Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank DBS. Foto: theonlinecitizen.com

Bank DBS. Foto: theonlinecitizen.com

Kenali Cara Efektif dan Aman Kelola Keuangan Dijamin Cuan!

Sabtu, 25 Juli 2020 | 23:21 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id -  Saat ini masyarakat Indonesia sedang memasuki era tatanan kehidupan baru (new normal), dan ketidakpastian ekonomi masih menjadi hal yang harus diwaspadai. Saat ini pengelolaan keuangan menjadi prioritas utama dalam menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan, termasuk investasi.

Berbicara soal investasi, istilah investasi sering dianggap sebagai momok yang rumit dan hal yang hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang bekerja di industri keuangan. Apakah benar? Tentu tidak.

Semua orang pasti bisa berinvestasi tentunya dan bisa mencapai kestabilan serta independent dalam hal keuangan. Investasi merupakan sebuah konsep finansial yang bisa membantumu mencapai kestabilan finansial demi masa depan dan bahkan keuntungan. Gimana cara memulainya? Yuk simak langkah dasar memulai investasi yang semua pasti bisa mencoba!

1.Tentukan Tujuan Keuangan

Sadar nggak, setiap hal yang kita kerjakan tanpa perencanaan akan berakhir membuang-buang waktu? Sering terjadi ketika kita berbelanja di supermarket tanpa daftar belanja, kita akan berakhir pada banyak pilihan barang dan impulsif. Sama halnya dengan perencanaan keuangan, kita harus punya tujuan dan prioritas yang dapat diukur sehingga tujuan keuangan kita tercapai. Rumit? Tidak. Anda bisa menentukan tujuan keuangan berdasarkan jangka waktu:

a.     Tujuan Keuangan Jangka PendekTujuan ini biasanya memiliki rentang waktu satu sampai dua tahun. Misalnya, kita berencana berlibur. Paling tidak, kita harus mengatur pengeluaran atau menyisihkan sebagian pendapatan untuk memenuhi biaya berlibur sejak jauh-jauh hari.

b.     Tujuan Keuangan Jangka MenengahTujuan keuangan jangka menengah memiliki rentang waktu antara dua hingga sepuluh tahun. Salah satu contohnya adalah mempersiapkan uang untuk membiayai pendidikan yang berkualitas untuk anak. Pilihan investasi untuk mencapai tujuan jangka menengah berada di instrumen yang berbeda dengan tujuan jangka pendek.

c.     Tujuan Keuangan Jangka Panjang

Tujuan keuangan jangka panjang biasanya memiliki rentang waktu lebih dari sepuluh tahun. Risiko yang diambil bisa lebih besar karena kita punya waktu yang panjang untuk mengantisipasi segala ketidakpastian. Contohnya adalah saat kita mempersiapkan masa pensiun. Persiapan masa pensiun yang tepat harus dilakukan agar kita nggak jadi beban anak cucu kelak. Selain itu, contoh tujuan keuangan jangka panjang adalah pendidikan. Pertanyaannya, gimana sih cara memulainya?

2. Simpan uang dalam instrumen investasi berisiko rendah

Ketika Anda sudah menyisihkan bagian dari pendapatan, langkah selanjutnya adalah menabung. Tabungan bisa disimpan dalam bentuk instrumen berisiko rendah. Instrumen investasi berisiko rendah tidak memerlukan biaya yang besar. Sekarang terdapat beberapa ragam instrumen investasi yang dimulai dari Rp 1 juta rupiah. Apa saja instrumen investasi berisiko rendah yang dapat menjadi langkah pertama perjalanan investasi Anda?

a.     Deposito

Menempatkan dana di deposito lebih menguntungkan dibandingkan tabungan karena memberikan tingkat bunga lebih besar. Deposito berjangka memiliki rentang waktu yang beragam mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan. Dahulu, masyarakat menganggap membuka deposito harus memiliki dana yang besar. akan tetapi, saat ini Anda bisa membuka deposito berjangka mulai dari Rp 1 juta melalui aplikasi digibank by DBS.

Fitur deposito memungkinkan nasabah digibank by DBS untuk melakukan deposito kapanpun dan dimanapun. Saat ini, bunga yang ditawarkan pun relatif lebih tinggi dibanding bunga deposito pada umumnya, yaitu p.a 5,5%. Deposito digibank by DBS juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

b.     Surat Utang /Obligasi

Surat utang mirip deposito karena risikonya rendah dengan tingkat imbal balik yang relatif lebih tinggi. Ada tiga jenis produk yang bisa kita beli melalui aplikasi digibank by DBS yaitu Savings Bond Ritel (SBR), Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Tabungan (ST). Kalau investasi di SBR, ORI dan ST, kita akan menerima pembayaran (kupon) setiap bulan.

Anda bisa membeli ketiga produk tersebut melalui fitur e-SBN pada saat peluncuran perdana produk tersebut dengan jumlah investasi awal mulai dari satu juta rupiah saja. Fitur e-SBN memungkinkan nasabah melakukan investasi secara 100% digital end to end mulai dari registrasi Single Investor Identification (SID) hingga pembelian serta penjualan kembali jenis surat utang yang dapat diperdagangkan. Tidak perlu khawatir, Anda tidak perlu melalui proses yang rumit dan melakukan investasi di platform perbankan tentunya lebih aman.

c.     Surat Utang /Obligasi Pasar Sekunder

Pasar sekunder kini menaungi tiga tipe obligasi yang dapat diperdagangkan seperti FR, INDON dan INDOIS. Sebelumnya untuk nasabah dapat memasuki pasar sekunder harus memiliki modal awal yang besar mulai dari seratus juta rupiah. Akan tetapi, nasabah kini memiliki kesempatan untuk mengakses pasar sekunder tanpa harus menyiapkan dana yang besar.

Melalui digibank by DBS, nasabah dapat memulai investasi di pasar sekunder dengan dana mulai dari satu juta rupiah saja. digibank by DBS merupakan pelopor perbankan digital pertama  yang memberikan akses terhadap masyarakat ke pasar sekunder secara 100% digital.

3. Jangan lupa, siapkan dana darurat!

Dana darurat adalah hal yang tidak kalah pentingnya dalam menjalani hidup yang penuh dengan ketidakpastian. Tanpa dana darurat, kita bakal kesulitan saat membutuhkan uang dalam keadaan darurat. Salah satu contoh konkret adalah masa pandemi Covid-19, di mana ketidakpastian ekonomi sedang melanda negara.

Akan tetapi, jangan khawatir! Anda  bisa mengelola dana darurat dengan menggunakan instrumen investasi yang tepat seperti deposito dan surat utang. Anda bisa mengakses deposito dan surat utang Anda melalui aplikasi digibank by DBS. Melalui aplikasi tersebut, Anda bisa mengelola instrumen investasi dengan mudah dan cepat tanpa harus ke cabang.

Pengelolaan keuangan dengan memanfaatkan ragam peluang investasi yang berisiko rendah tidak hanya dapat digunakan sebagai dana darurat tetapi juga untuk memperoleh keuntungan. Saat ini investasi dapat dilakukan oleh semua orang tanpa harus melalui proses yang rumit dan dana yang besar melalui digibank by DBS.

“Kegiatan perbankan yang termasuk di dalamnya pengelolaan keuangan kerap dianggap rumit oleh masyarakat. Lama waktu yang dibutuhkan dan proses yang cenderung panjang sering dinilai sebagai hambatan bagi setiap orang yang ingin memulai perjalanan keuangan mereka. Akan tetapi, pengelolaan keuangan yang seimbang menjadi kunci kebebasan dan kestabilan ekonomi individu. '

Bank DBS Indonesia menyadari peran teknologi dapat mempermudah hambatan-hambatan tersebut dan membantu nasabah untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Saat ini investasi dapat dilakukan oleh semua orang tanpa harus melalui proses yang rumit dan dana yang besar melalui digibank by DBS,” ujar Managing Director Head of Digital Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto.

Saat ini digibank by DBS tengah menyelenggarakan kampanye #SemuaPastiBisa untuk mengajak masyarakat dalam bijak mengelola dan mengembangkan keuangannya di aplikasi digibank by DBS.

Nasabah dapat melakukan semua kegiatan perbankan seperti membuka rekening, top-up e-wallet, membayar tagihan bulanan, transfer valas, membuka deposito hingga berinvestasi di pasar sekunder dan rekening valas dengan 10 mata uang dalam satu aplikasi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN