Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengusaha Nasional, Sandiaga Salahuddin Uno saat menjadi pembicara di acara Indonesia Millenial Summit 2020 di Jakarta.

Pengusaha Nasional, Sandiaga Salahuddin Uno saat menjadi pembicara di acara Indonesia Millenial Summit 2020 di Jakarta.

Ingin Sukses Berbisnis? Sandi Sarankan Pengusaha Terapkan Bisnis Model Kanvas

Minggu, 28 Juni 2020 | 22:30 WIB
Mashud

JAKARTA, investor.id - Untuk menjadi pengusaha sukses, seseorang harus memiliki konsep dan rencana bisnis agar usaha yang dijalankannya tidak gagal dan terus bertahan dalam kondisi apapun.

Hal tersebut disampaikan pengusaha nasional yang juga Founder OK OCE Sandiaga Salahudin Uno saat menceritakan kisah bisnisnya dalam acara RSKTalk x Sandiuno bertajuk “Pulihkan Ibu Pertiwi - How To Build Business Using Business Model Canvas”. Acara ini turut dihadiri pemilik bisnis Zyta Delia.

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini mengawali pembicaraan dengan bercerita kisahnya yang secara tidak sengaja menjadi pengusaha. Pasalnya, sekitar tahun 1997-an dirinya diberhentikan dari tempatnya bekerja atau Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) karena krisis ekonomi pada waktu itu.

“Saya jadi pengusaha, kan, kecelakaan. Jadi, tiba-tiba aja gitu nyemplung jadi pengusaha, learning by doing (belajar sambil kerja) karena pas PHK enggak punya pengalaman bagaimana membangun usaha. Akhirnya gagal berkali-kali, kita mulai sebagai konsultan keuangan,” buka Sandi dalam acara ini.

Waktu itu, Sandi mengaku tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang cara mengelola bisnis. Hingga suatu waktu dia menyadari bahwa dalam berbisnis harus ada perencanaan dan strategi dalam berbisnis.

Sandi mengaku pernah berbeda pendapat dengan pengusaha senior Bob Sadino tentang model bisnis dari dua tipe pengusaha.

Menurut Sandi, dirinya termasuk pengusaha yang menganut pemahaman bahwa untuk memulai usaha harus dibarengi dengan perencanaan dan strategi. Sementara itu, Bob Sadino berpendapat yang perlu dilakukan dalam usaha adalah mulai melakukan.

“Saya dulu pernah adu argumen dengan Om Bob Sadino karena aku ini masuk tim bisnsis plan, kalau om Bob tim just do it,” katanya.

Pengagas Rumah Siap Kerja ini mengatakan berdasarkan penelitian sekitar 78% pengusaha yang gagal karena tidak memiliki strategi dan perencanaan dalam usahanya.

Dengan demikian, kata Sandi salah satu model bisnis yang digunakannya adalah model Canvas. Bisnis model canvas merupakan sebuah tool dalam strategi manajemen untuk menerjemahkan konsep, konsumen, infrastruktur, maupun keuangan perusahaan dalam bentuk elemen-elemen visual.

“Dengan menerapkan bisnis model canvas, kita bisa mengurangi resiko gagal. Karena tadi sekitar 80% pengusaha gagal karena gak punya strategi dan business plan,” jelas Sandi.

Sandi pun membeberkan bahwa dalam strategi model ini ada beberapa yang harus diperhatikan antara lain, easy to understand atau mudah dimengerti.

“Yang kedua fokus. Karena kalau fokus itu bukan dari segi produknya, tapi dari segi values (nilai) apa yang kita bawa ke stakeholders kita. Jadi, bukan hanya customers, tapi stakeholders kita,” pungkasnya.

Selanjutnya, flexible. Salah satu contohnya, yaitu produknya harus disesuaikan minat orang saat ini. “Customer focus, customer is king, bahwa yang mesti kita lakukan adalah fokus pada customer dan kepuasaan pelanggan yang utama,” katanya.

Selain itu, hal lain yang harus diperhatikan adalah Show Connection di mana pebisnis harus saling berhubungan dan membangun ekosistem.

Kemudian Easy to Communicate, di mana mampu berkomunkasi secara kepada pelanggan, partner usaha atauapun yang lain. Sandi pun mencontohkan bila suatu waktu pengusaha dihadirkan dalam seminar untuk menjadi pembicara, pengusaha itu harus memanfaatkan menit demi menit untuk menjelaskan secara sederhana dan mudah dimengerti peserta.

“Jangan mutar-mutar, ngawur, ngalur ngidul di menit pertama basa basi, lima menit kedua kita mutar-mutar. Jangan seperti itu, kita fokus di lima menit pertama fokus menjelaskan bisnis model Canvas kita,” jelasnya.

Sandi juga mengingatkan bahwa pengusaha harus memiliki pemikiran atau memprediksi hal-hal yang akan terjadi di luar perencanaan. Misalnya, saat ini wabah corona.

“Kita harus punya satu pemikiran bahwa banyak hal-hal yang terduga. Harus ada sekenario planning membiasakan untuk bersikap fleksible, menyiapkan langkah mitigasi,” paparnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN