Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Alokasikan Investasi dengan Porsi Seimbang

Gora Kunjana, Senin, 13 November 2017 | 02:40 WIB

Alokasi investasi dengan porsi seimbang merupakan pilihan Peter Harsono. Keseimbangan alokasi ini disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu. Peter yang saat ini bekerja sebagai Private Banking Division Head di PT Bank OCBC NISP Tbk memilih lima instrumen sebagai pilihannya. Adapun pilihan tersebut adalah obligasi porsi 30%, saham 10%, properti 20%, asuransi 10%, serta kas 30%.

 

Dari kelima instrumen tersebut, Peter menggunakan instrumen obligasi sebagai patokan bunga dari instrumen yang dia tempatkan di jangka menengah dan panjang. Sedangkan investasi di saham akan digunakan untuk menghasilkan imbal hasil dan investasi jangka pendek.

 

"Saya juga memiliki  investasi di reksa dana, namun lebih mengarah ke jangka panjang," kata Peter kepada Investor Daily, baru-baru ini.

 

Selain berorientasi kepada imbal hasil, Peter menyiapkan investasi untuk diwariskan kepada anak dan cucu. Adapun kedua instrumen tersebut adalah properti serta asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. "Sementara itu, investasi di kas atau dana tunai saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas," ujar dia.

 

Berpengalaman kurang lebih 19 tahun di bidang investasi membuat ayah dari dua orang anak ini memiliki pengetahuan mumpuni mengenai dunia investasi. Sebagai seorang pakar, dia pun menilai, berinvestasi di Indonesia cukup prospektif.

 

Bahkan, nasabah di Indonesia juga bisa menginvestasikan dananya di luar pasar Indonesia. Hal ini sudah dimulai dengan pemberlakuan reksa dana syariah yang memiliki eksposur saham di luar Indonesia.

 

"Dengan era keterbukaan informasi, alangkah baiknya opsi ini bisa diperbanyak, sehingga nasabah dalam negeri tidak perlu melihat keluar dari Indonesia untuk melakukan diversifikasi portofolio investasi mereka," jelas dia.

 

Berbekal pengalaman yang dimiliki, dia pun memberi pengetahuan kepada nasabah private banking di Bank OCBC NiSP. Dalam menangani nasabah tersebut, Peter lebih memfokuskan pada portofolio nasabah sesuai dengan risiko masing-masing.

 

"Profil risiko ini akan menjadi acuan untuk ditawarkan kepada nasabah," kata dia. (gtr)

BAGIKAN