Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Star Mercato Capitale yang juga Co-Founder & Managing Director Tanamduit, Rini Hapsari di tengah para koleganya di Tanamduit.

CEO Star Mercato Capitale yang juga Co-Founder & Managing Director Tanamduit, Rini Hapsari di tengah para koleganya di Tanamduit.

Co-Founder & Managing Director Tanamduit Rini Hapsari

'APERD Online Berperan Signifikan Besarkan Pasar Reksa Dana'

Sabtu, 10 April 2021 | 16:44 WIB
Fajar Widhiyanto

Tingkat kesadaran kelompok milenial untuk menyimpan dana mereka ke instrumen investasi berupa reksa dana semakin tinggi. Hal ini tentunya tak terlepas oleh kehadiran Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) Online yang menyediakan marketplace investasi, sehingga para kelompok internet savvy dan technology savvy ini punya medium untuk mengalirkan dana mereka pada instrumen investasi yang sesuai dengan profil risko mereka.

Menurut CEO Star Mercato Capitale yang juga Co-Founder & Managing Director Tanamduit Rini Hapsari, pasar reksa dana terus bertumbuh dalam lima tahun terakhir, dan semakin pesat dengan kehadiran para Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) Online atau marketplace reksa dana yang dimotori oleh Bareksa.

Di tahun 2016, jumlah pemegang akun reksa dana tak sampai 450 ribu nasabah. Saat itu memang marketplace reksa dana seperti Bareksa memang baru mulai, dan belum running. Sementara di akhir Desember 2020 kemarin jumlah investor reksa dana itu sebanyak 3,1 juta. Kita lihat tentu kontribusi terbesar berasal dari Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) Online, yang menjual reksa dana dengan lisensi OJK,” ujar Rini kepada Majalah Investor beberapa waktu lalu.

Simak perbincangan Majalah Investor dengan wanita yang sempat berkarier di sejumlah bank, dan memutuskan untuk terjun ke industri reksa dana ini.

 

Apa peran Marketplace investasi seperti Tanamduit dalam memperluas pangsa investasi reksa dana?

Kita lihat sebenarnya marketnya reksa dana bertumbuh dalam lima tahun terakhir. Sangat signifikan, hampir lima kali lipat lebih dalam lima tahun terakhir. Di tahun 2016, jumlah pemegang akun reksa dana tak sampai 450 ribu nasabah. Saat itu memang marketplace reksa dana seperti Bareksa memang baru mulai, dan belum running.

Sementara di akhir Desember 2020 kemarin jumlah investor reksa dana itu sebanyak 3,1 juta. Kita lihat tentu kontribusi terbesar berasal dari Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) Online, yang menjual reksa dana dengan lisensi OJK. Kenapa kita bisa berkesimpulan seperti itu, industri reksa dana itu kan sudah tumbuh sejak tahun 1996. namun sampai 2016 pertumbuhan pemilik akun hanya sampai di angka sekitar 450 ribu saja, selama dua puluh tahun. Mungkin karena saat itu masih baru ditawarkan terbatas pada priority level segment.

Sementara ketika kita masuk ke pasar, target pasar kita adalah unlimited segment. Walaupun masing-masing aperd online ini punya target segmen, tampaknya dominan menyasar segmen milenial, karena merekalah generasi yang paling mudah mengadopsi teknologi online.

Jadi dari angka 450 ribu menjadi 3,1 juta akun reksa dana per akhir 2020 kami yakin merupakan kontribusi dari Aperd Online, salah satunya tanamduit.

 

Berapa persen kontribusi dari Tanamduit?

Kita belum terlalu besar, tapi kami yakin minimal 10% kontribusi dari Tanamduit. Karena pada akhir tahun 2020 investor kita berada di angka 300 ribu akun.

 

Faktor apa saja yang mendorong peningkatan tadi?

Paling dasar tentu edukasi. Market terbesar di Tanamduit sekitar 70% adalah kelompok milenial, Generasi Y, dan Generasi Z. Penjualan di APERD online sebagian besar memang diisi oleh Gen Y - Gen Z. Karena mereka generasi yang paling cepat mengadopsi industri online. Tingkat keinginan untuk 'googling' atau learn everything through online begitu tinggi. Kita juga tahu bahwa generasi milenial ini karakternya tak suka digurui, biasanya dengar dari teman, searching sendiri dari Google, kemampuan mereka belajar teknologi yang cukup baik. Selain itu mereka juga menginginkan kemudahan, dan ini bisa didapatkan lewat APERD online.

Dulu untuk membuka akun reksa dana mereka harus datang ke bank. Mereka harus datang ke cabang, isi formulir dan lain-lain. Kemudahan yang ditawarkan APERD Online itu jadi kunci keberhasilan, sekaligus kita bisa mengetahui pasar reksa dana di Indonesia itu besar. Hanya saja belum terfasilitasi. Dan saat ini mereka terbantu oleh APERD Online. Ini kontribusi ke semua pihak.

 

Bisa dikatakan APERD Online atau marketplace investasi ini menyasar generasi Y dan Gen Z?

Secara garis besar kita melihat dari jumlah investor akan masuk ke kategori Gen Y dan Gen Z. Berdasar data BPS saja pada 2020 jumlah populasi milenial ada 70 juta orang. Dan jumlah Gen Z ini hanya beda tipis jumlahnya dengan Gen Y.

Jika mengejar huge investment per costumer memang bukan pada Gen Y dan Gen Z. Itu masih ada pada Gen X yang investasinya besar.

Tapi kita berbicara seperti yang diramalkan McKensie, pada tahun 2030 jumlah middle class Indonesia itu ada 135 juta orang. Ini big target marget. Karena kaum milenial dan para Gen Z ini akan berada di posisi up level yang akan punya kemampuan investasi tinggi. Sementara Gen X di periode itu akan sudah sangat matured atau going down. Jadi wajar saja jika APERD online banyak menyasar generasi milenial.

 

Cukupkah baikkah eksposur wawasan mereka soal investasi?

Memang harus ada edukasi, marketing tak bisa sekedar 'jor-joran' burning money. Kita juga ingin investor kita lama-lama belajar. Harapannya kita bisa meningkatkan literasi keuangan di masyarakat. Kita percaya, you dont have to be rich to invest, tapi you have to invest to be rich. Mereka akan banyak belajar banyak hal.

 

Apakah generasi milenial ini terengaruh pada kasus yang menimpa fund manager?

Sejumlah kasus yang terjadi pada manajer investasi memang secara umum telah menarik mundur investor. Kita rasakan mulai akhir tahun 2019, ketika muncul kasus di Jiwasraya. Itu mempengaruhi investor. Apakah itu generasi X atau Gen Z, selama mereka memiliki kemampuan untuk meng-up date kondisi market, pasti mereka tahu.

Biasanya di investment couching group yang dibina Tanamduit lewat media sosial, teman-teman investor langsung bertanya terkait MI yang terlibat masalah. Mereka kadang lebih cepat up date informasi. Itu menunjukkan teman-teman investor muda ini sangat up to date. Dan sempat membuat mereka mundur ketika ada informasi buruk yang menimpa industri reksa dana.

Kami juga meminta para generasi Y dan Z untuk cermat memilih manajer investasi penerbit reksa dana, dan memilih instrumen yang sesuai dengan risk profile mereka. Sehingga kita bisa mengajak mereka kembali berinvestasi dan tidak takut.

 

Apa kelebihan Tanamduit yang ditawarkan kepada para investor?

Di Tanamduit sebagai butik reksadana, kita menyediakan reka dana dari fund manager-fund manager berpengalaman. Tanamduit juga melakukan due dilligent terhadap para fund manager yang akan dijadikan mitra. Kita benar-benar membantu nasabah untuk memilih produk dan fund manager yang bisa memperkecil risiko investasi mereka.

Kita juga menerapkan prinsip keterbukaan pada investor, kita sebagai agregator yang memfasilitasi mereka, dan itu dilakukan berdasar asas yang benar. Jika ada dokumen tertulis dari MI, atau bank kustodian ataupun asosiasi terkait adanya produk yang akan ditutup, itu akan jadi pegangan kita untuk diinformasikan ke investor.

Kami sebagai paltform juga akan bertindak on behalf of investor. Jika ada satu fund manager mengemukakan rencana tertentu dan itu terkait dengan kepentingan investor, tentu kami akan ikut mempertanyakan hal itu, on behalf the investor.

 

Apa saran buat generasi milenial dalam berinvestasi di butik investasi?

Pertama mereka harus up date tentang market. Kita ada market up date tiap Senin untuk memberi tahu investasi apa yang bagus untuk sepekan ke depan. Mereka juga harus memahami risk profile mereka, apakah rendah, moderat atau high risk.

Di platform kami ada klasifikasi itu sehingga mereka bisa memilih produk sesuai profil risiko mereka. Kami m enyediakan data top performance reksa dana, untuk berbagai risk profile. Tapi jangan lupa bahwa investasi itu tidak menjamin pendapatan di masa mendatang. What happened in the past will not guarantee what will you get in the future. Setidaknya mereka punya guidance, MI mana yang pernah punya performa bagus.

 

Tanamduit bermitra dengan berapa fund manager saat ini?

Saat ini Tanamduit telah bermitra dengan 14 Manajer investasi.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN