Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Imbal Hasil Deposito Menciut, ORI 019 Bisa Jadi Alternatif

Sabtu, 23 Januari 2021 | 10:44 WIB
komang

 

JAKARTA, Investor.id – Seiring dengan suku bunga acuan Bank Sentral yang rendah, imbal hasil yang ditawarkan perbankan pun kian menciut. Dengan BI7DRR (BI 7-days Reverse Repo Rate) sebesar 3,75%, maka sulit mengharapkan imbal hasil memadai dari suku bunga deposito perbankan.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk bank umum periode 25 November 2020 – 29 Januari 2021 sebesar 4,5%. Ketentuan ini kemungkinan tak akan berubah dalam waktu dekat. Pasalnya, BI baru saja memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia  pada 20-21 Januari 2021 memutuskan untuk mempertahan BI 7-days Reverse Repo Rate di level 3,75%.

Di era suku bunga rendah ini, pemilik dana, khususnya deposan, perlu bertimbang apakah akan tetap menempatkan dananya di bank dalam bentuk deposito atau memilih alternatif investasi yang lain. Bagi pemodal yang agresif dan siap menerima risiko, pasar saham bisa jadi pilihan. Tapi, bagaimana dengan pemodal konservatif yang tak siap risiko dan ingin aman-aman saja?

Mungkin produk ORI (Obligasi Negara Ritel) bisa dicoba. Karena Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPRR) Kementerian Keuangan akan menerbitkan lagi instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI019.  Rencananya, produk surat utang ritel yang dijamin pemerintah itu akan ditawarkan secara daring (online).

Instrumen ORI019  mulai ditawarkan pada 25 Januari hingga 18 Februari 2021. Pemerintah telah mematok harga ORI019 mulai dari Rp 1 juta. Bentuk dan karakteristik surat berharga negara tersebut tanpa warkat, dapat diperdagangkan di pasar sekunder, dan dikhususkan untuk investor domestik. Adapun jenis kupon ORI019 bersifat tetap (fixed rate) dengan tingkat kupon 5,57%.  Kupon yang ditawarkan ini memang menurun dibanding ORI-ORI sebelumnya. ORI 018 menawarkan 5,7%, ORI 011 memberi kupon 8,5%.

Bagaimana pun, imbal hasil ORI lebih tinggi dari deposito. Selain tingkat kupon yang lebih tinggi, pajak yang dibebankan juga lebih rendah. Deposito terkena pajak final 20%, sedangkan ORI sebesar 15%.  

 

Editor : Komang (komang_99@yahoo.com )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN