Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rektor Universitas Trisakti Ali Ghufron Mukti dan Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara memberikan sambutan pembuka dan keynote speech yang dimoderatorin oleh Primus Dorimulu selaku News Director Beritasatu Media Holdings dalam acara Webinar Seminar Literasi Keuangan, Goes To Campus dengan tema Cerdasnya Berinvestasi Saat Pandemi Covid-19 live streaming di Beritasatu.com, investor.id, youtube, medsos Beritasatu Media di Jakarta, Senin (22/6/2020). Hadir sebagai pembicara Wabinar tersebut antara lain: Vice President Wealth Management Division, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Martua Hanry Koestety Panggabean, Regional Chief Agency Officer PT Avrist Assurance Ainun Wulandari, Kepala Program Studi Sarjana Terapan D IV Keuangan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti Dr Tri Kunawangsih Purnamaningrum SE MSI, dan Co-Founder Lima Dua Group, Praktisi dan Pengamat Pasar Modal Jimmy Dimas Wahyu. Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan OJK, BRI, AVRIST ASSURANCE, dan UNIVERSITAS TRISAKTI. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Rektor Universitas Trisakti Ali Ghufron Mukti dan Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara memberikan sambutan pembuka dan keynote speech yang dimoderatorin oleh Primus Dorimulu selaku News Director Beritasatu Media Holdings dalam acara Webinar Seminar Literasi Keuangan, Goes To Campus dengan tema Cerdasnya Berinvestasi Saat Pandemi Covid-19 live streaming di Beritasatu.com, investor.id, youtube, medsos Beritasatu Media di Jakarta, Senin (22/6/2020). Hadir sebagai pembicara Wabinar tersebut antara lain: Vice President Wealth Management Division, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Martua Hanry Koestety Panggabean, Regional Chief Agency Officer PT Avrist Assurance Ainun Wulandari, Kepala Program Studi Sarjana Terapan D IV Keuangan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti Dr Tri Kunawangsih Purnamaningrum SE MSI, dan Co-Founder Lima Dua Group, Praktisi dan Pengamat Pasar Modal Jimmy Dimas Wahyu. Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan OJK, BRI, AVRIST ASSURANCE, dan UNIVERSITAS TRISAKTI. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Generasi Milenial Modal Penting Pembangunan Indonesia

Selasa, 23 Juni 2020 | 09:16 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id) ,Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  Kaprodi Sarjana Terapan D IV Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti Tri Kunawangsih Purnamaningrum mengatakan, generasi milenial digadang-gadang menjadi modal penting pembangunan bagi Indonesia.

Mereka adalah penduduk usia produktif yang menjadi bonus demografi bagi Indonesia. Oleh karena itu, literasi keuangan bagi milenial sangat penting, sebagai fondasi dasar dalam menjalani kehidupan yang sejahtera.

“Pada prinsipnya investasi merupakan tentang behaviour atau perilaku, sehingga pentingnya edukasi secara terus menerus kepada mahasiswa supaya dapat mengelola keuangannya dengan baik,” kata Tri.

Tri menambahkan, masa kuliah menjadi momentum orang menjalani kehidupan tanpa bergantung pada orang tua. Itu sebabnya, dia harus mampu mengelola penerimaan dan pengeluaran secara mandiri.

Berdasarkan survei yang dilakukan Tri terhadap mahasiswa Trisakti, sebanyak 21,2% mahasiswa sudah berinvestasi, 75% belum berinvestasi, dan sisanya 3,8% tidak tahu tentang investasi.

Menurut Tri, dari hasil survei tersebut, kendala mahasiswa untuk melakukan investasi adalah tidak adanya modal. Hal tersebut berkaitan dengan perilaku untuk berinvestasi yang masih belum menjadi kebiasaan bagi mereka.

“Sebetulnya aturlah uang yang ada, berapapun uangnya, cukup untuk hidup, tapi tidak akan pernah cukup untuk gaya hidup. Apa yang kita putuskan itu untuk tanggung jawab kita sendiri,” jelasnya.

Tri menilai, terminologi investasi menjadi relatif berat untuk diterima kalangan milenial. Pasalnya, milenial menganggap bahwa untuk mulai berinvestasi harus dimulai dari modal besar. Namun, kini dengan istilah menabung seperti yang digunakan beberapa lembaga keuangan, pemahaman mengenai investasi lebih mudah diterima oleh generasi milenial.

“Seperti istilah Yuk Nabung Saham yang digunakan Bursa Efek Indonesia, terminologi investasi menjadi relatif lebih ringan untuk diterima,” kata dia.

Selain itu, beberapa penelitian mengenai literasi keuangan juga menunjukkan bahwa peran keluarga turut berpengaruh terhadap tingkat literasi keuangan seseorang.

“Milenial suatu saat akan menjadi orang tua, sehingga penting sekali untuk memahami literasi keuangan dengan baik. Sebab, nanti sebagai orang tua harus bisa mengedukasi anak-anak. Better late than never, bisa mulai sejak sekarang dalam memulai investasi,” ujarnya.

Di era digital seperti sekarang, lanjut Tri, untuk memilih produk investasi sangatlah mudah. Yang diperlukan milenial hanyalah kemauan untuk berinvestasi.

Majalah Investor kembali gelar Literasi Goes to Campus, bertema Cerdas Berinvestasi Saat Pandemi Covid-19 pada 22 Juni 2020.
Majalah Investor kembali gelar Literasi Goes to Campus, bertema Cerdas Berinvestasi Saat Pandemi Covid-19 pada 22 Juni 2020.

Adapun Co - Founder & CEO Lima Dua Group yang juga praktisi dan pengamat pasar modal Jimmy Dimas Wahyu menilai, pendidikan mengenai keuangan sangatlah penting. Dia mengutip pernyataan Bill Gates bahwa

“Jika kita lahir miskin itu bukan salah kita, tapi jika kita meninggal dalam kondisi miskin itu salah kita”. Oleh karena itu, literasi mengenai keuangan dapat menjadi pedoman hidup dalam menentukan kesejahteraan seseorang di masa depan.

“Selagi masih muda, milenial memiliki masa depan yang panjang. Namun semua itu harus dimulai dari langkah yang kecil, dimulai dari satu langkah untuk memulai investasi,” ujarnya.

Menurut Jimmy, ada dua hal yang menjadi landasan seseorang dalam mengatur rencana keuangan. Pertama, perencanaan keuangan umumnya dapat direalisasikan dengan mengubah gaya hidup. Kedua, memungkinkan juga orang tidak perlu mengubah lifestyle, tapi harus menambah sumber pendapatan.

“Umumnya generasi milenial sulit untuk mengubah lifestyle. Oleh karena itu mengatasinya dapat dengan menambah income,” kata dia.

Jimmy menuturkan, salah satu langkah awal untuk mulai berinvestasi dapat dilakukan melalui produk reksa dana. Namun, sebelum membeli produk reksa dana, masyarakat harus memastikan reksa dana pilihannya dikelola manajer investasi yang profesional.

Masyarakat juga harus belajar dan mengetahui produk reksa dana tersebut, terutama risiko dan jumlah keuntungan yang ditawarkan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN