Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lelang SUN - Obligasi Ritel

Lelang SUN - Obligasi Ritel

BABY BOOMERS DOMINASI VOLUME PEMESANAN

Investor Milenial Pembeli Terbanyak Savings Bond Ritel

Abdul Aziz, Selasa, 24 September 2019 | 10:40 WIB

JAKARTA, Investor.id – Generasi milenial mendominasi jumlah investor pembeli Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008 yang merupakan seri terakhir SBR tahun ini. Dari total 10.219 investor yang 62,20%-nya merupakan investor baru, porsi generasi milenial (lahir 1980-2000 atau berusia 19-39 tahun) mencapai 51,96%.

Adapun dari sisi volume pemesanan, kelompok baby boomers (lahir 1946-1964 atau berusia 55-73 tahun) adalah yang terbesar, mencapai 41,59% dari total volume pemesanan senilai Rp 788,39 miliar.

Informasi dari Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) mengungkapkan, DJPPR telah menetapkan hasil penjualan SBR seri SBR008 pada Senin (23/9), dengan total volume pemesanan pembelian sebesar Rp 1,89 triliun.

“Sekitar 73,34% investor ritel melakukan pemesanan Rp 1 juta sampai Rp 100 juta,” demikian DJPPR Kemenkeu.

DJPPR menjelaskan, menurut profil kelompok profesi, jumlah investor terbesar adalah pegawai swasta, mencapai 37,35%, diikuti kelompok wiraswasta dan PNS/TNI/Polri masing-masing sebesar 19,56% dan 10,55%.

Adapun berdasarkan volume pemesanan, kelompok profesi wiraswasta adalah yang terbesar, mencapai 39,94%, disusul pegawai swasta dan ibu rumah tangga masing-masing sebesar 26,67% dan 12,33%.

“Rata-rata volume pemesanan per investor adalah Rp 185,48 juta atau turun dari rata-rata volume pemesanan pada penerbitan SBR sebelumnya yang mencapai Rp 214,08 juta,” demikian DJPPR Kemenkeu.

DJPPR mengungkapkan, menjelang pembukaan masa penawaran SBR008, pemerintah menunjuk tiga lembaga persepsi dalam melaksanakan sistem penerimaan negara secara elektronik. Dengan ditunjuknya tiga lembaga persepsi tersebut, kanal pembayaran yang dapat digunakan investor untuk menyetorkan dana investasi SBR008 semakin beragam.

Jika sebelumnya pilihan investor untuk menyetor atau transfer dananya hanya melalui ATM, teller, internet banking, atau mobile banking, saat ini masyarakat dapat menyetor dana investasinya di SBR melalui kanal virtual account, dompet elektronik, atau kanal lain yang difasilitasi lembaga persepsi tersebut.

“Hampir 400 investor SBR008 berhasil melakukan pembayaran melalui kanal-kanal baru tersebut. Selain itu, pemerintah menggandeng dua mitra distrbusi (Midis) baru yang membantu pemerintah dalam melakukan penjualan SBR008,” papar DJPPR.

Penerbitan SBR008, demikian DJPPR Kemenkeu, telah berhasil menjaring 10.219 investor. Sekitar 62,20% dari jumlah tersebut merupakan investor baru. Sebagaimana penerbitan SBN ritel online sebelumnya, mayoritas investor baru yang tercatat membeli SBR008 yaitu investor milenial.

Di samping investor baru yang jumlahnya siginifikan, tidak sedikit investor yang selalu membeli SBR pada setiap masa penerbitannya. Terdapat 140 investor yang kembali membeli SBR008 sejak pemerintah menerbitkan SBR secara online dengan nominal pembelian Rp 29,92 miliar.

“Selain itu terdapat 1.829 investor SBR007 yang kembali membeli SBR008 dengan nominal pembelian Rp 155,82 miliar,” demikian DJPPR.

DJPPR Kemenkeu menyatakan, dengan keunggulannya sebagai instrumen yang aman, mudah, dan terjangkau, SBR menjadi pilihan masyarakat yang baru mulai belajar berinvestasi. Itu terlihat pada jumlah investor dengan pemesanan Rp 1 juta yang mencapai 884 investor dengan total volume pemesanan Rp 884 juta.

“Capaian positif tersebut diharapkan terus berlangsung di tengah upaya pemerintah memperluas basis investor di dalam negeri dalam rangka pendalaman pasar keuangan domestik,” demikian DJPPR Kemenkeu.

Apa Itu SBR?

SBR merupakan salah satu instrumen pembiayaan negara yang ditawarkan kepada individu WNI. Pemesanan SBR dimulai dari Rp 1 juta, dengaan masa jatuh tempo dua tahun. Instrumen ini memiliki tingkat kupon mengambang dengan kupon minimal (floating with floor) yang mengacu pada BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-DRRR).

SBR tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi memiliki fasilitas early redemption yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok oleh pemerintah sebelum jatuh tempo. Fasilitas ini hanya dapat dimanfaatkan oleh investor dengan minimal kepemilikan Rp 2 juta di setiap mitra distribusi. Jumlah maksimal yang dapat diajukan untuk early redemption adalah 50% dari total kepemilikan investor.

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA