada pembelian bahan makanan," pesan Safir.
 

Advertisement

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN