Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BCA. Foto: DEFRIZAL

Bank BCA. Foto: DEFRIZAL

Januari, Welma BCA Catat Transaksi Rp 6,7 Triliun

Rabu, 3 Februari 2021 | 19:40 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id -  Welma BCA per Januari 2021 mencatatkan trasaksi  Rp 6,7 triliun. Welma adalah aplikasi wealth management online milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Wakil Presiden Direktur BCA, Suwignyo Budiman mengungkapkan, sejak diluncurkan pada Oktober 2019, jumlah pengguna aplikasi Welma mencapai 84 ribu lebih. "Perkembangan tersebut sejalan dengan bisnis wealth management yang tahun lalu tumbuh pesat," kata Suwignyo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (3/2).

Hal itu, menurut Suwignyo, terjadi karena masyarakat menahan konsumsi, sehingga mereka memiliki dana yang kemudian diinvestasikan dengan mencari keuntungan (return)  yang lebih tinggi dari deposito.

"Sambutan masyarakat cukup luar biasa. Ternyata banyak sekali yang download walau aplikasinya belum sempurna. Ada 80 ribu lebih pengguna sampai hari ini. Nilai transaksinya sampai Rp 6,7 triliun. Ini untuk beli reksa dana, obligasi juga banyak," ujar dia.

Dia menjelaskan, transaksi yang mencatatkan nominal terbesar pada aplikasi ini adalah pembelian surat berharga negara (SBN) ritel. Sedangkan frekuensi transaksi terbanyak yaitu pembelian reksa dana.

Suwignyo mengemukakan, di tengah pandemi Covid-19, tren investasi dan proteksi tumbuh signifikan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor baru pada 2020 naik 28%. "Dana kelolaan juga meningkat tajam," ucap dia.

Investasi Membingungkan

Meskipun demikian, kata Suwignyo, tidak sedikit masyarakat yang memandang investasi sebagai suatu hal yang membingungkan, baik dari cara memulai, maupun memilih produk yang sesuai. "Juga ada persepsi bahwa investasi merupakan topik yang berat dan serius," tadas dia.

Atas dasar itu pula, menurut Suwignyo, BCA menghadirkan fitur terbaru di Welma, yakni pendaftaran Single Investor Identification (SID) Online yang kian memfasilitasi dan memudahkan nasabah melakukan pendaftaran nomor SID sebagai syarat melakukan transaksi investasi.

Kehadiran SID Online membuat nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor cabang BCA maupun menghubungi Halo BCA untuk mendaftar. Dengan adanya penambahan fitur ini, aplikasi Welma telah lengkap menjadi solusi investasi mobile bagi nasabah BCA.

"Kalau dulu beli reksa dana Rp 100-200 ribu malu datang ke cabang. Sekarang dengan online tidak perlu malu.Kalau malu, masuk saja kamar mandi, kunci pintu, beli reksa dana di Welma. Ini evolusi, semua serba online," papar dia.

Suwignyo menambahkan, kehadiran inovasi aplikasi Welma diharapkan menjadi solusi bagi nasabah yang ingin mengelola dana melalui investasi dan asuransi di mana pun berada.

Senior Executive Vice President Divisi Wealth Management BCA, Christine Setyabudhi mengatakan, kehadiran fitur baru dari Welma diharapkan mampu memfasilitasi seluruh nasabah dalam bertransaksi.

"BCA telah mencatatkan pertumbuhan pengguna aplikasi Welma yang telah diunduh 84 ribu lebih pengguna dan menghasilkan 75 ribu lebih transaksi. Angka ini menjadi bukti bahwa perkembangan bisnis wealth management kian berkembang pesat di tengah pandemi," papar dia.

Menurut Christine, dari jumlah pengguna Welma, hanya 10% yang merupakan kategori high net worth individuals (HNWI), kemudian 60% kategori affluent, dan 30% adalah kategori mass market. "Tapi mass market ini berkembang, transaksinya terbesar, meski nilainya kecil-kecil. Jadi, kami akomodasi nasabah BCA dari berbagai segmen," urai dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN