Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
avrist

avrist

5 Kiat Rencanakan Keuangan Ketika Puasa di Tengah Covid-19

Prisma Adrianto, Sabtu, 25 April 2020 | 09:25 WIB

JAKARTA, investor.id - Ramadhan telah tiba. Namun, Ramadhan pada 1441 hijriah atau tahun 2020 ini sungguh berbeda. Pandemi virus corona (Covid-19) membawa berbagai perubahan di berbagai sendi kehidupan. Ramadhan kali ini mengharuskan kita untuk terbiasa dengan aktivitas #diRumahAja seperti work from home atau  from home.

Pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengakibatkan kegiatan bisnis dan perekonomian menjadi lesu. Dengan PSBB, agenda mudik harus ditiadakan, ibadah tarawih tidak bisa dilakukan di masjid, dan tentu saja acara buka puasa bersama teman-teman tinggal angan belaka.

Namun demikian, situasi  #diRumahAja,  kita dapat memperbanyak ibadah dan amalan agar Ramadhan kali ini kita menambah lebih banyak pahala. Di sisi lain, lesunya kondisi perekonomian dan ketidakpastian memaksa kita harus lebih mengencangkan ikat pinggang. 

Pada sisi lain,  kehidupan  harus tetap berjalan. Solusinya harus ada perencanaan keuangan yang matang. Berikut adalah lima tips untuk mengatur keuangan di bulan Ramadhan dengan kondisi #diRumahAja:

1. Ketahui kondisi finansial kita saat ini

Banyak dari kita yang tidak menyadari  kondisi keuangan kita sendiri. Penting untuk kita ketahui, situasi Covid-19 ini sebetulnya secara langsung atau tidak langsung turut mengubah kondisi finansial kita. Berbagai kebutuhan belanja untuk mengatasi bahasa Covid-19 bisa jadi membuat tagihan membengkak. Misalnya untuk membeli hand sanitizer dan perlengkapan untuk menjaga daya tahan tubuh. Tiba-tiba  kita juga menjadi khawatir dan melakukan aksi panic buying atau belanja berlebihan.

Coba cek apakah sekarang ini kehidupan finansial kita lebih besar pasak daripada tiang? Oleh karena itu, penting untuk tahu bagaimana kondisi keuangan kita tiga bulan ke depan.  Apakah sumber pendapatan  masih stabil dan aman? Berapa jumlah tabungan dan cicilan? Mulailah jujur dengan diri sendiri, seberapa sehatkah kondisi keuangan kita?

Dengan mengetahui kondisi keuangan secara nyata, kita akan terbantu untuk membuat alokasi keuangan. Mendisiplinkan diri  untuk mengontrol pengeluaran dan lebih kreatif dalam mengatur keuangan. Kita juga harus bisa merelokasikan anggaran dana untuk bukber, jajan, atau berbelanja untuk hal yang lebih bermanfaat.  

2. Mulai dengan membuat budget bulanan

Mengatur budget berarti  mengatur gaya hidup. Mulailah dengan membuat daftar pengeluaran rutin. Jika kita pekerja informal,  mesti perkirakan dahulu jumlah dana yang bisa dihimpun selama sebulan. Sebaliknya kalau kita pekerja formal, pastikan  benar-benar mengetahui jumlah pendapan per bulan. Kemudian, alokasikan pengeluaran  menjadi tiga kategori.

Pertama,  menyisihkan kebutuhan utama seperti makanan dan pengeluaran rumah tangga seperti listrik, gas, air, paket internet, biaya sewa kosan, dan tunggakan-tunggakan lainnya. Lalu alokasikan 5-10% untuk dana darurat. Kita bisa memilih tabungan, deposito, emas, atau reksa dana pasar uang sebagai pilihan instrumen keuangan yang cocok untuk menyimpan dana darurat karena mudah di akses, cukup likuid, dan aman. 

Kedua, sisihkan kebutuhan pelengkap sebesar 5% saja. Kebutuhan pelengkap bisa berupa jajan takjil, kopi, atau delivery makanan. Ketiga, ialah mengalokasikan dana yang bersifat hiburan seperti berbelanja baju, gadget, dan perintilannya. Kategori ini sebaiknya cukup dialokasikan sebesar 5%.

Membuat budget akan sangat membantumu dalam menentukan kebutuhan yang harus diprioritaskan. Jika kebutuhan utama telah terpenuhi, barulah kita boleh jajan ataupun berbelanja. Tapi ingat, usahakan agar ketiga kebutuhan sekunder tidak melampaui dari 30% total pengeluaran bulanan.

Cobalah cara ini, belanja hanya jika  mampu dan tidak berhutang. Batasi anggaran belanja makanan untuk sahur dan berbuka. Sesuai sunnah, makan dan minumlah secara cukup. Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk bernapas.

3. Aktif mencatat jumlah pengeluaran

Diperlukan disiplin dan pengawasan dari diri sendiri untuk rajin mencatat pengeluaran. Kita bisa menggunakan berbagai aplikasi monitoring keuangan yang tersedia di posel pintar. Jadwalkan waktu khusus, satu kali dalam seminggu untuk bisa me-review semua pengeluaran.

Boleh loh untuk memberi diri kamu reward jika ternyata kamu sukses meminimalisir pengeluaran. Semoga cara ini bisa memotivasi kamu untuk lebih banyak menabung dan berpikir ulang jika memang ingin berbelanja.

4. Optimalkan THR untuk tujuan finansial jangka panjang

Tentu, mudah-mudahan tahun ini  dapat THR ya. THR itu bukan bonus tambahan yang bisa  langsung dihabiskan untuk memenuhi wishlist. THR itu adalah rejeki tambahan yang berguna untuk kelangsungan hidup. Prioritaskan THR kamu untuk membayar hutang, membangun dana darurat, berinvestasi, dan atau berasuransi.

Pandemi Covid-19 ini mengajarkan kita betapa pentingnya untuk memiliki jaring pengaman atau safety net. Ketidakpastian dalam hidup dapat mendatangi kita sewaktu-waktu, semudah membalik telapak tangan. Baru kita sadari betapa pentingnya memiliki uang tabungan atau mungkin mengenai perlindungan asuransi.

Misalnya, dana THR yang didapat akan dimanfaatkan untuk  memiliki asuransi kesehatan sekaligus tabungan. Asuransi bukanlah beban, namun sebuah bantalan berupa harapan guna menjaga jiwa dan kesehatan kita dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dengan produk yang tepat, asuransi bisa memberikan manfaat biaya perawatan kesehatan sehingga dana darurat tetap terlindungi. Selain itu, asuransi juga bisa digunakan sebagai bentuk warisan buat anak dan keluarga yang ditinggalkan.

Buatlah financial goals yang bermakna untuk hidup kamu dengan THR. Bisa memulai untuk mengalokasikan sebagian dana itu juga untuk dana pensiun, dana haji, atau juga untuk DP rumah. Silahkan pertimbangkan dana THR mau digeser kemana?

5. Bijak dalam mengeluarkan uang.

Bersiaplah menghadapi godaan diskon dan tawaran spesial promo menyambut lebaran. Jika sulit untuk  menahan tawaran konsumtif tersebut, boleh sementara dihapus aplikasinya dan  mute dulu notifikasi dari berbagai brand kesayangan.

Dahulukan kewajiban seperti membayar zakat fitrah untuk kamu dan keluargamu. Jika ada dana berlebih, alangkah baiknya memberikan uluran tangan bagi saudara yang membutuhkan. No one has ever become poor by giving more.

Sangatlah penting untuk merencanakan kegiatan Ramadhan kita. Disinilah disiplin diri dan komitmen untuk mengontrol waktu dan finansial kita teruji. Latihlah diri kita untuk bersabar dan ikhlas menghadapi Ramadhan. Semoga Ramadhan ini bisa menjadi babak baru agar kita bisa lebih bijak dalam mengatur kondisi keuangan.

Sementara itu, Head of Corporate Marketing Communications PT Avrist Assurance Ernest Febrianto menyampaikan, pihaknya turut hadir ditengah-tengah keluarga Indonesia sebagai mitra terpercaya dalam memberikan kenyamanan proteksi asuransi. Menurut dia, dengan menyisihkan beban finansial pada asuransi bisa menjaga ketenangan hidup keluarga.

"Dengan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian, kita semakin terdorong untuk menjadi lebih cerdas dan cermat dalam mengatur pengeluaran harian untuk memenuhi kebutuhan pokok," tandas Ernest.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN