Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Berinvestasi pada Aset Produktif

Gora Kunjana, Minggu, 10 Desember 2017 | 11:08 WIB

Sebagai orang yang berpengalaman di dunia asuransi, Achmad Sudiyar Dalimunthe mengaku sangat berhati-hati dalam berinvestasi. Dia memilih instrumen yang aman dalam berinvestasi dan juga berinvestasi pada aset produktif.

 

Achmad yang saat ini menjabat direktur eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memang tergolong tipe konservatif. Hal tersebut terlihat dari instrumen investasi yang dimilikinya, yakni properti, tabungan, deposito, dan asuransi.

 

"Memilih investasi perlu melihat kondisi juga, kalau bisa yang produktif. Misalnya, kami membeli kebun supaya berbuah, itu kan produktif, tapi sekarang belum. Kami ikut paket supaya kebun itu nanti berbuah," terang Achmad yang akrab disapa Dody kepada Investor Daily di kantor AAUI, Jakarta, baru-baru ini.

 

Dia mengatakan, dari hasil pendapatannya, Dody yang mengidolakan tokoh M Syafii Antonio dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo ini lebih banyak mengalokasikan dana untuk ditabung dan masuk deposito.

 

"Porsi tabungan paling besar, hitungannya, sisa dari pengeluaran rutin keluarga akan masuk ke tabungan semua. Deposito itu sebagai tambahan saja kalau ada kelebihan dari tabungan," papar dia.

 

Sedangkan jika mendapat penghasilan lebih dialokasikan untuk menambah aset sebagai investasi. Dia tetap membeli aset yang produktif.

 

Selain itu, Dody menyiapkan program pensiunannya sendiri sebelum berusia 40 tahun. Hal tersebut agar ketika masuk masa pensiun tidak repot, karena bisa merasakan hasil pensiunan yang dipupuknya sendiri, dia pun mengajak istrinya untuk mengikuti program pensiun.

 

Dia menjelaskan, sebelum anaknya lahir pun sudah didaftarkan untuk program beasiswa. Meskipun tidak bisa mengganti biay  sekolahnya secara penuh, program beasiswa tersebut tetap membantu. "Ke depan saya hanya akan menyiapkan mau jadi apa anak saya nanti," kata dia.

 

Dia mengatakan, keberadaannya saat ini karena kekuatan keluarga yang mendoakan juga berkat kerja keras. Pria yang tinggal di daerah Pamulang ini juga pengguna kereta commuter line dan angkutan umum, sedangkan mobilnya berada di kantor. "Saya berangkat kerja dan pulang kerja naik kereta, karena di Jakarta macet kalau naik mobil. Kondisi keuangan saya juga mengikuti keseharian saya," kata dia. (nid)

BAGIKAN